@bacsidotrongbin: Quần Short Kaki Form Ngang Gối #HK1970 #quanshortnam #bacsiphoido

Bác Sĩ Phối Đồ
Bác Sĩ Phối Đồ
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 15 June 2026 01:47:49 GMT
678
1
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @bacsidotrongbin, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

4)
4) "Cantik banget ya pilihan anaknya Bos" Suara berisik dari gumaman beberapa staf, begitu kamu tiba di kantor. Kamu hanya ngangguk begitu sapaan menyapamu. "Evan" "Hai!" Dia melambai dari ujung lorong, jalan cepat ke arahmu, diikuti seorang staf perempuan di sebelahnya. "Y/n lo dateng?" Dia bersiul, meneliti penampilanmu. "Ikut sekretaris gue gih, ganti baju" "Harus?" Tanyamu berwajah datar. "Biar nambah cantik" - Di atas meja, terdapat satu set baju baru yang masih terbungkus. "Ini bajunya ya kak, sudah dipilihkan dari tim, bisa dipakai sekarang ya," ujarnya sebelum keluar menutup pintu. Kamu sama sekali tak menaruh curiga, lantas mengganti pakaianmu dengan yang baru. Sebuah baju oversized knit sweater berwarna merah marun yang sedikit dimasukkan kedalam bawahan rok span hitam panjang dengan belahan panjang di bagian tengah paha kirimu. Membentuk lekuk pinggang serta kaki jenjangmu. "Shit. Ini terlalu..." - Begitu kamu keluar dari ruang ganti, studio terlihat sunyi. Para kru menatapmu tanpa berkedip, kagum. Evan yang tengah mengatur kamera, menoleh, menarik sebelah sudut bibirnya ke atas begitu kamu ngelangkah. Sejenak napasmu memberat, gugup, kaku. Mengutuk rok span yang kamu kenakan. Bagaimana tidak. Karena setiap kamu melangkah, belahan rok itu sedikit terbuka, memamerkan siluet kakimu yang jenjang. Nadamu berbisik, cemas. "Evan... roknya-" "Cocok di lo kok," potongnya datar, meski debarannya semakin kencang. Evan berusaha bersikap biasa di depanmu. Karena kamu cuma gak ngerti. Di kepala, Evan lagi ngerasa puas dengan pilihan outfitnya hingga membuatmu terlihat menawan sekaligus memicu debaran panas di tubuhnya. "Siap pemotretan?" Evan mengangkat kamera yang melingkar di lehernya, senyum giginya terlihat, nyengir. - Tubuhmu ambruk di atas kasur milikmu yang dingin. Helaan napasmu, kasar, panjang. Energimu telah terkuras habis di pemotretan. Belum sempat matamu terpejam, deretan notif berbunyi nyaring di tengah kamarmu yang sunyi. Hasil pemotretan sudah keluar. Dan langsung trending topik dengan cepat di akun media sosial kantor Papanya Evan. Tak lama, akun base sekolahan ikut koar-koar tentang kamu. Kepalamu rasanya pengen pecah. Setelah ini kamu cuma pasrah kalau Mama sampai dengar semuanya. - "Kiw, cantik! Mau kemana jalan sendirian?" Kamu mendengus, acuh dengan Evan yang terus membuntuti. Beberapa siswa di koridor sempat lirik, godain. Evan terkikik geli. "Cantiknya Evan mau kemana?" Kedua kakimu reflek berhenti. "Lo bilang apa tadi? Mau gue tinju? Urusan kita udah selesai ya Evan, gue gak punya utang apapun lagi sama lo" Ia justru terkikik rendah. "Gue pengen aja ganggu," telunjuknya mencolek dagumu usil. "Lo pergi atau gue teriak?!" "Teriak apa?" "Lo cowok kurang ajar!" Evan menaikkan alis, senyumnya naik, menatapmu dengan geli. "Segitunya? Lagi gue deketin loh" "Lo bukan tipe gue" ucapanmu telak, mulutnya langsung diam. "Tipe lo gimana emang?" Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana, menunduk, sebab tinggi badanmu yang hanya sebatas dadanya. "Hm?" "Rengking" Sejenak kamu melihat perubahan di raut wajahnya, dan saat ia menjauhkan wajah darimu. "Gue juga bisa kok" Tapi kamu langsung pergi tanpa peduli. "Y/n!" "BOS!" Teriak Dino dari lapangan basket. "Apa?!" Sahut Evan galak. Jungwon mengoper bola ke Dino, lantas mendekati Evan. "Pake cara lain aja Bos" Kedua alisnya naik, bingung. "Cara apa? Dia gak suka gue yang oon" "Ck, lo punya pesona milik lo sendiri Bos, yang cowok lain gak punya" "Ya apa kampret?" "Suara musik lo" Riki, membuat mereka menoleh serempak ke belakang. - Di dalam kamar yang remang, hanya ada cahaya kemuning dari lampu tidur. Evan terjaga di tengah malam. Duduk, di sofa kamar. Terkekeh rendah, geli, bercambur debaran menggelitik di dalam dada. "Cantik," gumamannya bak spam yang terus keluar dari bibirnya. Sementara tangannya mengelus beberapa polaroid candid dirimu, yang diam-diam ia ambil saat pemotretan di studio. "Kalau gue katahuan, pasti lo bakal ngamuk. Lo gak suka pakai baju ketat" "Tapi gue suka denger suara amukan lo..." bisiknya, serak, berat.

About