@ithinkyouneedapeace: tutorial menggoreng ayam dengan benar Pertama haluskan semua bahan Setelah itu masukan gula sebanyak 300gram lalu tambahkan Pupuk NPK yang sudah di haluskan 300gram mix kedua bahan ini terlebih dahulu agar tercampur rata setelah itu masukan 400gram karbon/arang halus aduk hingga bahan merata masukan adonan yang sudah di campur kedalam panci bertekanan atau wadah solid lalu tambahkan toping sesuai selera

inky
inky
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 12 June 2026 17:09:10 GMT
93968
7542
266
3817

Music

Download

Comments

achmadmaulana098
Mad :
Harus banget masaknya pakai topeng?😹
2026-06-13 09:06:29
221
daigo_dego
Benggigu@Dego :
Love you 🥰
2026-06-13 09:58:07
1
sepupu_joko_kendil
PEMBURU MBG :
gw nontonnya sambil nunggu buka puasa
2026-06-13 13:17:20
7
shadereal03
-𝒁𝒂𝒙𝟒𝑬𝒗𝒆𝒓🎀 :
nonton kayak gitu dimana sih🗿
2026-06-13 08:30:57
30
leicester.city161
LEICESTER CITY :
mukanya kenapa di tutup mas 😁
2026-06-13 12:46:08
6
n_murderdrone7
n murder drone :
ngapain dia serius nanya.
2026-06-13 09:13:21
10
uiiaa14
️ :
emang itu apa?
2026-06-13 13:15:08
0
evilguys_
Dylann.Art.Things` :
maksud dari ini ama biskuit gosong apaan sih? Serius nanya jir
2026-06-13 11:26:34
0
hatchetbl00d
reduire. :
ingfokan link
2026-06-13 10:29:06
1
fazlyxd1
FazlyXD :
enk² nonton kartun sore² pas puasa eh tiba-tiba diskip bentar karena ada acara ini😑😑
2026-06-13 10:22:56
3
whyuu233
N :
link link
2026-06-13 11:26:12
3
empathy.24_
Pong🍃 :
masih tersimpan di galeri lagi
2026-06-13 13:22:40
1
To see more videos from user @ithinkyouneedapeace, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dua lurah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diamankan polisi setelah digerebek warga saat bersama dua wanita 'panggilan' yang diduga dipesan melalui aplikasi Michat.  Peristiwa tersebut terjadi di Kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, pada Jumat (12/6/2026) malam. Kedua lurah yang diamankan masing-masing berinisial ZM yang menjabat sebagai Lurah Poasia dan RK yang menjabat sebagai Lurah Talia. Keduanya kemudian dibawa ke Polresta Kendari bersama dua wanita yang berada di lokasi. Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya pengamanan terhadap kedua lurah tersebut. Menurutnya, polisi turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat guna mencegah terjadinya tindakan anarkis. “Benar sudah kami amankan. Sudah kita himbau masyarakat agar tidak anarkis dan tidak main hakim sendiri,” kata AKP Welliwanto Malau, Sabtu (13/6/2026). Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terungkap setelah salah satu wanita yang berada di dalam kantor kelurahan berteriak. Teriakan tersebut menarik perhatian warga sekitar yang kemudian mendatangi lokasi untuk mengetahui penyebab keributan. Seorang warga berinisial W mengatakan, wanita tersebut diduga memprotes pembayaran yang diterimanya karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal. “Awalnya disepakati Rp300 ribu per orang, tetapi yang dibayarkan hanya Rp200 ribu per orang. Karena itu salah satu wanita berteriak,” ungkapnya. Saat warga mendatangi lokasi, mereka mendapati kedua lurah tersebut sedang berada bersama dua wanita muda di dalam kantor kelurahan. Temuan itu sontak memicu kemarahan warga yang kemudian berkerumun di sekitar lokasi. Menurut informasi yang diperoleh warga, kedua wanita tersebut diduga tidak mengetahui bahwa lokasi yang mereka datangi merupakan kantor kelurahan. Mereka mengira tempat tersebut adalah penginapan karena kondisi ruangan yang gelap dan lampu dalam keadaan dimatikan. Untuk menghindari situasi yang semakin memanas, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari kemudian menjemput dan mengamankan kedua lurah beserta dua wanita tersebut ke kantor polisi. #lurah #kendari #michat #sulawesitenggara #fyp
Dua lurah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diamankan polisi setelah digerebek warga saat bersama dua wanita 'panggilan' yang diduga dipesan melalui aplikasi Michat. Peristiwa tersebut terjadi di Kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, pada Jumat (12/6/2026) malam. Kedua lurah yang diamankan masing-masing berinisial ZM yang menjabat sebagai Lurah Poasia dan RK yang menjabat sebagai Lurah Talia. Keduanya kemudian dibawa ke Polresta Kendari bersama dua wanita yang berada di lokasi. Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya pengamanan terhadap kedua lurah tersebut. Menurutnya, polisi turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat guna mencegah terjadinya tindakan anarkis. “Benar sudah kami amankan. Sudah kita himbau masyarakat agar tidak anarkis dan tidak main hakim sendiri,” kata AKP Welliwanto Malau, Sabtu (13/6/2026). Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terungkap setelah salah satu wanita yang berada di dalam kantor kelurahan berteriak. Teriakan tersebut menarik perhatian warga sekitar yang kemudian mendatangi lokasi untuk mengetahui penyebab keributan. Seorang warga berinisial W mengatakan, wanita tersebut diduga memprotes pembayaran yang diterimanya karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal. “Awalnya disepakati Rp300 ribu per orang, tetapi yang dibayarkan hanya Rp200 ribu per orang. Karena itu salah satu wanita berteriak,” ungkapnya. Saat warga mendatangi lokasi, mereka mendapati kedua lurah tersebut sedang berada bersama dua wanita muda di dalam kantor kelurahan. Temuan itu sontak memicu kemarahan warga yang kemudian berkerumun di sekitar lokasi. Menurut informasi yang diperoleh warga, kedua wanita tersebut diduga tidak mengetahui bahwa lokasi yang mereka datangi merupakan kantor kelurahan. Mereka mengira tempat tersebut adalah penginapan karena kondisi ruangan yang gelap dan lampu dalam keadaan dimatikan. Untuk menghindari situasi yang semakin memanas, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari kemudian menjemput dan mengamankan kedua lurah beserta dua wanita tersebut ke kantor polisi. #lurah #kendari #michat #sulawesitenggara #fyp

About