@inothijab: Dietary Fiber #herbal #moorkoedal #dietaryfiber #fiberdrink #creatorsearchinsights

iNot
iNot
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 14 June 2026 00:10:00 GMT
317
2
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @inothijab, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

larangan bertemunya orang dengan Weton Pahing di malam 1 Suro (terutama jika malam 1 Suro tersebut bertepatan dengan pasaran Pahing atau ada kesialan/energi tertentu yang bertabrakan) berakar kuat dalam tradisi spiritual dan kebudayaan Jawa. Bagi masyarakat Jawa, malam 1 Suro dianggap sebagai malam yang sangat sakral, penuh mistis, dan merupakan momen transisi spiritual yang kuat. Berikut adalah beberapa alasan dan latar belakang budaya mengapa mitos atau larangan ini beredar di masyarakat: 1. Benturan Energi Spiritual (Gejolak Macan) Dalam kosmologi Jawa, pasaran Pahing memiliki unsur Api dan dilambangkan dengan karakter yang kuat, tegas, bahkan sering dianalogikan memiliki aura seperti
larangan bertemunya orang dengan Weton Pahing di malam 1 Suro (terutama jika malam 1 Suro tersebut bertepatan dengan pasaran Pahing atau ada kesialan/energi tertentu yang bertabrakan) berakar kuat dalam tradisi spiritual dan kebudayaan Jawa. Bagi masyarakat Jawa, malam 1 Suro dianggap sebagai malam yang sangat sakral, penuh mistis, dan merupakan momen transisi spiritual yang kuat. Berikut adalah beberapa alasan dan latar belakang budaya mengapa mitos atau larangan ini beredar di masyarakat: 1. Benturan Energi Spiritual (Gejolak Macan) Dalam kosmologi Jawa, pasaran Pahing memiliki unsur Api dan dilambangkan dengan karakter yang kuat, tegas, bahkan sering dianalogikan memiliki aura seperti "Macan". Sementara itu, malam 1 Suro adalah waktu di mana gerbang gaib diyakini terbuka lebar dan energi spiritual bumi sedang mengalami pergolakan atau pembersihan (ruwatan). Pertemuan antara weton berenergi kuat (seperti Pahing) dengan energi sakral malam 1 Suro dikhawatirkan dapat memicu gesekan energi negatif. Hal ini dipercaya bisa membuat orang dengan weton tersebut menjadi lebih emosional, gelisah, atau tidak tenang. 2. Kepercayaan tentang "Sengkolo" (Kesialan) Malam 1 Suro sering kali diidentikkan dengan waktu turunnya Sengkolo atau energi negatif pembersih alam. Beberapa weton tertentu, termasuk mereka yang memiliki neptu atau pasaran yang dianggap "lemah" atau justru "terlalu kontras" pada hari terjadinya 1 Suro, dilarang keluar rumah. Larangan bertemu sesama weton tertentu atau keluar rumah bertujuan untuk menghindari beboyo (bahaya) atau kesialan yang tidak diinginkan. 3. Tradisi Tapa Bisu dan Kungkum Pada malam 1 Suro, masyarakat Jawa disarankan untuk melakukan refleksi diri, prihatin, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui ritual seperti Tapa Bisu (mengheningkan cipta tanpa berbicara) atau meditasi. Larangan berkumpul atau "bertemu" (dalam arti berhura-hura atau membuat keramaian) bagi weton-weton tertentu sebenarnya adalah anjuran agar mereka berdiam diri di rumah (tetep mendem). Tujuannya agar mereka fokus beribadah dan berdoa agar terhindar dari marabahaya selama satu tahun ke depan. Catatan Bijak Kebudayaan: Dalam kacamata modern dan esensi asli budaya Jawa (kejawen), larangan-larangan ini sebenarnya merupakan bentuk gugon tuhon (pitutur sinandi atau nasihat tersirat). Leluhur Jawa menggunakan simbol-simbol mistis ini sebagai pengingat agar manusia waspada (eling lan waspada), menjaga sikap, tidak sombong, dan menghindari konflik pada malam yang suci tersebut#primbon #pahing #weton #1syuro #larangan

About