@samaadigital: Iran–US Agreement Ceremony to Be Held in Geneva on June 19 Under Pakistan’s Facilitation: PM Shehbaz Sharif | Samaa TV #SamaaTV #PMShehbazSharif #IranUSCeasefire #USIranDeal #AgreementCeremony #Geneva #USA #IRAN #MiddleEast

Samaa TV
Samaa TV
Open In TikTok:
Region: PK
Monday 15 June 2026 15:40:00 GMT
11342
456
12
5

Music

Download

Comments

farhan00002ja
Black :
2026-06-15 15:43:00
0
muddasir.ahmed123
muddasir :
figure of mehak Aslam 🔥
2026-06-15 16:32:35
0
daddygeorge041
daddy George 😉 :
petrol to sasta kr de rozgar to laye Pakistan mein
2026-06-15 15:48:25
1
malikusman__999__
⚔️ 🇲🇽 🔰MaLik UsMan ☄️ 🥇 :
8()4 wala kdr ha 😅😆
2026-06-15 15:47:30
0
ibtisam_hassan7
BHATTI⚜️ :
😁😁😁
2026-06-15 16:39:11
0
shafiq7090
shafjq :
❤️❤️❤️
2026-06-15 15:52:43
0
waseemshareef.0786
waseemshareef 0786 :
😳😳😳
2026-06-15 15:49:35
0
fhgiv33
fhgiv :
👍👍👍
2026-06-15 16:13:54
0
fhgiv33
fhgiv :
❤️❤️❤️
2026-06-15 16:13:56
0
user343513399
Digital World :
🌹🌹🌹
2026-06-15 15:43:56
0
kakshan.zafar2
Kakshan Zafar :
✨😍😍😍😍😍😍✨
2026-06-15 20:35:09
0
To see more videos from user @samaadigital, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Banyak orang mengira bahwa cinta dalam rumah tangga itu hanyalah soal perasaan, soal rasa bahagia, soal detak jantung yang berdebar, atau soal kenyamanan yang selalu terasa manis. Kita sering membayangkan bahwa rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang setiap harinya penuh senyum, tanpa pertengkaran, tanpa rasa lelah, dan tanpa saat-saat di mana kita merasa jenuh atau kecewa. Kita berpikir bahwa selama perasaan itu masih ada, cinta itu ada, dan begitu rasa itu mulai pudar atau hilang, maka cinta pun dianggap sudah habis dan selesai sudah semuanya.   Namun, kenyataan hidup dan perjalanan waktu mengajarkan kita makna cinta yang jauh lebih dalam, jauh lebih kuat, dan jauh lebih agung dari sekadar apa yang dirasakan hati pada saat ini juga. Dan pada akhirnya, setelah semua masa indah berlalu dan setelah melewati berbagai pasang surut kehidupan, kita sampai pada satu kebenaran yang menjadi pondasi kokohnya sebuah rumah tangga: Cinta dalam rumah tangga adalah sebuah keputusan bulat untuk tetap tinggal, bahkan ketika perasaan sedang ingin pergi.   Ya, cinta yang sesungguhnya bukanlah sekadar perasaan yang datang dan pergi seperti angin. Perasaan itu memang manusiawi. Ada saatnya rasa itu begitu besar, begitu hangat, dan begitu indah. Tapi wajar juga jika di hari lain, rasa itu meredup, tersembunyi di balik rasa lelah, tertutup oleh kekecewaan, atau bahkan hilang sejenak tertimpa masalah, pertengkaran, dan kesalahpahaman. Ada saat di mana kamu merasa tidak lagi cocok, merasa lelah mengalah, merasa kecewa dengan sikap pasangan, atau merasa bertanya-tanya dalam hati,
Banyak orang mengira bahwa cinta dalam rumah tangga itu hanyalah soal perasaan, soal rasa bahagia, soal detak jantung yang berdebar, atau soal kenyamanan yang selalu terasa manis. Kita sering membayangkan bahwa rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang setiap harinya penuh senyum, tanpa pertengkaran, tanpa rasa lelah, dan tanpa saat-saat di mana kita merasa jenuh atau kecewa. Kita berpikir bahwa selama perasaan itu masih ada, cinta itu ada, dan begitu rasa itu mulai pudar atau hilang, maka cinta pun dianggap sudah habis dan selesai sudah semuanya. Namun, kenyataan hidup dan perjalanan waktu mengajarkan kita makna cinta yang jauh lebih dalam, jauh lebih kuat, dan jauh lebih agung dari sekadar apa yang dirasakan hati pada saat ini juga. Dan pada akhirnya, setelah semua masa indah berlalu dan setelah melewati berbagai pasang surut kehidupan, kita sampai pada satu kebenaran yang menjadi pondasi kokohnya sebuah rumah tangga: Cinta dalam rumah tangga adalah sebuah keputusan bulat untuk tetap tinggal, bahkan ketika perasaan sedang ingin pergi. Ya, cinta yang sesungguhnya bukanlah sekadar perasaan yang datang dan pergi seperti angin. Perasaan itu memang manusiawi. Ada saatnya rasa itu begitu besar, begitu hangat, dan begitu indah. Tapi wajar juga jika di hari lain, rasa itu meredup, tersembunyi di balik rasa lelah, tertutup oleh kekecewaan, atau bahkan hilang sejenak tertimpa masalah, pertengkaran, dan kesalahpahaman. Ada saat di mana kamu merasa tidak lagi cocok, merasa lelah mengalah, merasa kecewa dengan sikap pasangan, atau merasa bertanya-tanya dalam hati, "Apakah aku masih sanggup bertahan?" Di saat itulah, perasaanmu mungkin berteriak ingin lari, ingin berhenti, ingin pergi mencari jalan lain yang terasa lebih mudah atau lebih menyenangkan. Di situlah letak perbedaan antara cinta yang sekadar beremosi dengan cinta yang berkomitmen. Cinta yang sejati dan dewasa tidak membiarkan dirinya dikendalikan sepenuhnya oleh perasaan yang berubah-ubah itu. Cinta yang dewasa berdiri di atas keputusan yang tegas, keputusan yang diambil oleh akal dan hati yang sadar, keputusan yang bulat, utuh, dan tidak bergantung pada suasana hati. Keputusan itu berbunyi: "Aku memilih untuk tetap tinggal. Aku memilih untuk bertahan. Aku memilih untuk terus mencintai, merawat, dan menjaga hubungan ini, meskipun saat ini hatiku sedang sedih, sedang kecewa, atau sedang tidak ingin berada di sini." Tetap tinggal saat semuanya baik-baik saja itu mudah. Bertahan saat pasangan sedang manis dan pengertian itu mudah. Tetapi tetap tinggal, tetap berjuang, dan tetap berniat baik saat keadaan sedang kacau, saat hati sedang sakit, saat masalah menumpuk, dan saat perasaanmu sendiri sudah melemah—itulah definisi cinta yang paling murni dan paling berharga. Rumah tangga bukanlah tempat untuk mencari kesempurnaan, melainkan tempat di mana dua orang yang tidak sempurna belajar saling melengkapi, saling mengerti, dan saling menerima dengan segala kekurangannya. Keputusan untuk tetap tinggal adalah bukti bahwa kamu menganggap hubungan ini jauh lebih besar daripada sekadar emosi sesaat. Itu adalah bukti bahwa kamu menghargai janji yang pernah diucapkan, masa lalu yang telah dilalui bersama, dan masa depan yang masih akan dibangun bersama. Ketika kamu memutuskan untuk tetap tinggal meski perasaanmu sedang ingin pergi, di situlah keajaiban terjadi. Di situlah kamu berjuang untuk memperbaiki apa yang rusak, untuk memahami apa yang belum dimengerti, dan menumbuhkan kembali rasa yang sempat meredup itu menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Perasaan bisa berubah kembali menjadi indah, tetapi hanya jika kamu memberinya waktu, kesempatan, dan keteguhan hati untuk tidak meninggalkannya di tengah jalan. Ingatlah, pernikahan yang bahagia bukanlah pernikahan di mana kedua belah pihak tidak pernah memiliki alasan untuk berpisah. Pernikahan yang bahagia adalah pernikahan di mana keduanya, meski berkali-kali merasa ingin menyerah. #rumahbercerita #fyp

About