@ai_art_universe: Akai Shinigami no Tenshi (赤い死神の天使 ) "Malaikat Merah Pencabut Nyawa" Di tanah yang diliputi kabut perang dan abu kematian, rakyat hidup dalam ketakutan kepada seorang raja tiran bernama Kaisar Goryū. Istananya berdiri megah di atas penderitaan rakyat yang diperas tanpa ampun. Pajak dinaikkan setiap musim, hasil panen dirampas, dan siapa pun yang melawan akan dianggap pengkhianat kerajaan. Di bawah perintahnya berdiri pasukan kerajaan yang dikenal sebagai Kurokiba, para algojo berbaju hitam yang membawa kematian ke setiap desa. Mereka membakar rumah, menebas siapa saja tanpa belas kasihan, bahkan anak-anak dan orang tua tidak luput dari pedang mereka. Namun di balik ketakutan itu, rakyat diam-diam membisikkan satu nama… “Akai Tenshi no Shinigami” Malaikat Merah Pencabut Nyawa. Tak seorang pun mengetahui nama aslinya. Tidak ada yang tahu dari mana ia datang. Yang mereka lihat hanyalah sosok ronin berbaju merah darah, berjalan sendirian membawa tiga pedang di pinggangnya. Setiap kali ia muncul, para prajurit kerajaan ditemukan tewas bersimbah darah. Tetapi sedikit orang mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Ia adalah orang terakhir dari klan legendaris Ryūsō no Tsume — Cakar Naga. Dahulu, Ryūsō no Tsume adalah klan bayangan yang ditakuti seluruh negeri. Mereka bukan samurai biasa. Mereka adalah pemburu perang, pasukan khusus yang bergerak dalam malam, menghabisi musuh sebelum fajar menyingsing. Kesetiaan mereka hanya kepada kehormatan dan rakyat kecil. Namun Kaisar Goryū takut pada kekuatan mereka. Suatu malam, kerajaan mengkhianati klan itu. Ribuan pasukan mengepung markas Ryūsō no Tsume di pegunungan bersalju. Api membakar rumah-rumah kayu, jeritan memenuhi malam, dan darah mengalir seperti sungai merah. Ayah, ibu, saudara, bahkan anak-anak klan dibantai tanpa ampun. Seorang anak laki-laki menyaksikan semuanya dari balik reruntuhan yang terbakar. Tubuhnya penuh luka. Wajahnya terkena percikan darah keluarganya sendiri. Malam itu, anak tersebut bersumpah: “Selama darahku masih mengalir… kerajaan ini akan mengenal arti ketakutan.” Bertahun-tahun kemudian, anak itu tumbuh menjadi ronin tanpa nama. Dan kerajaan mulai takut pada bayangan merah. Suatu musim dingin, desa kecil bernama Hanamori gagal membayar pajak karena panen mereka hancur akibat kekeringan. Para tetua desa memohon belas kasihan kepada kerajaan. Namun belas kasihan tidak pernah hidup di hati Kaisar Goryū. Pasukan Kurokiba datang saat malam turun. Mereka membakar lumbung, menyeret warga ke jalanan, dan menebas siapa saja yang mencoba melindungi keluarganya. Tangisan memenuhi udara sementara api melahap seluruh desa. Di tengah kekacauan itu… seorang pria berbaju merah berjalan perlahan menembus kobaran api. Tatapannya dingin seperti kematian. Tiga pedang tergantung di pinggangnya. Para prajurit tertawa melihat satu ronin datang sendirian. Namun beberapa detik kemudian… kepala komandan mereka jatuh ke tanah. Tak seorang pun melihat kapan pedang itu ditebas. Yang terdengar hanyalah suara langkah perlahan di antara api dan hujan darah. Ronin merah itu bergerak seperti iblis perang. Satu demi satu prajurit kerajaan roboh. Pedangnya menari begitu cepat hingga cahaya api memantul merah di udara seperti sayap malaikat neraka. Jeritan para algojo berubah menjadi jeritan ketakutan. Mereka mulai menyadari… mereka bukan sedang memburu manusia. Mereka sedang diburu. Saat fajar tiba, desa Hanamori telah hancur. Namun pasukan kerajaan yang datang untuk membantai rakyat telah menjadi mayat di jalanan berlumpur. Di tengah abu dan tubuh bergelimpangan, ronin merah berdiri diam sambil menatap matahari yang muncul dari balik asap hitam. Seorang anak kecil yang selamat bertanya dengan suara gemetar, “Siapa… siapa namamu?” Ronin itu terdiam lama. Lalu ia berjalan pergi tanpa menoleh. Seorang wanita tua menjawab pelan sambil menatap sosok merah yang menghilang dalam kabut: “Dia bukan manusia biasa… Dia adalah Akai Tenshi no Shinigami… Malaikat merah yang datang untuk mencabut nyawa para iblis kerajaan.” *Bersambung...
AI ART UNIVERSE
Region: ID
Tuesday 16 June 2026 06:59:17 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ai_art_universe, please go to the Tikwm
homepage.