@hayylyccz: "Enam Tahun" Kalau ada yang tanya hubungan lo sama Jungsu itu kayak apa? Jawabannya: lucu banget. Makanya waktu hancur, rasanya lebih sakit. Karena enam tahun itu lama. Lama banget. Cukup lama buat bikin seseorang hafal cara lo ketawa bahkan sebelum lo ketawa. Awalnya biasa. Lo ketemu dia waktu umur masih terlalu muda buat mikirin masa depan. Yang penting hari ini seru. Besok urusan besok. Dan Jungsu tuh... nyebelin. Tapi nyebelinnya cocok. Jam 1 pagi. Lo ngirim: "gue lapar." Normalnya orang jawab: "makan." Jungsu? "gue juga." "mari kita lapar bersama." "tolol." "couple goals." Atau waktu lo tiba-tiba bilang: "kalau gue jadi ulat lu masih sayang gak?" Dia gak pernah jawab: "iya." Dia malah jawab: "ulatnya halal gak?" "ANJIR" Kalian cocok di banyak hal. Terlalu banyak malah. Selera musik nyambung. Humor nyambung. Nilai hidup banyak yang nyambung. Mimpi besar juga nyambung. Kalau lo ngirim lagu random jam 3 pagi. Dia dengerin. Beneran dengerin. Kalau dia nemu lagu bagus. Dia langsung kirim. Kadang obrolan kalian bisa berubah dari: "lapar." menjadi "menurut lu arti sukses itu apa?" dalam waktu tiga menit. Dan yang paling bahaya: dia family man. Dia selalu ngomong soal keluarganya. Dengan bangga. Dengan hormat. Dan setiap kali dia cerita... lo bisa lihat jelas: keluarga bukan sekadar bagian hidupnya. Keluarga adalah fondasinya. Masalahnya... agama juga. Awalnya kalian muda. Masih merasa cinta bisa menyelesaikan semuanya. Kalau ada yang bilang: "nanti susah." Kalian jawab: "nanti dipikir." Kalau ada yang bilang: "beda keyakinan bukan hal kecil." Kalian jawab: "yang penting sekarang bahagia." Dan selama bertahun-tahun... itu berhasil. Sampai umur mulai bertambah. Teman-teman mulai nikah. Mulai ngomong soal masa depan. Mulai ngomong soal anak. Keluarga. Rumah. Dan pertanyaan yang dulu bisa ditunda... mulai berdiri tepat di depan kalian. Nanti gimana? Awalnya dibahas baik-baik. Sangat baik malah. Karena Jungsu bukan tipe yang teriak. Dia selalu ngomong pelan. "aku cuma pengen kita realistis." Lo langsung defensif. "jadi selama ini gak realistis?" "Bukan gitu." "terus?" Dia diem. Karena dia juga gak mau nyakitin. Tapi kenyataan tetap kenyataan. Dan debat kalian selalu berakhir di tempat yang sama. Bukan soal cinta. Tapi soal keyakinan. Suatu malam. Kalian debat hampir dua jam. Bukan marah. Lebih capek. Lo bilang: "kenapa semuanya harus sesulit ini sih?" Dia jawab pelan: "karena ini bukan soal kita doang." "gue benci jawaban itu." "aku juga." Dan itu yang bikin sakit. Karena gak ada yang jahat. Kalau dia jahat mungkin lebih gampang. Kalau dia selingkuh mungkin lebih gampang. Kalau dia berubah mungkin lebih gampang. Tapi dia gak pernah begitu. Dia tetap lembut. Tetap perhatian. Tetap sayang. Dan justru itu masalahnya. Karena lo gak bisa membenci dia. Tahun keenam. Kalian duduk berdua. Diam lama. Akhirnya Jungsu ngomong duluan. "Aku rasa kita udah sama-sama tau." Lo langsung nangis. Karena lo juga tau. Dan lo benci fakta bahwa dia benar. "gue gak mau." "Aku juga gak mau." "terus kenapa?" Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun... suara dia terdengar patah. "Karena aku gak bisa minta kamu ninggalin keyakinanmu." Hening. "Aku juga gak bisa ninggalin keyakinanku." Hening lagi. "Dan aku gak mau kita saling berharap sesuatu yang gak bisa kita kasih." Itu debat terakhir kalian. Gak ada teriakan. Gak ada pintu dibanting. Cuma dua orang yang saling mencintai. Tapi sadar cinta aja gak cukup. Dan itu menyebalkan. Karena selama enam tahun... kalian selalu berhasil menyelesaikan masalah. Kecuali yang satu ini. Waktu akhirnya berpisah... Jungsu masih jadi Jungsu. Masih lembut. Masih perhatian. Dia masih memastikan lo pulang dengan aman hari itu. Masih bilang: "jangan lupa makan." Padahal kalian baru aja putus. Lo sampai ketawa sambil nangis. "lu tuh kenapa sih?" Dia juga ketawa. Mata merah. "gue udah kebiasaan." Dan bertahun-tahun kemudian... yang paling lo rindukan bukan pacarnya. Tapi orang yang bisa match energi aneh lo jam 2 pagi. Orang yang selalu denger lagu yang lo kirim. Orang yang bisa bikin lo ketawa di tengah debat paling berat. #kimjungsu #xdinaryheroes #fakescenario #4upage