@d157814: 今天跟粉筆拍照#黑長直 #田徑女孩 #fyp #高雄 #蝦 @抖音流量傳播員(台灣🇹🇼) @粉筆

劉小涵ྀི
劉小涵ྀི
Open In TikTok:
Region: TW
Monday 15 June 2026 12:00:38 GMT
272
16
5
1

Music

Download

Comments

user73055361482263
世鑫遊覽公司-鯊魚 :
第一
2026-06-15 16:34:08
0
peggy4957
⓪④①⑧ :
誰啊
2026-06-15 14:02:44
0
xyn._.1125
👾 :
粉筆 學長欸
2026-06-18 11:38:37
0
To see more videos from user @d157814, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 11 | Angin pantai berhembus pelan, membawa aroma laut yang samar. Matahari mulai turun perlahan, langit berubah jingga keemasan. Kean masih berdiri di depanmu sambil tersenyum puas melihat gelang di tanganmu. Ia mengambil gelang lain dengan warna senada lalu memakainya sendiri. “Norak.” Sean berkomentar singkat. “Diem lu.” Kamu terkekeh kecil melihat mereka lagi-lagi seperti anak kecil. Setelah membeli beberapa minuman, kalian akhirnya duduk di area rumput dekat pantai. Tidak terlalu ramai, hanya suara ombak dan anak-anak kecil bermain air dari kejauhan. Kean merebahkan diri begitu saja di rumput. “Capek.” “Padahal baru dateng.” Kamu menatapnya heran. Sean duduk tak jauh darimu, satu lutut ditekuk sambil memainkan botol minumnya. Tatapannya sesekali mengarah ke laut, sesekali ke arahmu. Diam. Namun justru diam Sean terasa aneh akhir-akhir ini. Seolah kepalanya penuh sesuatu yang tidak bisa dia keluarkan. Kean tiba-tiba bangkit dari duduknya. “Eh ayo foto.” “Hah?” “Cepet sini.” Sebelum sempat menolak, Kean sudah menarik ponselnya lalu mendekat ke arahmu. Bahunya sengaja menempel sedikit. “Jangan deket banget.
POV 11 | Angin pantai berhembus pelan, membawa aroma laut yang samar. Matahari mulai turun perlahan, langit berubah jingga keemasan. Kean masih berdiri di depanmu sambil tersenyum puas melihat gelang di tanganmu. Ia mengambil gelang lain dengan warna senada lalu memakainya sendiri. “Norak.” Sean berkomentar singkat. “Diem lu.” Kamu terkekeh kecil melihat mereka lagi-lagi seperti anak kecil. Setelah membeli beberapa minuman, kalian akhirnya duduk di area rumput dekat pantai. Tidak terlalu ramai, hanya suara ombak dan anak-anak kecil bermain air dari kejauhan. Kean merebahkan diri begitu saja di rumput. “Capek.” “Padahal baru dateng.” Kamu menatapnya heran. Sean duduk tak jauh darimu, satu lutut ditekuk sambil memainkan botol minumnya. Tatapannya sesekali mengarah ke laut, sesekali ke arahmu. Diam. Namun justru diam Sean terasa aneh akhir-akhir ini. Seolah kepalanya penuh sesuatu yang tidak bisa dia keluarkan. Kean tiba-tiba bangkit dari duduknya. “Eh ayo foto.” “Hah?” “Cepet sini.” Sebelum sempat menolak, Kean sudah menarik ponselnya lalu mendekat ke arahmu. Bahunya sengaja menempel sedikit. “Jangan deket banget." “Biar estetik.” Cekrek. Beberapa foto berhasil diambil. Kean melihat hasilnya lalu tersenyum puas. “Bagus.” “Mana coba liat.” Kamu mendekat untuk melihat layar ponselnya. Sementara itu Sean memperhatikan dari samping dengan rahang sedikit mengeras. Kean terlalu dekat. Terlalu nyaman. Dan kamu tidak menjauh. Sean mengalihkan pandangannya ke laut, berusaha terlihat biasa saja. “Sean sini.” Ucapmu tiba-tiba. Sean menoleh pelan. “Kita bertiga foto.” Kean langsung mengangkat alis. “Najis.” “Kean.” “Oke oke.” Akhirnya Sean berjalan mendekat. Berbeda dengan Kean yang santai, Sean terlihat kaku saat berdiri di sampingmu. “Cepetan woi.” Keluh Kean sambil mengangkat ponsel. Kamu otomatis mendekat sedikit ke Sean agar frame kameranya pas. Dan itu cukup membuat Sean membeku sepersekian detik. “Sean senyum.” Gumammu pelan. Tatapan Sean turun ke arahmu. Dekat sekali. Angin meniup rambutmu hingga sedikit berantakan lagi. Sean tanpa sadar mengangkat tangannya, menyingkirkan helai rambut yang menutupi wajahmu. Gerakannya pelan. Lembut. Kean yang melihat itu langsung menurunkan ponselnya. Ekspresinya berubah tipis. Sean baru tersadar beberapa detik lalu menarik tangannya cepat. "Foto aja.” Suasana mendadak aneh. Kamu menatap Sean bingung, sementara Kean hanya menyipitkan mata seolah sedang memikirkan sesuatu. Cekrek. Foto akhirnya terambil. Namun setelah itu tidak ada yang langsung bicara. Sampai— Bruk. Seorang anak kecil tiba-tiba menabrak kakimu karena berlari terlalu cepat di atas rumput. “Aduh— maaf kak!” Kamu kehilangan keseimbangan. Sean refleks menarik pinggangmu cepat sebelum tubuhmu jatuh ke belakang. Dan kali ini— Kean melihat semuanya dengan jelas. Kean diam. Untuk pertama kalinya sejak tadi, dia benar-benar diam. Tatapannya turun ke tangan Sean yang masih berada di pinggangmu beberapa detik lebih lama dari yg seharusnya. Sementara kamu masih terkejut karena hampir jatuh. “Eh— makasih…” Sean langsung melepasmu pelan. Anak kecil tadi buru-buru kabur lagi setelah minta maaf berkali-kali. Dan sekarang suasananya jadi jauh lebih canggung. Kean berdiri sambil memasukkan tangan ke saku hoodie tipisnya. “Oke.” Kamu menoleh bingung. “Oke?” “Gapapa.” Jawabannya terlalu singkat. Sean melirik adiknya sebentar, lalu berdiri juga. “Ayo beli makan.” “Gue ga laper.” Sahut Kean cepat. "Ga usah lebay, drama banget sih" “Kata siapa drama?” Nada Kean mulai berubah. Kamu langsung menyadarinya. Biasanya Kean akan membalas santai atau bercanda, tapi sekarang ekspresinya berbeda. Senyumnya masih ada, hanya matanya yg serius. Sean berjalan mendekat sedikit. “Lo kenapa?” “Harusnya gue yg nanya.” Hening. Angin pantai terasa makin dingin saat matahari mulai tenggelam. Kamu menatap mereka bergantian. “Kean?” “Lo beneran suka ya sama dia?” Kamu langsung membeku, lagi-lagi Kean membahas topik ini. Sean juga diam. Tatapan mereka bertemu beberapa detik yang terasa sangat lama. #seonghyeon #keonho #justpov #alternativeuniverse #foryoupage

About