@kylietrieu:

kylie
kylie
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 15 June 2026 19:02:14 GMT
299044
62307
112
8780

Music

Download

Comments

bi_tran38
trần bình :
khuyên rồi có nghe k?
2026-06-16 03:43:56
308
jade.bobbey
“ :
Nhất định phải “hiền” mới là bước tiếp để có một mối quan hệ. Nhưng để tiến tới hôn nhân thì ngoài “hiền” ra phải có đủ tầm nhìn để “xử lí các vấn đề”. Tui biết được qua một người t muốn học hỏi ở họ. Thực ra kh hiền thì kh quen tui được, mục tiêu của tui là một người “hiền” cơ. Chứ kh nhìn gian gian là tui loại từ lâu lâu rồi haha. (Ngoài hiền ra còn phải có đủ tầm nhìn và có đủ chí tiến thủ để biết). Và cái siêu quan trọng ( trước khi yêu và sau khi cưới) là “phải thương vợ mình tận xương tận tuỷ các bạn nam nhé. Đời nó thịnh nhanh lắm khi các bạn thương vợ bạn và khi có vấn đề của vợ bạn, chưa đến tai vợ bạn. Bạn đã xử lí nó xong rồi 😌
2026-06-16 14:48:09
38
meomeo0.06
Mie mie :
Chính xác là ck t. K cần biết t sai hay đúng, bênh t trước chỉnh t sau 😂 nhưng t luôn đúng vì t k hành xử theo cảm tính
2026-06-16 03:56:09
82
minmyra1
DoanTien✨ :
mk ko để ý mấy này lắm, ngon zai là ok
2026-06-16 05:30:40
22
t_truvv
t_truvv :
Thít người hiền lành với em thơii
2026-06-16 16:14:25
0
user7703532936374
Mlemmlem :
Ra đường anh là cá mập Về nhà anh là cá con 🥰
2026-06-16 10:24:47
7
quyhnu602
nabi iu eomsean 🎧ྀི♪⋆.✮ ♬ :
ng giữ lời hứa
2026-06-16 05:16:21
6
ndan.wzi19
ngocdan ˖Ი𐑼⋆ :
gia trưởng mới lo đuoc cho em 😇
2026-06-16 10:14:37
1
muckbangtraitay
chàng gái năng lượng🧚‍♀️ :
hiền vs hèn nó khác nhauu
2026-06-16 12:29:09
5
khnhngc8754
𝓚𝓱𝓪𝓷𝓱 𝓝𝓰𝓸𝓬 :
chính xác là nyc
2026-06-16 11:46:28
2
leo05.25
leo05.25 :
đẹp
2026-06-16 05:35:01
2
0oh_ohh
Phan Hải Anh :
thế mà về nói nhỏ nhẹ cấm có nghe
2026-06-16 10:09:12
0
ywnjh9
yn nhj. :
2026-06-16 08:03:13
1
phuongthao2o05
Phthao :
Chắc chắn pha thêm gia trưởng roiii
2026-06-16 09:29:03
0
quocoai.com
Qo 🫸🏾🫷🏼 :
2026-06-16 01:33:28
1
mai.thnh.nho
Nho vui vẻ :
tình yêu là gì ?
2026-06-16 10:01:33
0
kngyn.cii
ngyn huu kiet :
khuyên rồi có nghe kh hay bướng lên rồi bảo dạy đời, nói ngon nói ngọt thì kh chịu kêu t phe người khác đit con me
2026-06-16 12:08:20
1
lngl.154
User000000000000 :
Và... không phải với ai cũng nhiệt tình vui vẻ quá
2026-06-16 15:30:30
0
tqiag296
G :
trừ cái khuyên ra =))
2026-06-16 15:48:42
0
thkhvtv282
Ciana :
lí thuyết hay đấy
2026-06-16 21:18:03
0
kayleee548
KAI 1M8 :
Khuyên em hoàn lương hả 😳😳
2026-06-16 15:36:53
0
nofootball_noproblem
Jr 🇧🇷🇧🇷🇧🇷 :
muốn tiền thì nói ra
2026-06-16 10:05:06
0
To see more videos from user @kylietrieu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Malam itu kamu berdiri di depan cermin kamar hampir lima belas menit hanya untuk memilih hoodie mana yang paling cocok dipakai bertemu dengan pacarmu, Yeonjun. Lucu sebenarnya. Setelah semua kebohongan, semua perselingkuhan, semua janji “aku gak bakal ngulang lagi”, kamu masih saja berdebar hanya karena dia bilang. “Nanti malam ketemu ya sayang.” Memalukan. Tapi begitulah cintamu pada Yeonjun. Capek, marah, sakit hati… tapi tidak pernah benar-benar hilang. Ponselmu berbunyi. “Maaf sayang, malam ini gak bisa. Lagi ada urusan sama papa.” Kamu menatap chat itu cukup lama. Kesal? Iya. Curiga? Sangat. Tapi kamu mencoba berpikir positif. Untuk kesekian kalinya. “Yaudah hati-hati,” balasmu pendek. Namun satu jam kemudian, saat kamu sedang membeli minuman di minimarket dekat apartemen, langkahmu terhenti. Motor hitam milik Yeonjun. Kamu hafal. Sangat hafal bahkan sampai goresan kecil di spionnya. Dan di sana, Yeonjun baru saja berhenti di depan sebuah cafe