@sinnnuyy:

￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴
￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 14 June 2026 16:00:17 GMT
111497
15072
103
1461

Music

Download

Comments

dkg.hoxing
X.ND Ashore🌿 :
2026-06-18 04:58:04
6
always_a2k
always a⚡️ :
kehidupan setelah imo
2026-06-16 05:14:31
20
yajziebsbns3
￴ ￴ ￴￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
Tutorial available
2026-06-18 06:42:47
0
putri_asn0
Putri :
alasan gw pgn plg k kmpg😭
2026-06-16 02:28:01
17
sittiphon25
🌤️ :
How do you post videos with such high resolution😭
2026-06-14 16:10:14
0
eeedddoooooooooooooooooo
⚽🖌️ :
tutor jernih pm
2026-06-14 22:20:41
1
biteme512
@za_ine :
ilike nature hehe t
2026-06-16 02:06:09
1
gvss_s
gvss_s :
daerah mana ni wi
2026-06-14 23:44:20
0
zainraess90
𝑹𝑬𝑻𝑰𝑹𝑬𝑫 𝒁𝑨𝑰𝑵🖤 :
Yr bro kamal
2026-06-18 04:29:15
0
manusiabaik043
ALL🫦 :
itu di desa mana bg, bentuk nya kayak gunung Slamet
2026-06-15 04:04:45
4
rafaalfariz315
Rafa Alfariz :
jadi pengen balik lagi ke masa kecil
2026-06-16 04:09:22
3
usersvbo70qi3a
palepale :
2026-06-16 01:41:48
1
dsitu7
xyzzxyyzxrobyzsszs :
keinget masa kecil main sama temen"laki atau cewe dulu kita ga kenal gengsi🥺 jadi pengen balik ke masa lalu
2026-06-16 03:26:57
2
yfndr_
อาซิฟา :
pengen kamera jernih kyk gini
2026-06-16 02:57:58
0
amerta7777
🔱 💎 ĐᗯI_S̈ᗩᑭᑌTᖇᗩ 💎 🔱 :
dw sesalah itu yaaa.. ??? tapi gw ga tidur sama manusia lainnya cok..
2026-06-15 02:44:38
0
tioajayaaa
Tyo :
se cerah ini penglihatanku terhadap dunia 10thn lalu😄
2026-06-15 17:08:04
1
andika_050429
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ. :
dulu waktu kecil pengen cepat dewasa ehh giliran sudah dewasa pengen balik lagi kemasa kecil yang kerjanya cuman main makan minum dan beban terbesar waktu kecil adalah tidur siang, saking serunya main sama teman
2026-06-15 12:10:12
1
des29337
￴ :
Tutor bg
2026-06-14 16:39:30
1
rakaaaaaa28_
RAKA :
pertama bang
2026-06-14 16:02:16
1
parisman7026
RixzXyiū :
2026-06-18 07:52:39
0
king.hevv
@AhLyzz.🍏 :
2026-06-18 12:28:57
0
To see more videos from user @sinnnuyy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About