@busnes88:

Wa M’bour
Wa M’bour
Open In TikTok:
Region: SN
Sunday 14 June 2026 13:18:13 GMT
124529
9500
199
4804

Music

Download

Comments

ndeupecouture
Mame Ndeupe Gueye :
Machaala Machaala merci beaucoup
2026-06-14 18:12:40
75
adamangom814
Adamangom814 :
sallalahou allah mouhamad ♥️♥️
2026-06-14 19:02:18
35
haddycamara78
hot coffee :
thanks ❤️
2026-06-14 22:46:51
0
papecheik17
Niang :
soy expliquer daguay daal wakh ben par ben sa explications lerroul
2026-06-14 21:38:02
12
yatou.ndione
Yatou Ndione :
Salla alla Mouhamed
2026-06-14 18:35:06
43
maman.ouly01
Maman ouly :
Salahou ala Mouhamed ❤️❤️❤️
2026-06-14 20:07:41
13
user6335870738472
timfa :
salahou ala mouhamedine
2026-06-14 22:39:47
5
mairiediawara
Mairie Diawara :
merci beaucoup gue dieu te bénisse
2026-06-14 22:54:59
3
khadijalo058
Khadija Lo 97 :
Sallalahou alla Mouhamed
2026-06-14 19:14:20
12
riyanagueye410
Riyana Gueye :
Sallalahou Allah Mohamed ♥️
2026-06-14 19:37:11
10
fatou.ngom845
Fatou Ngom :
machallah Dieureudieuf yallah na Yallah faiye yiw
2026-06-14 17:46:52
20
seynab084
seynab :
Amine yarabi yaguafi téwer
2026-06-14 18:24:14
16
fachabv
saly124 :
Machallah Merci beaucoup
2026-06-14 20:08:05
3
bineta.faye59
Bineta Faye :
machalla et merci beaucoup 🙏
2026-06-14 21:15:12
2
ndeyependadioufse
ndeyependadioufse :
sallalahou alla mouhamedine
2026-06-14 21:01:35
1
bbsk060
. :
Salalahou alla Mouhamed
2026-06-14 22:00:22
1
torodobonbeur
torodobonheur :
merci pour le vidéo 🙏
2026-06-14 18:23:49
2
alimanneh
Mam bossou ceesay :
thanks you
2026-06-14 21:45:28
0
ebn20
NoName Lady :
pour man dangay khouloo. 😅. merci quand même
2026-06-14 19:27:20
5
sope_dabakh0
Coach kyra international :
salalahou Allah mouhamed
2026-06-14 22:18:08
1
mamedioumadiouf5
Madame diagne :
machalla
2026-06-14 18:06:22
2
aminatadiop1202
diop :
dieuredfieuf yalna barkééél
2026-06-14 21:24:48
2
gaye.diong
Gaye Diong :
Sallalahou Allah Muhammad
2026-06-14 21:49:59
1
rokhaya.ndour96
chouchou :
sallalahou allah Mouhamed 💓 💓 💓 💓
2026-06-14 19:48:45
1
evadiaw35
Eva :
Merci main gauche ou main droite
2026-06-14 21:34:00
0
To see more videos from user @busnes88, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Makin ke sini makin jago aja ya orang-orang bikin framing pembodohan massal. Sekarang, niat baik negara buat bagi-bagi bantuan ke masyarakat malah dipelintir seolah-olah jadi tindak pidana. Judulnya dibikin provokatif:
Makin ke sini makin jago aja ya orang-orang bikin framing pembodohan massal. Sekarang, niat baik negara buat bagi-bagi bantuan ke masyarakat malah dipelintir seolah-olah jadi tindak pidana. Judulnya dibikin provokatif: "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN." Buat kalian yang malas baca dan cuma modal scroll judul, pasti langsung nyinyir, "Loh, kok ibadah kurban pribadi pakai uang negara?!" Nah, di situlah kalian telan mentah-mentah framing licik itu! Pakai logika sedikit, mari kita bedah faktanya. Tolong bedakan antara Prabowo sebagai pribadi, dan Prabowo sebagai Presiden (Kepala Negara). Dua hal ini nggak bisa dicampuradukkan sesuka jidat. 1.098 sapi itu BUKAN kurban pribadi. Itu adalah program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Artinya, ini adalah program resmi negara yang dananya dari negara, dan manfaatnya 100% dikembalikan untuk perut rakyat! Ke mana sapi-sapi itu pergi? Ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas yang membutuhkan. Manfaatnya bukan buat orang Istana, bukan buat pejabat. Dan ingat, negara ini bukan cuma Pulau Jawa, daerah-daerah lain juga sangat berhak merasakan kehadiran negara. Mau mengkritik? Silakan! Kita sebagai masyarakat memang punya hak dan kewajiban ikut mengawasi. Tapi kritiklah pakai otak dan data yang adil. Jangan sampai program bantuan yang jelas-jelas buat rakyat malah kalian fitnah seolah Presiden pakai APBN buat kurban pribadi. Kalau dompet kalian belum mampu buat ikut berbagi, minimal jari kalian jangan dipakai buat nyebar hoax dan informasi menyesatkan! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #StopHoax #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #BantuanRakyat #AkalSehat #LawanFraming #IndonesiaMaju #SikatMafia

About