@user5869682191508: خادم المام الحسين الشهيد سيد ناجي المرياني رحمه الله

يا علي الكبر
يا علي الكبر
Open In TikTok:
Region: IQ
Monday 15 June 2026 11:11:48 GMT
8562
1180
35
23

Music

Download

Comments

user8986302763181
أمنية شائق يتمنى 🕊️🦋 :
2026-06-15 18:08:56
1
mm.mn5
محمود كركوك :
:الله يرحمه برحمته الواسعه ويسكنه فسيح جناته يارب العالمين
2026-06-16 00:44:59
0
mugtba64
mugtba :
صح من بغداد اني بس بجيت عليه سيد ناجي الله يرحمه
2026-06-15 16:43:51
0
y_313a2
يحيى عبود :
غصه بالكلب سيد ناجي 💔
2026-06-15 22:50:13
1
user6117081808561
احمد الخفاجي :
الله يرحمه
2026-06-15 21:48:52
0
user92234983033574
رضا صبيح :
الله يرحمه
2026-06-15 21:05:26
0
9cg.2
علاِيَش💙 :
الله يرحمه برحمته الواسعه ❤️
2026-06-15 21:27:17
0
6zt7ll
هشام الظفيري :
2026-06-15 20:52:47
1
abas.sad.alknany
عباس العراقي :
😭😭😭😭 الف رحمة على روحة
2026-06-15 19:19:36
0
user59793248197982
🌹الملگي🌹 :
الله يرحمه برحمته الواسعة
2026-06-15 21:04:28
0
aili99
علاوي البصراوي :
الله يرحمه 😞
2026-06-15 20:45:30
0
ahmedalzaidawi00
احمد الزيداوي3702 :
الله يرحمه برحمه الواسعه
2026-06-15 20:39:57
0
useriyiqi8uq6w
جرح الايام :
اي والله حرمات ياسيد ناجي
2026-06-15 16:59:46
0
9df_ui
عبس :
الف رحمه على روحك
2026-06-15 19:36:51
0
userj6l4cnqupf
حمودي العكيلي :
الله يرحمه برحمته الواسعه
2026-06-15 19:03:52
0
user8795496546496
سيف ابو ذوالفقار :
الله يرحمه برحمته الواسعه
2026-06-15 16:44:42
0
qasim65293
qasim :
اي والله حرامات وخسارة جبيرة سيد ناجي لا اعتراض على رب العالمين الحمدلله
2026-06-15 16:18:02
1
user8986302763181
أمنية شائق يتمنى 🕊️🦋 :
يا
2026-06-15 18:08:52
0
user554052654
Mohammad :
الله يرحمه برحمته الواسعه ويسكنه فسيح جناته يارب العالمين
2026-06-15 22:46:33
1
user262428198794
علي :
الله يرحمه ويسكنه فسيح جناته
2026-06-16 01:07:38
0
king.99395
كرار :
الله يرحمه سيد ناجي زلمه كلف
2026-06-15 21:33:08
1
xxozoz
رو ضيہ :
💔💔
2026-06-15 22:08:40
1
ail_hh_7
عقيل البصراوي :
💔💔💔
2026-06-15 21:49:39
0
aili99
علاوي البصراوي :
😞😞
2026-06-15 20:44:48
0
euhrvrjejr
..... :
❤️❤️❤️
2026-06-15 11:32:18
0
To see more videos from user @user5869682191508, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 2 | Pagi itu kamu terdiam, mengingat tentang sunghoon semalam. Tentang namanya, wajahnya, semuanya. Pandanganmu jatuh ke kasur, tanganmu bergerak cepat meraih selimut. Wangi parfumnya… masih menempel di sana. Perlahan kamu memeluknya, seolah memeluk sunghoon yang pagi ini menghilang tanpa jejak. “Baru semalem kamu janji bakal balik…sekarang kamu ninggalin aku lagi?” gumammu lirih. “Apa semalem itu mimpi?” tanyamu bingung pada diri sendiri. Kamu menatap sekeliling ruangan, mencoba mencari sesuatu yang bisa meyakinkan keraguanmu.  Dengan terburu-buru, kamu turun dari tempat tidur. Langkahmu sedikit goyah saat berjalan ke arah cermin, napasmu masih tak beraturan. Kamu menatap refleksimu sampai tiba-tiba pandanganmu berhenti di satu titik. Lehermu. Bekas kemerahan itu masih jelas terlihat, begitu nyata. Napasmu tercekat, tanganmu perlahan menyentuhnya seakan memastikan itu bukan halusinasi. Dan dalam sekejap, semua potongan malam itu kembali. Senyummu sempat muncul sesaat. Hangat, asing, hampir seperti bahagia. Tapi perlahan semuanya memudar. Dadamu kembali terasa kosong, karena kamu sadar Sunghoon kini meninggalkanmu dengan cinta yang ia kembalikan hanya untuk satu malam. ••• Kamu mencoba mencari tentang sunghoon sebisamu setelah malam itu. Tapi nihil, kamu tak pernah bertemu dengannya lagi. Seakan