bersama seorang perempuan. Perempuan itu tertawa manja sambil memukul pelan bahu Yeonjun. Sedangkan laki-laki itu malah terkekeh santai sebelum melepas helmnya sendiri. Lalu kamu melihat Yeonjun membuka helm perempuan itu dengan hati-hati. Tangannya merapikan rambut perempuan itu. Bahkan membantunya turun dari motor seperti putri kerajaan. Padahal jelas-jelas perempuan itu bisa turun sendiri. Hening. Rahangmu mengeras. Dadamu mendidih panas. Baru tadi dia bilang sedang bersama ayahnya. Tapi sekarang? Malah flirting di depan cafe? Kamu berkacak pinggang sambil menarik napas panjang. “WOYY BEBEK!!” Suaramu menggema cukup keras sampai beberapa orang menoleh. Yeonjun langsung menegang. “Anjir…” Perempuan di sampingnya mengernyit bingung. “Sayang itu siapa?” Kamu berjalan cepat menghampiri mereka. Tanganmu langsung menjambak rambut Yeonjun sampai laki-laki itu meringis. “AW— SAYANG SAKIT!” “KATANYA SAMA PAPA?!” bentakmu emosi. “PAPA YANG MANA HAH?!” “Sayang bentar dulu dengerin—” “DENGERIN APANYA?!” Perempuan itu langsung menarik tanganmu kasar. “Eh eh lo siapa sih?! Enak aja jambak rambut pacar gue!” Kalimat itu seperti bensin disiram ke api. Matamu langsung membulat. “PACAR?” kamu tertawa tidak percaya. “LO TAU GAK NIH ORANG PACAR GUE?!” “Apaan sih—” Kali ini kamu beralih menjambak rambut perempuan itu. “AWWW!” “GUE PACARNYA!” teriakmu. “LO CUMA MAINANNYA! DIA TUH BUAYA! CEWEKNYA BANYAK!” Orang-orang mulai memperhatikan. Beberapa bahkan mengeluarkan ponsel. Tapi di tengah kekacauan itu Yeonjun malah berdiri sambil bersiul kecil. “Jirr jirr…” katanya santai. “Tenang dong jangan rebutan. Abang bisa adil.” Hening dua detik. PLAKK! Tamparanmu mendarat telak di pipinya. Kepala Yeonjun sampai sedikit menoleh. Perempuan itu langsung melongo. Sedangkan kamu sudah gemetar menahan emosi dan air mata. “SAYANG…” gumam Yeonjun syok sambil memegang pipinya. “GIMANA SIH CARANYA BIAR LO TOBAT?!” suaramu pecah. “CAPE BANGET GUE RASANYA!” Matamu mulai berkaca-kaca. Semua sakit hati yang selama ini kamu tahan akhirnya tumpah malam itu. “Kali ini gue serius…” suaramu bergetar. “TAU AH! GUE MAU PUTUS!” Kamu menyeka air mata kasar.  Yeonjun malah menyeringai kecil seolah tidak percaya. “Paling juga balik lagi, ngechat 'sayangg kangen’.” Deg. Ucapan itu menusuk harga dirimu. Karena memang benar. Selama ini kamu selalu kembali. Selalu memaafkan. Selalu kalah dengan rasa cinta. Dan mungkin Yeonjun sadar akan itu. Makanya dia setenang ini. Makanya dia berani mengulang kesalahan yang sama. Matamu langsung menajam. Tanpa peringatan— BUGH. Kamu menginjak kakinya kuat-kuat. “ANJIRRRR SAKIT WOI!” Yeonjun melompat sambil meringis. “RASAIN!” bentakmu. “GUE BUKAN MAINAN LO!” “Sayang sumpah ini salah paham—” “SALAH PAHAM KEPALA LO!” “Dia yang ngejar gue duluan—” “TERUS LO KENAPA MAU?! LO KIRA GUE GOBLOK?!” Yeonjun mulai panik melihatmu benar-benar menangis. Karena biasanya kamu marah lalu luluh beberapa menit kemudian. Tapi sekarang berbeda. Tatapanmu benar-benar kecewa.  “Sayang…” kali ini suaranya melunak. “Jangan nangis…” [+komentar/saluran] #xybca #fyp #yeonjun #txt
