@osimlik.group: sampah di sungai #ikansapusapu #pelajarlingkungan #sampah

Pelajar Lingkungan👨‍🏫🌱
Pelajar Lingkungan👨‍🏫🌱
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 14 June 2026 10:45:50 GMT
437391
59462
1082
4071

Music

Download

Comments

nlrzdr
nlrzdr :
fomo yg bermanfaat
2026-06-14 23:14:23
18230
uglyboyzz
NotBad :
respect!
2026-06-15 10:27:42
2
hyrizzd
HyRizz :
semangat bang
2026-06-15 00:52:05
7783
fah_2854
f :
semoga bermanfaat buat ABG ya 😁
2026-06-15 03:48:46
309
farhan_gvf
parhan :
jangan padam
2026-06-15 02:26:08
956
bawadehel85
♤♡◇♧☆☆☆〔[{《A》} ]〕WAE★★★♠︎♥︎◆♣︎ :
konten yg bermanfaat malah sepi
2026-06-14 10:51:01
2856
muh.khoiruman
محمد خيرمن :
suka banget sama kebaikan,, berharap bisa tertular hal baik
2026-06-15 01:31:24
497
purnomoahik
. :
semangat🔥🔥
2026-06-15 03:46:26
101
genbu55
Genbu365 :
jadiin tren oke kan ges?
2026-06-15 01:32:10
662
samosir7969
Fransisko :
semangat bang💪
2026-06-14 23:55:12
67
aticaa04
athikav :
Keren bang
2026-06-15 09:27:50
17
freestyle12_10
hze7 :
semangat
2026-06-14 15:28:15
28
priatidakberisik_
tsukasa :
THE REAL HERO
2026-06-15 11:53:18
0
hsiwhsbsbsh
ly :
uuuuuuupppp
2026-06-15 11:28:48
0
wandanaella
NAE :
Thank you guys so much for saving the planet, your action will make a good impact 🙆🏻‍♀️🌎
2026-06-15 10:53:38
0
rimuru_desu_
Rimuru :
cuman bisa kasi ini bang 😔
2026-06-15 07:28:51
41
akubukanipin
Ipiiii :
Ini ada sedikit rezeki , biar abangnya makin semangat ngonten 🥰🙏🏻
2026-06-15 01:31:48
48
danimuhammadari
wel wel well :
semangat bg
2026-06-15 04:45:26
22
joy_joy3012
chilaauau :
kerennn
2026-06-15 09:40:35
13
viaa_machaa
Viaa_Machaa :
semangattttt
2026-06-15 02:47:44
13
rudy.ardi0
ydur🤡 :
semangat bang!
2026-06-15 03:34:20
34
To see more videos from user @osimlik.group, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Wahai jiwa-jiwa manusia yang terlena akan kesombongan dan begitu kagum pada dirinya sendiri... pernahkah engkau merenungkan bahwa seluruh rasa besar yang memenuhi dadamu hari ini berdiri di atas sesuatu yang sangat rapuh. Satu napas yang dipinjamkan saja sudah membuatmu meninggi, padahal tanpa itu kau hanyalah jasad yang terbujur kaku tanpa mampu menggerakkan satu jari pun. Tidak ada pujian yang mampu menghidupkanmu kembali. Tidak ada harta yang mampu membeli satu tarikan udara tambahan. Tidak ada manusia yang sanggup menawar kematian agar menunggumu beberapa saat lagi. Lalu mengapa engkau berjalan di bumi dengan kepala yang tinggi, sedangkan kehidupanmu sendiri bergantung pada sesuatu yang bahkan tidak mampu kau pertahankan barang sedetik pun. Wahai jiwa-jiwa manusia yang begitu mudah memandang rendah orang lain... sadarlah bahwa kesombongan sering kali lahir dari lupa mengenal diri sendiri. Engkau melihat keberhasilanmu lalu menganggapnya hasil kekuatanmu semata. Engkau melihat kedudukanmu lalu mengira itu bukti kemuliaanmu. Engkau melihat apa yang ada di tanganmu lalu merasa lebih berharga daripada mereka yang tidak memiliki seperti dirimu. Padahal jika Allah membuka tabir kelemahan yang selama ini Dia tutupi darimu, mungkin engkau tidak akan menemukan alasan sedikit pun untuk membanggakan diri. Betapa banyak aib yang tidak diketahui manusia, betapa banyak kekurangan yang disembunyikan oleh kasih sayang Allah, dan betapa banyak dosa yang seandainya