@anotherdaisies: Pagi itu sebenernya gak terjadi apa-apa, gak ada yang aneh sampai akhirnya kamu sadar sesuatu. Suamimu, gak menegurmu sama sekali selepas beli gas dari warung. Kamu berdiri bersandar di kusen pintu, liatin punggung Evan yang lagi fokus mandiin burung kesayangannya. Lagu dangdut dari speaker bluetooth yang di stel maksimal mengaung keras, bikin kupingmu budeg karna suara centil dari penyanyi yang mendesah-desah kayak musang b1rah!. "MAS?!" Panggilmu setengah berteriak, tapi Evan diem aja. Entah gak denger, atau pura-pura kesumpelan suara odah aduh penyanyinya. Kamu akhirnya matiin speaker yang Evan taruh di atas meja teras. Dan ajaibnya suara rintihan biduan yang terjeda lebih mujarab bikin Evan menoleh. "Mas, aku panggilin kamu dari tadi" Evan gak jawab, tapi jalan mendekat kearahmu. Kamu udah pede mampus, mengira suamimu bakal kasih kecupan di kening atau rangkul pinganggmu kaya biasa. Tapi Evan, lewatin kamu seolah-olah sosokmu ini cuma penampakan yang gak berarti. Tangan Evan dengan lihai langsung nyalain speaker, dan lanjutin ritual mandiin burungnya yang sempet tertunda. Kamu cuma melongo, sedikit gondok dengan sikap Evan yang gak jelas. Kamu ingat betul, sejak kemarin gak terjadi pertengkaran apapun. Kamu gak berantem rebutan bantal guling, atau berdebat masalah bubur di aduk atau di sruput kaya biasa. "Kumat kali ya?" Gumammu Kamu gak ambil pusing dan langsung melesat ke dalam rumah. 🫧🫧🫧🫧🫧🫧 Kamu pikir pundungnya Evan cuma sekedar ngambek gak jelas yang sepele, sepuluh menit pun bakal sembuh dan nyamperin kamu lagi. Tapi, sampai siang dia justru mengasingkan diri gak mendekat satu sentipun. Kamu jadi kalang kabut, bertanya-tanya ada apa gerangan yang melanda laki-laki blasteran ikan cupang itu?. "Mas, kamu mau makan?" Kamu berusaha merayu, duduk di samping Evan yang lagi nonton TV sambil nyemilin kerupuk gendar. "Aku udah makan tadi" Jawab Evan tanpa minat, matanya masih melototin benda persegi empat itu. Responnya bikin kamu makin gondok, pengen rasanya tiup ubun-ubunnya, barangkali suamimu kesurupan arwah penghuni pohon kelapa di depan rumah. "Kamu kenapa sih, Mas?" Sungutmu mulai hilang kesabaran. "Pikir aja sendiri!" Ketus Evan Kamu menghela nafas berusaha buat sabar, meskipun jujur rasanya kamu pengen keramasin kepala suamimu pakai lumpur lapindo. Kamu yang gak tahan lagi dengan aksi silent treatment ini, akhirnya memutuskan untuk melancarkan aksi rayuan maut dugong rindu belaian─demi mencairkan es batu berbentuk manusia di atas sofa ini. Kamu mendekat dengan gerakan yang dibuat seanggun mungkin, lalu sengaja mepet— mepet banget sampai lengan baju kalian bergesekan. Evan bergeming, matanya tetep fokus menatap lurus ke arah TV yang lagi menayangkan film flora dan fauna. "Mas..." godamu sambil mencolek dagu Evan. Evan hanya berdehem singkat. "Ekhem." Posisi duduknya malah bergeser lima sentimeter menjauh. Kamu gak menyerah."Mas Evan sayang... tahu gak bedanya Mas sama sapi di TV itu?" Evan diem. "Kalau sapi bunyinya moooo, kalau Mas Evan mineee" Kamu bergaya niruin suara sapi dengan rayuan dahsyatmu, udah siap dengan lapang dada menerima senyuman atau minimal jitakan gemas. Tapi, Evan malah menghela napas berat, bikin kamu mengernyit. "Gombalannya basi. Lebih fresh lawakan cowok yang tadi pagi." "Cowok tadi pagi? Siapa?" "Pikir aja sendiri" Nada bicaranya mulai naik satu oktav, tanda bendungan gengsinya mulai retak. Otakmu di paksa mikir, mencoba mereka ulang kejadian dari pagi sampai siang ini. Sampai akhirnya kamu inget sesuatu di depan pagar rumah pagi tadi. "Mas cemburu sama Riki?!" Katamu tersenyum geli. "Siapa yang cemburu? Gak ada sejarahnya seorang Evan cemburu sama bocah berondong yang naik matic knalpot brong begitu," bantah Evan cepat, padahal kamu tau dari pipi sampai kupingnya udah merah kaya bendera partai. "Lagian bagus ya, ditinggal suami pergi beli gas bentar, asyik ketawa-tawa sampai lambai-lambai tangan segala." Comsec++ #pov #evan #heeseung
𝐃𝐚𝐢𝐬𝐢𝐞𝐬🐜
Region: ID
Saturday 13 June 2026 09:10:13 GMT
Music
Download
Comments
auliaanjani :
Lhoo? kok cuma seupil doang lanjutan nya? 😭 butuh lebih nih thor
2026-06-13 09:17:57
71
Lia🐧🐈⬛ :
2026-06-13 09:19:56
14
littlejungie :
P maksut laki gw blasteran ikan cupang?!?? 😭😭
2026-06-17 11:32:20
4
@Alice_yu_young28 :
pamit ke akun sebelah dulu mau liat sadam
2026-06-14 02:13:15
2
⋆ ˚。⋆୨୧˚𝗻𝗮𝗱𝗮˚୨୧⋆。˚ ⋆ :
https://vt.tiktok.com/ZSQ9qs9qP/
2026-06-14 01:43:38
0
santy :
https://vt.tiktok.com/ZSQH6eyvW/
2026-06-13 11:24:43
1
Linda Wati :
evan heeseung❤
2026-06-14 02:54:09
2
리야🪷 :
kak lagi kak 😭😭😭😭
2026-06-14 07:05:35
1
cimitt🍑 :
masa g ada lanjutan nya?
