@nicole..04.v: #paratiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ##voleibol #sc #voleibolfemenino #tachira

Nicole!!
Nicole!!
Open In TikTok:
Region: VE
Friday 12 June 2026 20:38:26 GMT
42600
8717
9
560

Music

Download

Comments

iam.mar18
ℳ𝒶𝓇𝒸ℯ 𝒹ℯ𝓁 𝒱𝒶𝓁𝓁ℯ :
bellaaa
2026-06-13 02:16:49
1
danielis_ch4
𝓓𝓪𝓷𝓲✨ :
Preciosaaa
2026-06-12 21:06:41
1
lis_ar.17
🔸lis🔸 :
me enamore
2026-06-13 01:17:50
0
iam.mar18
ℳ𝒶𝓇𝒸ℯ 𝒹ℯ𝓁 𝒱𝒶𝓁𝓁ℯ :
guapaaa
2026-06-13 02:16:46
0
iam.mar18
ℳ𝒶𝓇𝒸ℯ 𝒹ℯ𝓁 𝒱𝒶𝓁𝓁ℯ :
te amoo
2026-06-13 02:16:42
0
iam.mar18
ℳ𝒶𝓇𝒸ℯ 𝒹ℯ𝓁 𝒱𝒶𝓁𝓁ℯ :
😍😍😍😍😍😍
2026-06-13 02:16:51
0
To see more videos from user @nicole..04.v, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Keonho adalah alasan utama mengapa bel istirahat siang yang berbunyi nyaring ini tidak terdengar membahagiakan bagimu.  Saat seisi kelas bersorak lega, kamu justru harus memulai kebiasaan tugas menyebalkan yang dia perintahkan. Demi mencegah serpihan chat virtual itu ditempel di mading sekolah, kamu terpaksa melangkah ke area kantin yang riuh untuk membelikannya makanan. Dari kejauhan, kamu bisa melihat Keonho sudah duduk manis di meja tengah kantin yang luas. Dia sengaja mengosongkan area di sekitarnya, menunggumu layaknya seorang raja yang menanti pelayan. Saat kamu sedang mengantre di depan kedai mi ayam dan sengaja menoleh ke arahnya, Keonho langsung menyadari pandanganmu. Cowok itu tidak berkedip. Dia justru memajukan tubuhnya, menopang dagu dengan kedua tangan di atas meja, lalu melemparkan senyuman manis yang super tengil. Matanya berkilat jenaka, seolah sedang mengejek fakta bahwa kamu akhirnya tunduk pada perintahnya. Melihat senyuman menyebalkan itu, rasa ingin menjahilinya langsung bergejolak di dadamu. Saat mangkuk mi ayam hangat pesanan Keonho selesai disiapkan, kamu mengambil botol sambal cair di sudut meja. Tanpa ragu, kamu menuangkan sambal merah itu banyak-banyak—hampir setengah botol—hingga kuah mi tersebut berubah warna menjadi merah pekat yang membakar.
POV : Keonho adalah alasan utama mengapa bel istirahat siang yang berbunyi nyaring ini tidak terdengar membahagiakan bagimu. Saat seisi kelas bersorak lega, kamu justru harus memulai kebiasaan tugas menyebalkan yang dia perintahkan. Demi mencegah serpihan chat virtual itu ditempel di mading sekolah, kamu terpaksa melangkah ke area kantin yang riuh untuk membelikannya makanan. Dari kejauhan, kamu bisa melihat Keonho sudah duduk manis di meja tengah kantin yang luas. Dia sengaja mengosongkan area di sekitarnya, menunggumu layaknya seorang raja yang menanti pelayan. Saat kamu sedang mengantre di depan kedai mi ayam dan sengaja menoleh ke arahnya, Keonho langsung menyadari pandanganmu. Cowok itu tidak berkedip. Dia justru memajukan tubuhnya, menopang dagu dengan kedua tangan di atas meja, lalu melemparkan senyuman manis yang super tengil. Matanya berkilat jenaka, seolah sedang mengejek fakta bahwa kamu akhirnya tunduk pada perintahnya. Melihat senyuman menyebalkan itu, rasa ingin menjahilinya langsung bergejolak di dadamu. Saat mangkuk mi ayam hangat pesanan Keonho selesai disiapkan, kamu mengambil botol sambal cair di sudut meja. Tanpa ragu, kamu menuangkan sambal merah itu banyak-banyak—hampir setengah botol—hingga kuah mi tersebut berubah warna menjadi merah pekat yang membakar. "Ini pesanan kamu," katamu datar saat meletakkan mangkuk mi itu di hadapan Keonho. Kamu berdiri di tepi meja dengan tangan terlipat di dada, siap menyaksikan wajah tampangnya memerah kepedasan. Keonho melirik mangkuk mi yang kuahnya sewarna darah itu, lalu mendongak menatapmu. Alisnya terangkat sebelah. Alih-alih marah atau curiga, dia justru terkekeh pelan—sebuah kekehan renyah yang terdengar sangat santai seolah isi mangkuk itu hanyalah lelucon kecil. "Merah banget? Lo sengaja ya mau bikin gue sakit perut?" tanya Keonho tengil. Tanpa diduga, Keonho mengambil sumpit. Dengan gerakan tenang, dia menyuap mi super pedas itu ke dalam mulutnya tanpa ragu sedikit pun. Kamu menahan napas, bersiap melihatnya tersedak atau panik mencari air minum. Namun, Keonho mengunyahnya dengan ekspresi wajah yang datar. Tidak ada air mata, tidak ada batuk. Dia menelan mi itu, lalu menatapmu lagi dengan binar jenaka yang semakin pekat. "Asal lo tahu dah, pacar virtual lo ini paling suka makanan pedes," bisik Keonho, lalu tersenyum miring menikmati wajahmu yang kini berganti menjadi syok karena rencanamu gagal total. Kamu mendecit kesal, merasa bodoh karena jebakanmu justru berbalik menghibur cowok menyebalkan ini. "Terserah," ketusmu pendek. Karena tidak tahan berlama-lama melihat wajah tengilnya yang penuh kemenangan, kamu langsung berbalik badan dan berjalan cepat meninggalkan kantin dengan hentakan kaki dongkol, berniat pergi ke area loker belakang sekolah yang sepi untuk mengambil buku catatan yang tertinggal. Tepat setelah punggungmu hilang di balik belokan koridor kantin, pertahanan Keonho runtuh seketika. Wajah tampannya yang tadinya tenang mendadak berubah merah padam hingga ke telinga. Keonho langsung menjatuhkan sumpitnya ke meja, terbatuk-batuk kecil sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan mulutnya yang terasa seperti terbakar. Efek setengah botol sambal cair itu akhirnya menghantam lidahnya tanpa ampun. "Sialan... pedes bat monyet," umpat Keonho lirih, suaranya serak menahan sengatan cabai yang luar biasa. Dengan panik, dia menyambar segelas es teh manis milik murid lain yang kebetulan lewat di dekat mejanya tanpa permisi, meminumnya hingga tandas dalam beberapa tegukan besar. Keonho menarik napas berulang kali lewat mulut untuk meredakan rasa panas di lidahnya, sambil mengumpat pelan dalam hati karena telah meremehkan kenekatanmu. Sial bagi egonya, kamu sukses membuatnya menderita, meskipun dia harus berpura-pura kuat di depanmu. Namun, saat matanya yang masih sedikit berair melirik ke arah pintu keluar kantin, Keonho melihat sosok Ellie—mantan kekasihnya—berjalan terburu-buru ke arah lorong loker belakang, mengikuti arah kepergianmu. 💬+ #keonho #keonhoedit #cortis #fyp #pov

About