diperlihatkan kepada manusia lain, niscaya engkau akan lebih sibuk menangisi dirimu daripada menghakimi orang lain. Wahai jiwa-jiwa manusia yang terpesona oleh bayangan kehebatannya sendiri... pernahkah engkau membayangkan bagaimana akhir dari tubuh yang hari ini begitu kau banggakan. Tubuh yang kau rawat dengan penuh perhatian itu suatu hari akan kehilangan seluruh kemampuannya. Mata yang sekarang melihat akan tertutup selamanya. Telinga yang mendengar akan berhenti menangkap suara. Lidah yang dahulu membanggakan diri tidak lagi mampu mengucapkan sepatah kata pun. Lalu orang orang yang kau kenal akan berdiri mengelilingimu dalam keheningan. Mereka tidak lagi berbicara tentang kekayaanmu, tidak lagi membicarakan pencapaianmu, tidak lagi memuji kedudukanmu. Mereka hanya akan berkata bahwa engkau telah tiada, kemudian perlahan kembali melanjutkan hidup mereka tanpa kehadiranmu. Wahai jiwa-jiwa manusia yang terlalu sibuk meninggikan diri di atas bumi... ketahuilah bahwa tidak ada pemandangan yang lebih menyedihkan daripada seseorang yang menghabiskan seluruh umurnya membangun istana kesombongan di atas sesuatu yang akan menjadi tanah. Hari demi hari ia berusaha terlihat besar di hadapan manusia, tetapi lupa memperbaiki kedudukannya di hadapan Allah. Ia menjaga citranya dengan sungguh sungguh, namun membiarkan hatinya dipenuhi penyakit yang perlahan merusak amalnya. Ia takut kehilangan penghormatan manusia, tetapi tidak takut kehilangan rahmat Tuhannya. Sampai akhirnya kematian datang mematahkan seluruh khayalan tentang kebesaran dirinya dan memperlihatkan kenyataan yang selama ini ia hindari. Wahai jiwa-jiwa manusia yang masih diberi kesempatan untuk merenung sebelum semuanya terlambat... ingatlah bahwa pada akhirnya tidak ada yang akan dibawa pulang selain amal dan penyesalan. Kesombongan tidak akan menerangi kuburmu. Kekayaan tidak akan menemanimu dalam kesendirianmu. Kedudukan tidak akan menjawab pertanyaan yang menantimu. Dan orang orang yang dahulu bertepuk tangan untukmu tidak akan mampu memikul bebanmu walau hanya sedikit. Maka sebelum tubuhmu menjadi nama yang disebut dengan kenangan, sebelum napasmu kembali kepada pemilik-Nya, dan sebelum waktu menutup seluruh kesempatan yang tersisa, rendahkanlah hatimu. Sebab sering kali yang paling dekat dengan kehancuran bukanlah mereka yang tidak memiliki apa apa, melainkan mereka yang terlalu kagum kepada dirinya sendiri hingga lupa bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang hidup dari napas yang dipinjamkan. #masukberandafypシ #wajibfyp
Wahai jiwa-jiwa manusia yang terlena akan kesombongan dan begitu kagum pada dirinya sendiri... pernahkah engkau merenungkan bahwa seluruh rasa besar yang memenuhi dadamu hari ini berdiri di atas sesuatu yang sangat rapuh. Satu napas yang dipinjamkan saja sudah membuatmu meninggi, padahal tanpa itu kau hanyalah jasad yang terbujur kaku tanpa mampu menggerakkan satu jari pun. Tidak ada pujian yang mampu menghidupkanmu kembali. Tidak ada harta yang mampu membeli satu tarikan udara tambahan. Tidak ada manusia yang sanggup menawar kematian agar menunggumu beberapa saat lagi. Lalu mengapa engkau berjalan di bumi dengan kepala yang tinggi, sedangkan kehidupanmu sendiri bergantung pada sesuatu yang bahkan tidak mampu kau pertahankan barang