2026-06-14 04:59:29
0
𝐉𝐚𝐲𝐊𝐞𝐇𝐨𝐨𝐧𝓦𝓲𝓯𝓮 💦 :
apakah ini lanjutan mas evan si modelling itu beib? yang nembak y/n depan rumahnya pakek kardus mie instant? jadi nikah mereka ya.. hmmm.. apakah ini namanya DEJAMBU? ama si riki lagi cemburu nya? pas banget tuh.. kayak skuel part evan modelling itu.
2026-06-13 10:43:26
9
windy kesayangan ni-ki 👀 :
@heeseung'beloved
2026-06-15 16:28:01
0
𝐃𝐚𝐢𝐬𝐢𝐞𝐬 :
𝗟𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻
.
Kamu langsung ketawa kenceng banget, bikin Evan makin cemberut. Misteri seharian ini akhirnya terpecahkan.
.
"Ya ampun, Mas! Jadi kamu ngambek seharian cuma karena lihat aku sama Riki di depan pagar?"
.
"Gak ngambek! Tapi, coba kamu bayangin aku lagi merana nenteng gas elpiji malah liat kamu sama dia lagi ketawa." Ketus Evan
.
Kamu makin mepet, langsung gelendotan manja di lengannya.
.
"Dengerin dulu, Riki itu tadi cuma lewat. Terus dia berhenti karena lihat aku lagi nyapu, cuma nanya alamat bengkel las."
.
"Terus kenapa harus pakai ketawa yang renyah banget kayak kerupuk baru digoreng?" tuntut Evan, matanya menyipit penuh selidik.
.
"Dia itu cerita kalau kemarin dikejar-kejar orang gila, Mas! Ya aku ketawa lah" Kamu mendekatkan muka sambil senyum jahil
.
"Kamu lupa ya? Riki itu emang dulu sempet naksir aku. Tapi buktinya apa? Yang jadi suamiku kan tetep kamu yang lagi cemberut ini"
.
Evan diem. Matanya kedip beberapa kali, tetep kukuh mempertahankan gengsinya yang udah di ujung tanduk.
.
"Tapi tetep aja, dia kan lebih muda. Berondong kece, kalo kata ibu-ibu yang suka nongkrong di gerobak sayur"
.
Kamu terkekeh geli, lalu kecup pipi Evan gemes. Tingkahnya, lebih gemes dari bocah tiga tahun yang ngerengek minta naik odong-odong.
.
"Mau dia berondong kece, berondong gosong, atau berondong jagung sekalipun, gak bakal ada yang bisa nandingin pesona Mas Evan kalau lagi bawa gas elpiji tiga kilo. Auranya itu loh... " Rayumu sambil mengelus kedua pipi Evan yang bersemu merah, kaya orang nahan b3rak.
.
Denger pujian absurd dari mulutmu, pertahanan Evan runtuh juga. Sudut bibirnya berkedut, menahan senyum yang akhirnya lolos jadi cengiran.
.
"Beneran cuma nanya bengkel las?" tanya Evan, memastikan.
.
"Dua rius, Sayangku."
.
Evan akhirnya luluh, tangan yang daritadi nahan gengsi akhirnya melingkar dipinggangmu.
.
"Awas aja kalo dia besok balik lagi, modusnya lebih ngeri dari modus pocong keliling tau gak!"
.
Kamu terkekeh geli, seengaknya rayuan dugongmu mempan bikin bayi kadaluarsa ini sembuh dari acara ngambeknya.
.
END
.
Kalau suka povnya salin tautan ay, tinggalkan tanda cinta juga boleh😍☝Nampaknya akun ini sedikit syakit😔
2026-06-13 09:13:19
67
To see more videos from user @anotherdaisies, please go to the Tikwm
homepage.