Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@yorgun_arabeskci: #CapCut #dilberay #etkileşim #keşvetteyiz #arabeskşarkılar
🤫yorgun_arabeskçi🤫
Open In TikTok:
Region: TR
Sunday 14 June 2026 18:49:23 GMT
94950
3533
19
579
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.11MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.27MB
)
Watermark .mp4 (
1.11MB
)
Music .mp3
Comments
Osman Berktaş :
allah rahmet eylesin
2026-06-14 20:17:21
1
sedat oran68 :
Allah rahmet eylesin
2026-06-15 07:19:52
1
sematekin047 :
Allah rahmet eylesin mekanı cennet olsun inşallah 😭😭😭🤲🤲🤲😭😭😭
2026-06-15 12:06:55
1
esmer :
🥲🥲🥲🥲🥲🥲🥲🥀🥀🥀🥀🥀
2026-06-15 20:46:33
1
Ayse Arslan :
😢😢😢😢😢😢😢😢😢
2026-06-15 21:18:50
1
Halil Seher Erzik :
😭😭😭😭
2026-06-15 14:00:44
1
TC Zaza :
😢😢😢😢😢
2026-06-15 19:52:53
1
Hüzün diyarı🌸🍁 :
😔
2026-06-15 12:40:11
1
İskender :
🥰🥰🥰
2026-06-15 20:49:20
1
Erkan Tekeş :
🥰🥰🥰
2026-06-14 18:56:26
1
serdar kurt :
🙏
2026-06-15 07:00:16
1
ERCAN KARA :
😔😔😔😔
2026-06-14 18:58:31
1
Ramazan Gürsoy :
😭
2026-06-15 03:25:04
0
❤️ :
🥺🥺🥺🥺👍
2026-06-15 10:36:02
1
🇹🇷🇹🇷Bülent Zengin🇦🇿🇦🇿 :
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2026-06-15 18:11:13
0
Ahmet Durak :
😭😭😭😭
2026-06-15 19:25:59
1
menduh çakar zaza :
✌️✌️✌️✌️✌️✌️
2026-06-16 19:25:50
0
To see more videos from user @yorgun_arabeskci, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Dulu, tahun 2014, ada satu foto wisuda yang membuat banyak orang berhenti sejenak saat melihatnya. Bukan karena gedungnya megah. Bukan karena toga dan selempangnya terlihat mewah. Bukan juga karena mobil keluarga yang datang mengantar. Yang membuat orang menoleh justru sebuah becak. Di atas becak itu ada seorang wisudawan terbaik Universitas Negeri Semarang. Namanya Raeni. Di depannya ada sang ayah, Mugiyono, pengayuh becak dari Kendal, Jawa Tengah. Hari itu, becak yang biasa dipakai mencari nafkah berubah menjadi kendaraan paling membanggakan. Becak itu bukan sekadar alat transportasi. Becak itu seperti rangkuman panjang dari hidup yang tidak mudah. Ada keringat, ada hutang, ada pesangon, ada doa orang tua, dan ada anak yang tahu diri bahwa kesempatan tidak boleh disia-siakan. Raeni lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai tukang becak. Penghasilannya tidak tentu. Kadang hanya sekitar Rp 10.000 sampai Rp 50.000 sehari. Untuk menambah penghasilan, sang ayah juga bekerja sebagai penjaga malam dengan gaji yang tidak besar. Dalam hidup seperti itu, kuliah jelas bukan urusan gampang. Bagi banyak keluarga kecil, pendidikan tinggi sering terdengar seperti mimpi yang terlalu jauh. Bukan karena anaknya tidak pintar. Bukan karena niatnya kurang. Tapi karena biaya sering berdiri seperti tembok besar di depan pintu. Namun dari rumah sederhana itu, Raeni tumbuh dengan cara yang berbeda. Ia tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti. Ia tahu keluarganya tidak punya banyak uang, maka satu-satunya cara membalas keadaan adalah dengan belajar sungguh-sungguh. Ada kisah tentang laptop yang dibeli dengan hutang. Bagi sebagian orang, laptop mungkin hanya barang biasa. Tapi bagi keluarga seperti Raeni, laptop bisa menjadi keputusan besar. Bukan sekadar membeli alat belajar, tapi juga mengambil risiko. Sang ayah bahkan pernah menggunakan uang pesangon untuk melunasi hutang laptop itu. Di situ terlihat, kadang orang tua tidak banyak bicara soal cinta. Mereka cukup menunjukkan dengan cara yang paling nyata. Mengorbankan bagian hidupnya agar anaknya punya jalan lebih terang. Lalu Raeni membayar semua itu dengan prestasi. Ia kuliah di Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi UNNES, melalui beasiswa Bidikmisi. Ia tidak hanya kuliah untuk lulus. Ia kuliah dengan keseriusan penuh. Dalam 7 semester, ia menyelesaikan S1 dengan IPK 3,96 dari 4,00. Nyaris sempurna. Hari wisuda itu akhirnya menjadi peristiwa yang ramai dibicarakan. Bukan karena kemiskinan harus dipamerkan. Bukan juga karena kesederhanaan harus dijadikan tontonan. Tapi karena orang melihat sesuatu yang mulai jarang terasa di tengah hidup yang serba ingin instan. Perjuangan yang benar-benar dijalani sampai tuntas. Banyak orang terharu melihat Raeni diantar ayahnya dengan becak. Tapi kalau dilihat lebih dalam, yang mengharukan bukan becaknya. Yang mengharukan adalah hubungan antara pengorbanan dan tanggung jawab. Ayahnya berjuang dengan cara yang ia mampu. Anaknya berjuang dengan cara yang ia bisa. Yang satu mengayuh becak, yang satu mengayuh mimpi. Sama-sama berat. Sama-sama tidak boleh berhenti di tengah jalan. Setelah kisah itu viral, jalan baru mulai terbuka. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu bertemu Raeni dan keluarganya di Bandara Halim Perdanakusuma. Pemerintah kemudian memberi kesempatan kepada Raeni untuk melanjutkan S2 ke luar negeri melalui Beasiswa Presiden RI. Di titik ini, ada pelajaran penting. Kesempatan memang bisa datang tiba-tiba, tapi kesiapan tidak bisa dibuat mendadak. Raeni tidak baru belajar setelah viral. Ia tidak baru serius setelah mendapat perhatian. Ia sudah membangun kualitas dirinya jauh sebelum orang-orang mengenalnya. Ketika pintu kesempatan terbuka, ia sudah siap masuk. Inilah yang sering dilupakan banyak orang. Banyak yang ingin mendapat kesempatan besar, tapi belum menyiapkan diri untuk menanggung kesempatan itu. #ceritainspiratif #education #pecahtelur #fyp
Esse senhor nos emocionou 🥺 #fy #viral
🙇🏻♀️🙇🏻♀️🙇🏻♀️🇩🇿🇩🇿#canada #montreal #dzpower #canada #coupedumonde
Kitten helps owner groom her hair!🤣🤣🤣#cute #cutepuppy #cutecats #cat #fyp
-Kumiko Oumae-///#anime #animeedit #edit #hibikeeuphoniumedit #hibikeeuphonium #kumikooumae #kumikooumaeedit #kumiko🖤 #run #runninggirl #fyp
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy