@lindalva_sn: A cozinha não é o meu forte, mas amo ouvir meu filho dizer "hummmmm, isso aqui está muito bom" coração de mãe boba fica quentinho na mesma hora.😋

Lindalva
Lindalva
Open In TikTok:
Region: BR
Sunday 14 June 2026 22:15:42 GMT
8123
1013
6
2

Music

Download

Comments

flavio.fonseca05
Flavio Fonseca :
trás um café ☕ minino kkk tá muito bonito 👏👏👏
2026-06-15 00:54:28
3
mariaamitica
Maria Amítica :
Engraçado que não chegou no meu plantão né
2026-06-17 04:26:51
1
mariaamitica
Maria Amítica :
Manaaaaaa
2026-06-17 04:26:38
1
joaquilenesouza17
Joaquilene Souza :
excelente muito bom 😍 vê meus vídeos também me segue eu te sigo de volta OK 🫡 obrigada
2026-06-15 12:10:06
1
To see more videos from user @lindalva_sn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TERJEMAHAN DARI MANUSKRIP / TRANSKRIPT HASIL MUKTAMAR/KONGRES TERSEBUT Makan-makan di Rumah Orang yang Meninggal Dunia Di bawah ini, kami menyalin selebaran dari kaum Nahdlatul Ulama, Cirebon.    Kami menyalin tanpa mengubah apa pun, hanya mengurutkan tata letaknya.    MASALAH KENDURI (TAHLILAN/SELAMETAN) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mengenai masalah kenduri (ngesuhr tanah / selamatan kematian),  hal ini telah diperbincangkan dalam Kongres Nahdlatul Ulama ke-13 di Menes.    Jawaban mengenai masalah ini: Dimaklumi berdasarkan keputusan di Malang, hukum makan dan minum ketika bertakziah kepada mayat adalah makruh. Akan tetapi, apabila makanan/minuman yang disuguhkan tersebut bercampur dengan hak orang yang di bawah pengampuan (mahjur) atau hak ahli waris yang tidak meridokannya, atau jika mayat tersebut masih memiliki utang yang belum diselesaikan, maka hukumnya adalah haram. (Mengambil rujukan dari kitab I’anatut Thalibin). Mengenai kenduri pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, hingga ke-1000 (haol/haul), menurut keputusan Kongres Nahdlatul Ulama ke-3 di Surabaya, hukumnya adalah makruh. Kenduri yang diadakan di negeri kita ini mengenai perjamuan dari keluarga mayat demi kepentingan mayat tersebut merupakan tradisi/kebiasaan Jahiliyah.    Bahwasanya kiai-kiai yang tidak menghukumkan makruh atau haram dalam risalahnya, tetap akan menanggung dosa seperti dosanya orang-orang yang tidak mengenal hukum syariat Islam.  Adapun ulama-ulama yang selama ini menjadi pemancing berkat (mencari keuntungan dari selamatan), yang lebih suka menyembunyikan kebenaran demi berkat, atau yang memutarbalikkan isi buku/kitab—sehingga perkara yang makruh dijadikan sunnah, dan perkara sunnah dijadikan wajib—maka merekalah yang paling jahat di kalangan umat Islam. #muslimindonesia #santri #pondokpesantren #ulama #nahdlatululama
TERJEMAHAN DARI MANUSKRIP / TRANSKRIPT HASIL MUKTAMAR/KONGRES TERSEBUT Makan-makan di Rumah Orang yang Meninggal Dunia Di bawah ini, kami menyalin selebaran dari kaum Nahdlatul Ulama, Cirebon. Kami menyalin tanpa mengubah apa pun, hanya mengurutkan tata letaknya. MASALAH KENDURI (TAHLILAN/SELAMETAN) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mengenai masalah kenduri (ngesuhr tanah / selamatan kematian), hal ini telah diperbincangkan dalam Kongres Nahdlatul Ulama ke-13 di Menes. Jawaban mengenai masalah ini: Dimaklumi berdasarkan keputusan di Malang, hukum makan dan minum ketika bertakziah kepada mayat adalah makruh. Akan tetapi, apabila makanan/minuman yang disuguhkan tersebut bercampur dengan hak orang yang di bawah pengampuan (mahjur) atau hak ahli waris yang tidak meridokannya, atau jika mayat tersebut masih memiliki utang yang belum diselesaikan, maka hukumnya adalah haram. (Mengambil rujukan dari kitab I’anatut Thalibin). Mengenai kenduri pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, hingga ke-1000 (haol/haul), menurut keputusan Kongres Nahdlatul Ulama ke-3 di Surabaya, hukumnya adalah makruh. Kenduri yang diadakan di negeri kita ini mengenai perjamuan dari keluarga mayat demi kepentingan mayat tersebut merupakan tradisi/kebiasaan Jahiliyah. Bahwasanya kiai-kiai yang tidak menghukumkan makruh atau haram dalam risalahnya, tetap akan menanggung dosa seperti dosanya orang-orang yang tidak mengenal hukum syariat Islam. Adapun ulama-ulama yang selama ini menjadi pemancing berkat (mencari keuntungan dari selamatan), yang lebih suka menyembunyikan kebenaran demi berkat, atau yang memutarbalikkan isi buku/kitab—sehingga perkara yang makruh dijadikan sunnah, dan perkara sunnah dijadikan wajib—maka merekalah yang paling jahat di kalangan umat Islam. #muslimindonesia #santri #pondokpesantren #ulama #nahdlatululama

About