YannzZz :
When ya..." bukan sekadar dua kata yang terdengar sederhana. Ia adalah bisikan yang lahir dari hati yang terlalu lama menjadi penonton. Sebuah kalimat pendek yang selalu muncul setiap kali melihat dua insan saling menggenggam tangan, saling menguatkan, atau sekadar saling menunggu di ujung hari. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanyalah ungkapan iseng. Namun bagiku, ia adalah bentuk paling jujur dari sebuah harapan yang tak pernah menemukan keberanian untuk tumbuh menjadi permintaan. "When ya..." adalah cara hati bertanya tanpa menyalahkan semesta. Ia bukan bentuk iri kepada mereka yang telah menemukan cintanya, melainkan kerinduan untuk mengetahui seperti apa rasanya dicintai dengan tulus. Rasanya memiliki seseorang yang mengingat hal-hal kecil tentangku, yang menanyakan kabarku tanpa alasan, yang menjadikan kehadiranku sebagai bagian dari hari-harinya. Hal-hal yang bagi banyak orang tampak biasa, justru terasa seperti kemewahan yang belum pernah singgah dalam hidupku. Aku sering bertanya-tanya, seperti apa rasanya menjadi alasan seseorang tersenyum ketika membaca namaku di layar ponselnya. Seperti apa rasanya dipilih tanpa harus bersaing, diprioritaskan tanpa harus meminta, dipeluk tanpa perlu menjelaskan bahwa hari ini terasa berat. Aku tak pernah benar-benar tahu jawabannya. Selama ini aku hanya mengenal cinta dari cerita, dari lagu-lagu yang mengajarkan rindu, dari film yang selalu berhasil menghadirkan akhir bahagia, dan dari kebahagiaan orang lain yang kulihat dari kejauhan. Maka setiap kali hati berbisik, yang keluar hanyalah satu kalimat yang sama.
"When ya..."
Kapan giliranku merasakan semua itu Kapan semesta mempertemukanku dengan seseorang yang membuat kata pulang tak lagi berarti sebuah tempat, melainkan seorang manusia? Kapan aku berhenti menjadi penonton di kisah cinta orang lain, lalu mulai hidup dalam ceritaku sendiri? Aku tidak meminta kisah yang sempurna. Aku tidak menginginkan romansa yang megah seperti dalam novel atau film. Aku hanya ingin merasakan hal-hal kecil yang selama ini selalu terlihat begitu sederhana di mata orang lain. Berjalan berdampingan tanpa merasa sendirian. Bertukar cerita hingga larut malam.
2026-07-16 12:48:58