#pov : Malam itu kamu berdiri di depan cermin kamar hampir lima belas menit hanya untuk memilih hoodie mana yang paling cocok dipakai bertemu dengan pacarmu, Yeonjun. Lucu sebenarnya. Setelah semua kebohongan, semua perselingkuhan, semua janji “aku gak bakal ngulang lagi”, kamu masih saja berdebar hanya karena dia bilang. “Nanti malam ketemu ya sayang.” Memalukan. Tapi begitulah cintamu pada Yeonjun. Capek, marah, sakit hati… tapi tidak pernah benar-benar hilang. Ponselmu berbunyi. “Maaf sayang, malam ini gak bisa. Lagi ada urusan sama papa.” Kamu menatap chat itu cukup lama. Kesal? Iya. Curiga? Sangat. Tapi kamu mencoba berpikir positif. Untuk kesekian kalinya. “Yaudah hati-hati,” balasmu pendek. Namun satu jam kemudian, saat kamu sedang membeli minuman di minimarket dekat apartemen, langkahmu terhenti. Motor hitam milik Yeonjun. Kamu hafal. Sangat hafal bahkan sampai goresan kecil di spionnya. Dan di sana, Yeonjun baru saja berhenti di depan sebuah cafe bersama seorang perempuan. Perempuan itu tertawa manja sambil memukul pelan bahu Yeonjun. Sedangkan laki-laki itu malah terkekeh santai sebelum melepas helmnya sendiri. Lalu kamu melihat Yeonjun membuka helm perempuan itu dengan hati-hati. Tangannya merapikan rambut perempuan itu. Bahkan membantunya turun dari motor seperti putri kerajaan. Padahal jelas-jelas perempuan itu bisa turun sendiri. Hening. Rahangmu mengeras. Dadamu mendidih panas. Baru tadi dia bilang sedang bersama ayahnya. Tapi sekarang? Malah flirting di depan cafe? Kamu berkacak pinggang sambil menarik napas panjang. “WOYY BEBEK!!” Suaramu menggema cukup keras sampai beberapa orang menoleh. Yeonjun langsung menegang. “Anjir…” Perempuan di sampingnya mengernyit bingung. “Sayang itu siapa?” Kamu berjalan cepat menghampiri mereka. Tanganmu langsung menjambak rambut Yeonjun sampai laki-laki itu meringis. “AW— SAYANG SAKIT!” “KATANYA SAMA PAPA?!” bentakmu emosi. “PAPA YANG MANA HAH?!” “Sayang bentar dulu dengerin—” “DENGERIN APANYA?!” Perempuan itu langsung menarik tanganmu kasar. “Eh eh lo siapa sih?! Enak aja jambak rambut pacar gue!” Kalimat itu seperti bensin disiram ke api. Matamu langsung membulat. “PACAR?” kamu tertawa tidak percaya. “LO TAU GAK NIH ORANG PACAR GUE?!” “Apaan sih—” Kali ini kamu beralih menjambak rambut perempuan itu. “AWWW!” “GUE PACARNYA!” teriakmu. “LO CUMA MAINANNYA! DIA TUH BUAYA! CEWEKNYA BANYAK!” Orang-orang mulai memperhatikan. Beberapa bahkan mengeluarkan ponsel. Tapi di tengah kekacauan itu Yeonjun malah berdiri sambil bersiul kecil. “Jirr jirr…” katanya santai. “Tenang dong jangan rebutan. Abang bisa adil.” Hening dua detik. PLAKK! Tamparanmu mendarat telak di pipinya. Kepala Yeonjun sampai sedikit menoleh. Perempuan itu langsung melongo. Sedangkan kamu sudah gemetar menahan emosi dan air mata. “SAYANG…” gumam Yeonjun syok sambil memegang pipinya. “GIMANA SIH CARANYA BIAR LO TOBAT?!” suaramu pecah. “CAPE BANGET GUE RASANYA!” Matamu mulai berkaca-kaca. Semua sakit hati yang selama ini kamu tahan akhirnya tumpah malam itu. “Kali ini gue serius…” suaramu bergetar. “TAU AH! GUE MAU PUTUS!” Kamu menyeka air mata kasar. Yeonjun malah menyeringai kecil seolah tidak percaya. “Paling juga balik lagi, ngechat 'sayangg kangen’.” Deg. Ucapan itu menusuk harga dirimu. Karena memang benar. Selama ini kamu selalu kembali. Selalu memaafkan. Selalu kalah dengan rasa cinta. Dan mungkin Yeonjun sadar akan itu. Makanya dia setenang ini. Makanya dia berani mengulang kesalahan yang sama. Matamu langsung menajam. Tanpa peringatan— BUGH. Kamu menginjak kakinya kuat-kuat. “ANJIRRRR SAKIT WOI!” Yeonjun melompat sambil meringis. “RASAIN!” bentakmu. “GUE BUKAN MAINAN LO!” “Sayang sumpah ini salah paham—” “SALAH PAHAM KEPALA LO!” “Dia yang ngejar gue duluan—” “TERUS LO KENAPA MAU?! LO KIRA GUE GOBLOK?!” Yeonjun mulai panik melihatmu benar-benar menangis. Karena biasanya kamu marah lalu luluh beberapa menit kemudian. Tapi sekarang berbeda. Tatapanmu benar-benar kecewa. “Sayang…” kali ini suaranya melunak. “Jangan nangis…” [+komentar/saluran] #xybca #fyp #yeonjun #txt

About