@kako_tapisery: ወርቅ የሆነ ስራ ማሰራት ስትፈልጉ ወደ @KAKO DECOR መደወል! 🤩🔥 #habeshatiktok #fyp #ethiopian_tik_tok🇪🇹🇪🇹🇪🇹🇪🇹 #viral #luxury @Beki yeshashe

KAKO TAPISERY
KAKO TAPISERY
Open In TikTok:
Region: ET
Friday 12 June 2026 13:14:38 GMT
10194
878
37
135

Music

Download

Comments

yasin08564
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
ይሄን ለመስራት ምን ያንሳችኋል 🥰🥰
2026-06-12 17:03:13
1
tesfa4599
T̶e̶s̶f̶a̶l̶i̶d̶e̶t̶ ✨✨✨ :
kako ይለያል 🥰🥰👌👌👏👏
2026-06-12 15:46:17
1
.......2149
𝕓𝕖𝕜𝕚 🫡 :
𝚔𝚊𝚔𝚘
2026-07-03 02:01:00
2
dursaa1989
DURSEEN💢 💘💘💘💞 :
Vip
2026-06-12 13:33:34
1
fozicosmo
FOZi COSMOTICS 🎀 :
Lela tarek 👏
2026-06-12 17:47:14
1
goldfan
goldfan :
በቅርቡ ጠብቀኝ እመጣለሁ A43083
2026-06-12 15:06:14
1
wiz66027
wiz ብላክ 🔥🔥🔥 :
👑👑🔥🔥
2026-06-12 14:05:23
1
yifreem
ýífŕèèm 6⛪️ :
👑👑👑
2026-06-12 15:41:22
1
.akiya.19
akiya 19❤❤❤ :
💪💪🥰
2026-06-12 13:24:06
1
baba03221
baba 12 :
🔥👑
2026-06-12 16:18:21
1
hamzichoking
Hămzex :
🥰🥰🥰✌
2026-06-12 15:07:35
1
sayo.man2
Sayo man :
😍😍😍
2026-06-12 14:51:33
1
abdu.s10
@natanan_🧭🤏 :
🔥🔥🔥
2026-06-13 22:00:42
1
anetenh730
Anetenh730 :
👌👌👌
2026-06-12 13:16:35
1
baba03221
baba 12 :
🔥🔥🔥
2026-06-13 23:49:58
0
nur.mohamed966
🅽🆄🆁🅰 🄲🄾🄻🄳 :
😎😎
2026-06-12 20:23:27
0
momtiya62
ija ty 👀🎧 :
🥰🥰🥰
2026-06-23 15:07:50
0
abraham.jone8
𝔹𝕌𝕃𝕃𝔼𝔼 𝕃𝔸𝕃𝕃𝔸𝔸 :
👌👌👌
2026-07-03 10:10:11
0
dachaasmohammed44
dacho oro man :
🥰🥰🥰
2026-06-12 21:44:46
0
temu_ras
tamu ras :
👌👌👌
2026-06-13 05:57:02
1
tashe_kidan_21
𖣂︎♰ central cee ♰𖣂︎ :
🥰🥰🥰
2026-06-12 23:10:34
0
kirubelnanash
kTD :
🥰🥰🥰
2026-07-25 13:55:54
0
To see more videos from user @kako_tapisery, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV:Bekerja sebagai dokter bedah bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi menjadi seorang dokter residen yang setiap harinya harus mengikuti langkah seorang dokter bedah spesialis seperti Dr. Jungwon. Setiap menit, setiap detik, setiap waktu... Kamu selalu berkejaran dengan bunyi alarm rumah sakit. Panggilan dari IGD, pasien kritis yang datang tanpa aba-aba, operasi yang bisa berlangsung berjam-jam, hingga laporan medis yang harus selesai sebelum pergantian shift. Bahkan untuk sekadar duduk menikmati secangkir kopi pun rasanya menjadi kemewahan. Sebagai dokter residen, pekerjaanmu jauh lebih banyak dari yang orang bayangkan. Datang sebelum matahari terbit. Memeriksa kondisi seluruh pasien rawat inap. Mengecek hasil laboratorium, CT Scan, MRI, dan foto rontgen. Menulis perkembangan pasien di rekam medis. Memastikan seluruh informed consent sudah ditandatangani keluarga pasien. Menghubungi bank darah jika operasi membutuhkan transfusi. Dan yang paling penting... Menyiapkan seluruh kebutuhan operasi sebelum Dr. Jungwon datang ke ruang bedah. Karena satu alat yang tertinggal saja... Bisa membuat jalannya operasi terhambat. ─── ⋆⋅☆⋅⋆ ───
POV:Bekerja sebagai dokter bedah bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi menjadi seorang dokter residen yang setiap harinya harus mengikuti langkah seorang dokter bedah spesialis seperti Dr. Jungwon. Setiap menit, setiap detik, setiap waktu... Kamu selalu berkejaran dengan bunyi alarm rumah sakit. Panggilan dari IGD, pasien kritis yang datang tanpa aba-aba, operasi yang bisa berlangsung berjam-jam, hingga laporan medis yang harus selesai sebelum pergantian shift. Bahkan untuk sekadar duduk menikmati secangkir kopi pun rasanya menjadi kemewahan. Sebagai dokter residen, pekerjaanmu jauh lebih banyak dari