dia benar-benar sengaja menghilang tanpa jejak. “Lo masih nyariin sunghoon?” tanya Agnes setelah meneguk minumannya tanpa sisa. “Of course. Gue nggak bisa lupa setelah malam itu dia dateng,” jawabmu tanpa ragu. Agnes mendecak pelan. “Lo halu kali. Dia tuh nggak pernah dateng.” Kamu menghela singkat. “Gue nggak halu, Agnes. Gue… beneran sama dia malam itu.” Agnes memutar bola matanya, jelas muak. “Cowok red flag lo cariin.” Agnes menunjuk sekumpulan pria di belakangmu dengan dagunya. “Liat tuh, cowok mapan masih banyak. Pada ngantri.” Kamu hanya diam, tak menjawab. Memang, setiap hari Agnes selalu membawakan berbagai macam laki-laki untukmu. Tapi entah mengapa, kamu rasa... mereka tidak cukup. Tidak cukup mengantikan Sunghoon. Bahkan setiap laki-laki yang mencoba mendekat, kamu enggan. Selalu kamu tolak. ••• Malam demi malam berlalu, kamu tetap datang ke tempat yang sama. Bukan untuk bertemu siapa-siapa, tapi untuk lupa. Atau mungkin… berharap malam itu terulang lagi.  Sampai suatu malam Agnes datang lagi. Kali ini, dengan seorang pria di sampingnya. Tinggi, rapi, penampilannya cukup dewasa dan mapan. Garis rahangnya tegas, wajahnya nyaris sempurna. Bahkan dari jauh, wangi maskulinnya sudah terasa. Kamu masih duduk di tempatmu, menatap gelas di tangan yang hampir kosong, sambil menggoyangnya pelan. Tapi kamu tak menoleh. “Y/n, kenalin. ini jay,” ucap Agnes. “Dia cowok mapan. Punya perusahaan besar di luar negeri.” Agnes mendekat, berbisik. “Dan… dia duda.” Pria itu berdiri tegap, senyum tipis terlukis di wajahnya. Ia menyodorkan tangan. “Hai, y/n. Saya jay. Senang bisa bertemu kamu malam ini.” Kamu terdiam sejenak, lalu perlahan berdiri. Kamu menatap Agnes, lalu Jay. “Sorry. Gak tertarik.” Tanpa menunggu jawaban, kamu hendak berbalik pergi. Tapi Agnes yang muak akhirnya menahanmu. “Lo tuh maunya apa sih?” tanya Agnes kesal. Kamu menatap Agnes datar. “Gue maunya dia.” ••• Malam itu kamu pulang lebih cepat. Ternyata menutup semua dengan tawa saja tidak cukup. Begitu sampai di apartemenmu, jarimu tergerak mengetik namanya. Entah, mungkin karena hatimu yang tiba-tiba menuntut kepastian. Kamu memencet tombol panggil, ternyata… berdering. Hatimu sempat lega, bahkan jantungmu berdegup keras. Berharap Sunghoon benar-benar mengangkat.  Hingga panggilan itu terjawab. Tanpa aba, kamu langsung bicara. “Sunghoon, kamu dimana? Aku kangen. Tolong pulang… aku butuh kamu…” “Kamu kenapa ninggalin aku waktu itu…? bukannya kamu janji buat balik ke aku…?” ucapmu lirih dengan rengekan khasmu, diseling tangis kecil. Tapi sepanjang itu, di sana tak ada suara sepatah kata pun. Sunyi, tapi… tersambung. “Hoon—” Panggilan itu tiba-tiba terputus. +💬 #pov #sunghoon #sunghoonedit #sunghoonenhypen #fyp
POV 2 | Pagi itu kamu terdiam, mengingat tentang sunghoon semalam. Tentang namanya, wajahnya, semuanya. Pandanganmu jatuh ke kasur, tanganmu bergerak cepat meraih selimut. Wangi parfumnya… masih menempel di sana. Perlahan kamu memeluknya, seolah memeluk sunghoon yang pagi ini menghilang tanpa jejak. “Baru semalem kamu janji bakal balik…sekarang kamu ninggalin aku lagi?” gumammu lirih. “Apa semalem itu mimpi?” tanyamu bingung pada diri sendiri. Kamu menatap sekeliling ruangan, mencoba mencari sesuatu yang bisa meyakinkan keraguanmu. Dengan terburu-buru, kamu turun dari tempat tidur. Langkahmu sedikit goyah saat berjalan ke arah cermin, napasmu masih