@user37268640218: et mes valeurs ☹️☹️☹️#resolution? #principes #valeurs #3e

elisa🌶️
elisa🌶️
Open In TikTok:
Region: FR
Monday 15 June 2026 11:10:29 GMT
649
102
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @user37268640218, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

JAKARTA, Jatengnews.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan bahwa 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Penetapan tersebut diumumkan setelah pelaksanaan rukyatul hilal pada Senin (15/6/2026) atau bertepatan dengan 29 Dzulhijjah 1447 H. Dalam pengumuman Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026 tentang Awal Bulan Muharram 1448 H, Lembaga Falakiyah PBNU menyampaikan bahwa laporan rukyatul hilal telah diterima dari berbagai lokasi pemantauan di Indonesia. Namun, hasil pemantauan menunjukkan bahwa seluruh lokasi rukyat tidak berhasil melihat hilal. Oleh karena itu, penentuan awal bulan Muharram dilakukan berdasarkan metode istikmal, yaitu menyempurnakan bulan Dzulhijjah menjadi 30 hari. “Dengan demikian, awal bulan Muharram 1448 H bertepatan dengan Rabu Kliwon, 17 Juni 2026 M, dimulai sejak malam Rabu,” demikian bunyi pengumuman Lembaga Falakiyah PBNU. PBNU juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Nahdliyin dan pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan rukyatul hilal di berbagai daerah. Selain itu, jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se-Indonesia diimbau untuk aktif menyebarluaskan informasi penetapan awal Muharram 1448 H kepada masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama di wilayah masing-masing. Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, PBNU turut mengajak umat Islam untuk memperbanyak doa dan refleksi diri sebagai bentuk syukur atas datangnya tahun baru Hijriah. Selengkapnya lihat di Website Jatengnews.id #muharram #tahunbaru #hijriyah #pbnu #nahdlatululama
JAKARTA, Jatengnews.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan bahwa 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Penetapan tersebut diumumkan setelah pelaksanaan rukyatul hilal pada Senin (15/6/2026) atau bertepatan dengan 29 Dzulhijjah 1447 H. Dalam pengumuman Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026 tentang Awal Bulan Muharram 1448 H, Lembaga Falakiyah PBNU menyampaikan bahwa laporan rukyatul hilal telah diterima dari berbagai lokasi pemantauan di Indonesia. Namun, hasil pemantauan menunjukkan bahwa seluruh lokasi rukyat tidak berhasil melihat hilal. Oleh karena itu, penentuan awal bulan Muharram dilakukan berdasarkan metode istikmal, yaitu menyempurnakan bulan Dzulhijjah menjadi 30 hari. “Dengan demikian, awal bulan Muharram 1448 H bertepatan dengan Rabu Kliwon, 17 Juni 2026 M, dimulai sejak malam Rabu,” demikian bunyi pengumuman Lembaga Falakiyah PBNU. PBNU juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Nahdliyin dan pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan rukyatul hilal di berbagai daerah. Selain itu, jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se-Indonesia diimbau untuk aktif menyebarluaskan informasi penetapan awal Muharram 1448 H kepada masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama di wilayah masing-masing. Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, PBNU turut mengajak umat Islam untuk memperbanyak doa dan refleksi diri sebagai bentuk syukur atas datangnya tahun baru Hijriah. Selengkapnya lihat di Website Jatengnews.id #muharram #tahunbaru #hijriyah #pbnu #nahdlatululama

About