@yoona.fandc: Một mình em ấy phối với cả thế giới #xuhuong #viralvideo #yoonashop

Yoona F&C
Yoona F&C
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 14 June 2026 10:32:25 GMT
399
5
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @yoona.fandc, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. —Kejadian 32:24 Seorang teman lama mengirimkan sebuah pesan setelah suami saya meninggal dunia:  “[Alan] adalah . . . seorang yang bergumul dengan Allah. Ia seorang Yakub sejati dan alasan kuat saya menjadi orang Kristen hari ini.”  Tidak pernah terpikir oleh saya untuk membandingkan pergumulan Alan dengan tokoh Yakub dalam Alkitab, tetapi perbandingan itu sangat tepat. Sepanjang hidupnya, Alan bergumul dengan dirinya sendiri dan juga dengan Allah untuk mendapatkan jawaban. Ia mengasihi Allah tetapi adakalanya ia berjuang untuk memahami kebenaran bagaimana Dia sungguh mengasihinya, mengampuninya, dan mendengar doa-doanya. Meski begitu, kehidupannya dipenuhi berkat dan telah memberi dampak positif bagi banyak orang. Kehidupan Yakub begitu sarat dengan perjuangan dan pergumulan. Ia berkomplot untuk mendapatkan hak kesulungan saudaranya, Esau.  Ia melarikan diri dari rumah dan berjuang bertahun-tahun menghadapi paman dan ayah mertuanya, Laban. Kemudian ia melarikan diri dari Laban. Ia sendirian dan sangat takut bertemu dengan Esau.  Namun, ia justru mengalami perjumpaan surgawi: “Bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia” (Kejadian 32:1), dan ini mungkin pengingat akan mimpi yang pernah diterima Yakub dari Allah (28:10-22). Kini Yakub mengalami perjumpaan yang lain: sepanjang malam ia bergulat dengan “seorang laki-laki”, Allah dalam wujud manusia, yang menamainya Israel, karena ia “bergumul melawan Allah dan manusia, dan [ia] menang” (32:28). Di dalam semuanya itu, Allah tetap menyertai dan mengasihi Yakub. Kita semua menghadapi pergumulan dalam hidup ini. Namun, kita tidak sendirian, karena Allah menyertai kita dalam setiap pencobaan.  Mereka yang percaya kepada-Nya dikasihi, diampuni, dan dijanjikan kehidupan kekal (Yohanes 3:16). Kita dapat berpegang teguh kepada-Nya. 
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. —Kejadian 32:24 Seorang teman lama mengirimkan sebuah pesan setelah suami saya meninggal dunia: “[Alan] adalah . . . seorang yang bergumul dengan Allah. Ia seorang Yakub sejati dan alasan kuat saya menjadi orang Kristen hari ini.” Tidak pernah terpikir oleh saya untuk membandingkan pergumulan Alan dengan tokoh Yakub dalam Alkitab, tetapi perbandingan itu sangat tepat. Sepanjang hidupnya, Alan bergumul dengan dirinya sendiri dan juga dengan Allah untuk mendapatkan jawaban. Ia mengasihi Allah tetapi adakalanya ia berjuang untuk memahami kebenaran bagaimana Dia sungguh mengasihinya, mengampuninya, dan mendengar doa-doanya. Meski begitu, kehidupannya dipenuhi berkat dan telah memberi dampak positif bagi banyak orang. Kehidupan Yakub begitu sarat dengan perjuangan dan pergumulan. Ia berkomplot untuk mendapatkan hak kesulungan saudaranya, Esau. Ia melarikan diri dari rumah dan berjuang bertahun-tahun menghadapi paman dan ayah mertuanya, Laban. Kemudian ia melarikan diri dari Laban. Ia sendirian dan sangat takut bertemu dengan Esau. Namun, ia justru mengalami perjumpaan surgawi: “Bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia” (Kejadian 32:1), dan ini mungkin pengingat akan mimpi yang pernah diterima Yakub dari Allah (28:10-22). Kini Yakub mengalami perjumpaan yang lain: sepanjang malam ia bergulat dengan “seorang laki-laki”, Allah dalam wujud manusia, yang menamainya Israel, karena ia “bergumul melawan Allah dan manusia, dan [ia] menang” (32:28). Di dalam semuanya itu, Allah tetap menyertai dan mengasihi Yakub. Kita semua menghadapi pergumulan dalam hidup ini. Namun, kita tidak sendirian, karena Allah menyertai kita dalam setiap pencobaan. Mereka yang percaya kepada-Nya dikasihi, diampuni, dan dijanjikan kehidupan kekal (Yohanes 3:16). Kita dapat berpegang teguh kepada-Nya. 

About