@user6736552779337: Don’t miss the new yellowstones pin off-duttonranch coming soon to paramount +on may 15th #usa #themadison #duttonranch #yellowstonetv #fyp

user6736552779337
user6736552779337
Open In TikTok:
Region: US
Monday 15 June 2026 09:01:28 GMT
10770
545
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @user6736552779337, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax resmi diberlakukan akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta adanya gangguan pada pasokan energi secara global. Fifi Aleyda Yahya, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, dalam penjelasan resminya menyatakan bahwa sebagai produk non-subsidi, harga Pertamax memang dirancang untuk mengikuti fluktuasi harga pasar. Kendati mengalami kenaikan, harga jual Pertamax di Indonesia diklaim masih menjadi salah satu yang paling terjangkau jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN. Pemerintah juga memastikan tidak ada kenaikan harga untuk jenis BBM subsidi. Tarif untuk Pertalite dipastikan tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar juga tidak mengalami perubahan harga dan tetap dijual Rp6.800 per liter. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat yang paling membutuhkan bantuan. Langkah penyesuaian harga Pertamax ini terpaksa diambil untuk menghindari beban yang lebih besar pada keuangan negara. Jika harga komoditas ini terus ditahan di bawah nilai keekonomiannya, anggaran negara yang seharusnya dialokasikan untuk sektor krusial lain akan terkuras. “Artinya, uang yang seharusnya bisa digunakan untuk sekolah, rumah sakit, bantuan sosial, maupun pembangunan lainnya, akhirnya habis untuk menutup selisih harga BBM,” ujar Fifi Aleyda Yahya saat memberikan keterangan terkait urgensi kebijakan tersebut. Melalui penyesuaian ini, skema subsidi diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran, sehingga bantuan yang dikucurkan oleh negara benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhak, bukan oleh mereka yang tergolong mampu. #HargaBBM #PertamaxNaik #BBMSubsidi #KebijakanEkonomi #OneDayOneTiktok
Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax resmi diberlakukan akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta adanya gangguan pada pasokan energi secara global. Fifi Aleyda Yahya, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, dalam penjelasan resminya menyatakan bahwa sebagai produk non-subsidi, harga Pertamax memang dirancang untuk mengikuti fluktuasi harga pasar. Kendati mengalami kenaikan, harga jual Pertamax di Indonesia diklaim masih menjadi salah satu yang paling terjangkau jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN. Pemerintah juga memastikan tidak ada kenaikan harga untuk jenis BBM subsidi. Tarif untuk Pertalite dipastikan tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar juga tidak mengalami perubahan harga dan tetap dijual Rp6.800 per liter. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat yang paling membutuhkan bantuan. Langkah penyesuaian harga Pertamax ini terpaksa diambil untuk menghindari beban yang lebih besar pada keuangan negara. Jika harga komoditas ini terus ditahan di bawah nilai keekonomiannya, anggaran negara yang seharusnya dialokasikan untuk sektor krusial lain akan terkuras. “Artinya, uang yang seharusnya bisa digunakan untuk sekolah, rumah sakit, bantuan sosial, maupun pembangunan lainnya, akhirnya habis untuk menutup selisih harga BBM,” ujar Fifi Aleyda Yahya saat memberikan keterangan terkait urgensi kebijakan tersebut. Melalui penyesuaian ini, skema subsidi diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran, sehingga bantuan yang dikucurkan oleh negara benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhak, bukan oleh mereka yang tergolong mampu. #HargaBBM #PertamaxNaik #BBMSubsidi #KebijakanEkonomi #OneDayOneTiktok

About