@yachttrace: Dr Dan Rogers of Yacht Trace talks through the mothership side of the Yacht Trace Tender Monitoring System with Captain Ronny Roskosch. Our mothership unit is designed to give captains and crew fast, clear visibility of what is happening with the tender while it is under tow, at anchor, alongside, or away from the yacht. Uniquely, Yacht Trace uses two-way communications between the mothership and tender/fleet, allowing crew not only to receive fast alerts, but also to communicate with and control systems on the tender without needing to board it at sea. The system can monitor tenders, chase boats, jet skis, and wider fleet assets using Yacht Trace’s own RF communications — without relying on AIS, mobile signal, satellite, or Wi-Fi. It has its own private RF link. Fast, plug-and-play installation.
No splicing into existing systems.
No major hard wiring. Set up within an hour Priced competitively - available on the website
Insurance clause ready Monitoring includes bilge, battery, pitch, roll, movement, GPS position, and dynamic distance from the yacht — with satellite backup for additional tracking resilience and anti-theft. Yacht Trace Tender Monitoring System
Real time asset protection, night towing support, extended distances, fleet monitoring, and insurance-recognised advanced tow protection. DM @yachttrace to find out more. www.yachttrace.com #TenderMonitoring #SuperyachtCaptain #SuperyachtCrew #TenderTowing #ChaseBoat @Azimouthio Yachting Info @Superyacht Content

Yacht Trace
Yacht Trace
Open In TikTok:
Region: GB
Saturday 13 June 2026 15:43:21 GMT
1006
36
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @yachttrace, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

uang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas:
uang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas: "Indonesia harus lepas dari cap negara konsumen." Beliau sedang memosisikan diri sebagai visioner yang membongkar jalan makroekonomi kita. Jika kita mau berpikir kritis dan analitis, kurs Rp17.800 ini sejatinya adalah "karpet merah" bagi kita untuk meraup Dollar. Mari kita bedah pakai data perbandingan cuan nyata (Kurs Rp15.000 vs Rp17.800): 📦 1. Briket Arang Batok Kelapa (Pasar Timur Tengah & Eropa) Harga jual di mata bule tetap $1.30/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp6.500/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih meroket jadi Rp10.140/kg! Poin Mind-Blowing: Sekali kirim 1 kontainer mini (18 ton), kalian dapat bonus cuan gratis Rp65,5 Juta murni karena selisih kurs! 📦 2. Minyak Nilam (Bahan Baku Parfum Eropa) Harga jual tetap $60/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp200.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih melonjak ke Rp368.000/kg! Poin Mind-Blowing: Jual barang yang sama ke orang yang sama. Kirim 100 kg saja, otomatis kantongin tambahan bonus Rp16,8 Juta tanpa perlu capek nego harga. 📦 3. Vanili Kering Premium (Pasar Global) Harga jual tetap $160/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp600.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih tembus Rp1.048.000/kg! Poin Mind-Blowing: Margin keuntungan bersih tembus di atas Rp1 Juta per kilogram! Ada bonus gratis Rp448 ribu per kilo yang langsung masuk ke rekening kalian. Secara diplomatis, ini adalah realita yang harus kita hadapi. Negara sudah memberikan visi, membukakan jalan makroekonomi, dan meretas peluang agar kita bisa mandiri. Sangat disayangkan jika karpet merah sudah digelar lebar-lebar, namun energi anak mudanya malah habis untuk mengeluhkan keranjang checkout barang impor. Tinggalkan posisi sebagai kon

About