@im_peti_:

peti
peti
Open In TikTok:
Region: BR
Sunday 14 June 2026 20:40:52 GMT
5722
917
17
16

Music

Download

Comments

rafaelambch
rafa :
peti reposta o video cortando a franja pufavo!!!! 😿
2026-06-14 21:19:13
1
by.alanis
- ℬ𝓎 𝒜𝓁𝒶𝓃𝒾𝓈 - :
Inspiração SIM ou COM CERTEZA ❣️
2026-06-14 20:57:30
2
keylagabrielly.c.s
Keyla :
mds parece a florzinha das meninas super poderosas ❤️
2026-06-14 21:14:35
1
sunlizzie
liz ۶ৎ :
que casaco babadeirooo
2026-06-17 00:29:47
0
castoricism
juju bolinho :
mto shoujo girl bb
2026-06-14 22:30:38
1
magicalsailormelody
melody 🌱 :
PRECISOO saber de onde eh esse casaco
2026-06-15 19:49:15
0
zwisoca
isa’s diaries :
boneca 💗
2026-06-15 15:09:41
0
mimimiiun
Mandy :
Que boneca perfeita 🥺
2026-06-15 15:37:39
0
To see more videos from user @im_peti_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Izinkan aku bercerita tentang seorang laki-laki.   Bukan tentang pangeran dalam dongeng, bukan pula tentang sempurna yang tak pernah salah. Tapi tentang dia yang datang tanpa suara, lalu diam-diam membangun istana di relung hatiku yang paling runtuh. Ia tidak pernah memintaku untuk menjadi sempurna. Ia hanya hadir, dengan caranya yang tenang seperti  air yang tidak pernah memaksa tanah untuk berbunga, tapi tetap menyirami setiap harinya.  Aku bangga padanya.   Bukan karena ia berlimpah harta atau dikenal banyak orang,  tapi karena ia tidak pernah kehilangan caranya tersenyum meski dunia kerap tak adil padanya. Senyumnya — ah, senyumnya itu seperti rembulan di malam yang paling gelap, tidak pernah berteriak
Izinkan aku bercerita tentang seorang laki-laki. Bukan tentang pangeran dalam dongeng, bukan pula tentang sempurna yang tak pernah salah. Tapi tentang dia yang datang tanpa suara, lalu diam-diam membangun istana di relung hatiku yang paling runtuh. Ia tidak pernah memintaku untuk menjadi sempurna. Ia hanya hadir, dengan caranya yang tenang seperti air yang tidak pernah memaksa tanah untuk berbunga, tapi tetap menyirami setiap harinya. Aku bangga padanya. Bukan karena ia berlimpah harta atau dikenal banyak orang, tapi karena ia tidak pernah kehilangan caranya tersenyum meski dunia kerap tak adil padanya. Senyumnya — ah, senyumnya itu seperti rembulan di malam yang paling gelap, tidak pernah berteriak "aku di sini", tapi selalu cukup terang untuk membawaku pulang meski tubuhku belum tentu sampai. Aku bangga pada suaranya. Suara yang mungkin tidak pernah masuk nominasi apa pun di dunia, tapi bagiku ia adalah suara yang mengubah sunyi di kepalaku menjadi alunan yang tenang. Ketika ia bicara tentang masa depannya, tentang mimpi-mimpinya yang sederhana tetapi kokoh, aku seperti mendengar batu sungai yang berbicara tidak ramai, tapi berat karena penuh isi. Aku bangga pada caranya mencintai—bukan dengan janji-janji besar, tapi dengan kehadiran yang tidak pernah rewel meski lelah sedang merambat di sekujur tubuhnya. Ia bisa saja mengeluh, tapi ia memilih untuk bertahan. Ia bisa saja pergi, tapi ia memilih untuk berkata "aku masih di sini, tidak kemana-mana." Dan itu, bagiku, lebih berharga dari seribu janji yang ditulis dengan tinta emas. Aku tahu ia tidak sempurna. Ada harinya ia terlalu pendiam hingga aku salah paham. Ada harinya ia terlalu sibuk hingga aku merasa agak diabaikan. Tapi di situlah letak keberanianku mencintainya, bukan pada saat ia mudah dicintai, namun pada saat ia sedang tidak mudah untuk dimengerti. Ia kadang lelah, kadang kusut dengan dunianya sendiri. Tapi di hadapanku, ia menurunkan semua tameng itu. Ia mengizinkan aku melihat sosok laki-laki biasa yang juga butuh pelukan tanpa harus menjelaskan apa-apa. Dan aku — aku dengan bangga menjadi perempuan yang menerima itu. Bukan karena aku baik, tapi karena ia membuatku percaya bahwa cinta tidak butuh kemasan indah; cinta cukup hadir, utuh, dan jujur. Kita tidak selalu berada dalam satu bingkai waktu yang sama. Ada antarala yang memisahkan kita—bukan hanya berupa bentangan samudra dan daratan, tapi juga dentang jam yang tak pernah seirama. Tapi cinta tidak pernah butuh logika, bukan? Cinta butuh keyakinan. Dan aku yakin bahwa sejauh apa pun semesta merentangkan jarak di antara kita, ia tetap rumah yang tidak pernah pindah alamat di dalam dadaku. Aku merindukannya dengan cara yang aneh, aku menangis bukan karena tidak bertemu, tapi karena membayangkan ia mungkin sedang sendirian di sisi sana tanpa aku yang bisa menyeduhkannya teh hangat. Jika kelak ada yang bertanya, "Kamu tidak takut jika hubungan ini tidak sampai?" Aku hanya akan tersenyum. Karena aku tidak sedang mencintainya agar ia tinggal selamanya, aku mencintainya seperti bintang mencintai malam yang tahu bahwa suatu saat fajar akan tiba dan mereka harus berpisah, tapi tidak pernah menyesal pernah bersinar bersamanya sesaat. Maka biarlah namanya kusebut pelan di setiap sujud, di setiap sisa malam yang masih peduli pada doa. Biarlah ia menjadi rahsia yang tidak perlu dimengerti orang lain. Karena dia adalah kebanggaan yang tidak perlu diumumkan dengan sorak atau tepuk riuh. Cukup dengan hati yang bergetar setiap kali namanya melintas di kepala, cukup dengan rasa yang terus tumbuh meski kita sedang tidak saling menggenggam tangan. Terima kasih, untuk siapa pun yang membacanya sampai akhir. Akhirnya kalian kini tahu—bahwa di dunia yang sibuk mengejar gengsi, aku justru jatuh pada laki-laki yang hanya punya ketulusan sebagai mahkotanya. Dan itu sudah lebih dari cukup, lebih dari mewah dan lebih dari sekadar bahagia. ㅤㅤㅤ_temurasa_ #diksi #aksara #bollywood #temurasa #sajakcinta

About