sedetik pun. Wahai jiwa-jiwa manusia yang begitu mudah memandang rendah orang lain... sadarlah bahwa kesombongan sering kali lahir dari lupa mengenal diri sendiri. Engkau melihat keberhasilanmu lalu menganggapnya hasil kekuatanmu semata. Engkau melihat kedudukanmu lalu mengira itu bukti kemuliaanmu. Engkau melihat apa yang ada di tanganmu lalu merasa lebih berharga daripada mereka yang tidak memiliki seperti dirimu. Padahal jika Allah membuka tabir kelemahan yang selama ini Dia tutupi darimu, mungkin engkau tidak akan menemukan alasan sedikit pun untuk membanggakan diri. Betapa banyak aib yang tidak diketahui manusia, betapa banyak kekurangan yang disembunyikan oleh kasih sayang Allah, dan betapa banyak dosa yang seandainya diperlihatkan kepada manusia lain, niscaya engkau akan lebih sibuk menangisi dirimu daripada menghakimi orang lain. Wahai jiwa-jiwa manusia yang terpesona oleh bayangan kehebatannya sendiri... pernahkah engkau membayangkan bagaimana akhir dari tubuh yang hari ini begitu kau banggakan. Tubuh yang kau rawat dengan penuh perhatian itu suatu hari akan kehilangan seluruh kemampuannya. Mata yang sekarang melihat akan tertutup selamanya. Telinga yang mendengar akan berhenti menangkap suara. Lidah yang dahulu membanggakan diri tidak lagi mampu mengucapkan sepatah kata pun. Lalu orang orang yang kau kenal akan berdiri mengelilingimu dalam keheningan. Mereka tidak lagi berbicara tentang kekayaanmu, tidak lagi membicarakan pencapaianmu, tidak lagi memuji kedudukanmu. Mereka hanya akan berkata bahwa engkau telah tiada, kemudian perlahan kembali melanjutkan hidup mereka tanpa kehadiranmu. Wahai jiwa-jiwa manusia yang terlalu sibuk meninggikan diri di atas bumi... ketahuilah bahwa tidak ada pemandangan yang lebih menyedihkan daripada seseorang yang menghabiskan seluruh umurnya membangun istana kesombongan di atas sesuatu yang akan menjadi tanah. Hari demi hari ia berusaha terlihat besar di hadapan manusia, tetapi lupa memperbaiki kedudukannya di hadapan Allah. Ia menjaga citranya dengan sungguh sungguh, namun membiarkan hatinya dipenuhi penyakit yang perlahan merusak amalnya. Ia takut kehilangan penghormatan manusia, tetapi tidak takut kehilangan rahmat Tuhannya. Sampai akhirnya kematian datang mematahkan seluruh khayalan tentang kebesaran dirinya dan memperlihatkan kenyataan yang selama ini ia hindari. Wahai jiwa-jiwa manusia yang masih diberi kesempatan untuk merenung sebelum semuanya terlambat... ingatlah bahwa pada akhirnya tidak ada yang akan dibawa pulang selain amal dan penyesalan. Kesombongan tidak akan menerangi kuburmu. Kekayaan tidak akan menemanimu dalam kesendirianmu. Kedudukan tidak akan menjawab pertanyaan yang menantimu. Dan orang orang yang dahulu bertepuk tangan untukmu tidak akan mampu memikul bebanmu walau hanya sedikit. Maka sebelum tubuhmu menjadi nama yang disebut dengan kenangan, sebelum napasmu kembali kepada pemilik-Nya, dan sebelum waktu menutup seluruh kesempatan yang tersisa, rendahkanlah hatimu. Sebab sering kali yang paling dekat dengan kehancuran bukanlah mereka yang tidak memiliki apa apa, melainkan mereka yang terlalu kagum kepada dirinya sendiri hingga lupa bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang hidup dari napas yang dipinjamkan. #masukberandafypシ #wajibfyp

About