yang orang bayangkan. Datang sebelum matahari terbit. Memeriksa kondisi seluruh pasien rawat inap. Mengecek hasil laboratorium, CT Scan, MRI, dan foto rontgen. Menulis perkembangan pasien di rekam medis. Memastikan seluruh informed consent sudah ditandatangani keluarga pasien. Menghubungi bank darah jika operasi membutuhkan transfusi. Dan yang paling penting... Menyiapkan seluruh kebutuhan operasi sebelum Dr. Jungwon datang ke ruang bedah. Karena satu alat yang tertinggal saja... Bisa membuat jalannya operasi terhambat. ─── ⋆⋅☆⋅⋆ ─── "Dokter Y/N." Kamu menoleh saat seorang perawat scrub menghampiri. "Seluruh instrumen laparotomi sudah steril." "Baik. Benang Vicryl 2-0?" "Sudah." "Silk?" "Ada." "Prolene?" "Lengkap." Kamu mengangguk pelan sebelum kembali memeriksa meja instrumen. Scalpel nomor 10. Scalpel nomor 15. Metzenbaum scissors. Mayo scissors. Needle holder. Kelly clamp. Mosquito. Forceps. Retractor. Suction. Electrocautery. Semuanya harus berada di posisi yang benar. Kamu bahkan menghitung ulang jumlah kasa steril bersama circulating nurse. "Sepuluh lembar." "Sepuluh." "Baik." Tidak boleh ada yang tertinggal di dalam tubuh pasien setelah operasi selesai. ─── ⋆⋅☆⋅⋆ ─── "Dokter Jungwon sudah datang." Kalimat itu membuat seluruh tim operasi langsung berdiri lebih tegak. Pintu ruang operasi terbuka. Seorang pria dengan tinggi semampai memasuki ruangan sambil mengenakan scrub biru tua. Tatapannya tenang. Langkahnya mantap. "Selamat pagi." "Selamat pagi, Dok." Semua orang menyapanya hampir bersamaan. Jungwon hanya menganggukkan kepala tipis. Matanya langsung mencari satu orang. "Kondisi pasien." Kamu segera menyerahkan tablet berisi data pasien. "Laki-laki, empat puluh delapan tahun. Diagnosis acute appendicitis dengan dugaan perforasi. Leukosit dua puluh ribu. CT Scan menunjukkan adanya cairan bebas di rongga abdomen." Jungwon membaca cepat. "Puasa?" "Delapan jam." "Alergi?" "Tidak ada." "Golongan darah?" "O positif." Ia mengangguk singkat. "Bagus." Hanya satu kata. Tetapi itu sudah cukup membuatmu sedikit lega. ─── ⋆⋅☆⋅⋆ ─── Beberapa menit kemudian. Pasien telah dibius total oleh dokter anestesi. Monitor mulai menunjukkan denyut jantung yang stabil. "Time out." Semua aktivitas berhenti. Perawat mulai membacakan identitas pasien. "Nama pasien?" "Ardi Saputra." "Tanggal lahir?" "Sembilan belas Mei seribu sembilan ratus delapan puluh delapan." "Prosedur?" "Appendektomi eksplorasi." "Sisi operasi?" "Abdomen kanan bawah." "Semua setuju?" "Setuju." Barulah operasi dimulai. ─── ⋆⋅☆⋅⋆ ─── "Scalpel." Kamu langsung meletakkan pisau bedah di telapak tangan Jungwon. Gerakannya begitu presisi. Satu sayatan dibuat tepat di area perut kanan bawah. "Retractor." Kamu menyerahkannya. "Hisap." "Suction." Darah perlahan dibersihkan hingga area operasi kembali terlihat jelas. Jungwon bekerja tanpa banyak bicara. Sesekali ia hanya mengulurkan tangan. Dan tanpa perlu melihat... Kamu sudah tahu alat apa yang ia inginkan. Itulah hasil dari berbulan-bulan menjadi asistennya. "Klem." "Kasa." "Benang Vicryl." Semuanya berpindah ke tangannya dalam hitungan detik. Ruangan tetap sunyi. Hanya terdengar suara monitor jantung... Dan instruksi singkat dari Jungwon. ─── ⋆⋅☆⋅⋆ ─── Hampir satu jam berlalu. Apendiks yang pecah berhasil diangkat. (kalo lanjutannya nggak ada di komen berarti ada di saluran) #jungwon #enhypen #povenhypen #pov #fyp

About