tak beraturan. Kamu menatap refleksimu sampai tiba-tiba pandanganmu berhenti di satu titik. Lehermu. Bekas kemerahan itu masih jelas terlihat, begitu nyata. Napasmu tercekat, tanganmu perlahan menyentuhnya seakan memastikan itu bukan halusinasi. Dan dalam sekejap, semua potongan malam itu kembali. Senyummu sempat muncul sesaat. Hangat, asing, hampir seperti bahagia. Tapi perlahan semuanya memudar. Dadamu kembali terasa kosong, karena kamu sadar Sunghoon kini meninggalkanmu dengan cinta yang ia kembalikan hanya untuk satu malam. ••• Kamu mencoba mencari tentang sunghoon sebisamu setelah malam itu. Tapi nihil, kamu tak pernah bertemu dengannya lagi. Seakan dia benar-benar sengaja menghilang tanpa jejak. “Lo masih nyariin sunghoon?” tanya Agnes setelah meneguk minumannya tanpa sisa. “Of course. Gue nggak bisa lupa setelah malam itu dia dateng,” jawabmu tanpa ragu. Agnes mendecak pelan. “Lo halu kali. Dia tuh nggak pernah dateng.” Kamu menghela singkat. “Gue nggak halu, Agnes. Gue… beneran sama dia malam itu.” Agnes memutar bola matanya, jelas muak. “Cowok red flag lo cariin.” Agnes menunjuk sekumpulan pria di belakangmu dengan dagunya. “Liat tuh, cowok mapan masih banyak. Pada ngantri.” Kamu hanya diam, tak menjawab. Memang, setiap hari Agnes selalu membawakan berbagai macam laki-laki untukmu. Tapi entah mengapa, kamu rasa... mereka tidak cukup. Tidak cukup mengantikan Sunghoon. Bahkan setiap laki-laki yang mencoba mendekat, kamu enggan. Selalu kamu tolak. ••• Malam demi malam berlalu, kamu tetap datang ke tempat yang sama. Bukan untuk bertemu siapa-siapa, tapi untuk lupa. Atau mungkin… berharap malam itu terulang lagi. Sampai suatu malam Agnes datang lagi. Kali ini, dengan seorang pria di sampingnya. Tinggi, rapi, penampilannya cukup dewasa dan mapan. Garis rahangnya tegas, wajahnya nyaris sempurna. Bahkan dari jauh, wangi maskulinnya sudah terasa. Kamu masih duduk di tempatmu, menatap gelas di tangan yang hampir kosong, sambil menggoyangnya pelan. Tapi kamu tak menoleh. “Y/n, kenalin. ini jay,” ucap Agnes. “Dia cowok mapan. Punya perusahaan besar di luar negeri.” Agnes mendekat, berbisik. “Dan… dia duda.” Pria itu berdiri tegap, senyum tipis terlukis di wajahnya. Ia menyodorkan tangan. “Hai, y/n. Saya jay. Senang bisa bertemu kamu malam ini.” Kamu terdiam sejenak, lalu perlahan berdiri. Kamu menatap Agnes, lalu Jay. “Sorry. Gak tertarik.” Tanpa menunggu jawaban, kamu hendak berbalik pergi. Tapi Agnes yang muak akhirnya menahanmu. “Lo tuh maunya apa sih?” tanya Agnes kesal. Kamu menatap Agnes datar. “Gue maunya dia.” ••• Malam itu kamu pulang lebih cepat. Ternyata menutup semua dengan tawa saja tidak cukup. Begitu sampai di apartemenmu, jarimu tergerak mengetik namanya. Entah, mungkin karena hatimu yang tiba-tiba menuntut kepastian. Kamu memencet tombol panggil, ternyata… berdering. Hatimu sempat lega, bahkan jantungmu berdegup keras. Berharap Sunghoon benar-benar mengangkat. Hingga panggilan itu terjawab. Tanpa aba, kamu langsung bicara. “Sunghoon, kamu dimana? Aku kangen. Tolong pulang… aku butuh kamu…” “Kamu kenapa ninggalin aku waktu itu…? bukannya kamu janji buat balik ke aku…?” ucapmu lirih dengan rengekan khasmu, diseling tangis kecil. Tapi sepanjang itu, di sana tak ada suara sepatah kata pun. Sunyi, tapi… tersambung. “Hoon—” Panggilan itu tiba-tiba terputus. +💬 #pov #sunghoon #sunghoonedit #sunghoonenhypen #fyp

About