@hatdyjlgc53: sleep # drained # sleeping # tired # ILOVEYOU

★
Open In TikTok:
Region: IL
Tuesday 16 June 2026 07:05:07 GMT
2107
101
0
25

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @hatdyjlgc53, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mengenal lebih dekat sosok KH. Maimun Zubair (Mbah Moen). KH. Maimun Zubair, atau yang akrab disapa Mbah Moen, merupakan ulama kharismatik, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, sekaligus salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama yang menjadi rujukan umat. Lahir pada 28 Oktober 1928 di Sarang, Rembang, beliau mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk mendidik santri, berdakwah, dan menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah hingga wafat di Makkah pada 6 Agustus 2019. Sejak kecil, Mbah Moen belajar langsung kepada ayahnya, KH. Zubair Dahlan, kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan memperdalam ilmu di Tanah Suci Makkah kepada para ulama Hijaz. Dari tangan beliau lahir banyak ulama besar, di antaranya KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), serta ribuan santri yang kini mengabdikan diri di berbagai penjuru negeri. Mbah Moen dikenal sebagai ulama yang memadukan keluasan ilmu fikih, kebijaksanaan dalam berdakwah, serta kecintaan yang mendalam terhadap bangsa. Beliau selalu menegaskan pentingnya menjaga persatuan, mengedepankan akhlak, keikhlasan dalam mengajar, dan menjadikan ilmu sebagai jalan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, melapangkan kuburnya, meninggikan derajatnya di sisi-Nya, serta menjadikan ilmu, nasihat, dan keteladanan beliau sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga hari kiamat. Al-Fātiḥah untuk Mbah Moen. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
Mengenal lebih dekat sosok KH. Maimun Zubair (Mbah Moen). KH. Maimun Zubair, atau yang akrab disapa Mbah Moen, merupakan ulama kharismatik, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, sekaligus salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama yang menjadi rujukan umat. Lahir pada 28 Oktober 1928 di Sarang, Rembang, beliau mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk mendidik santri, berdakwah, dan menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah hingga wafat di Makkah pada 6 Agustus 2019. Sejak kecil, Mbah Moen belajar langsung kepada ayahnya, KH. Zubair Dahlan, kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan memperdalam ilmu di Tanah Suci Makkah kepada para ulama Hijaz. Dari tangan beliau lahir banyak ulama besar, di antaranya KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), serta ribuan santri yang kini mengabdikan diri di berbagai penjuru negeri. Mbah Moen dikenal sebagai ulama yang memadukan keluasan ilmu fikih, kebijaksanaan dalam berdakwah, serta kecintaan yang mendalam terhadap bangsa. Beliau selalu menegaskan pentingnya menjaga persatuan, mengedepankan akhlak, keikhlasan dalam mengajar, dan menjadikan ilmu sebagai jalan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, melapangkan kuburnya, meninggikan derajatnya di sisi-Nya, serta menjadikan ilmu, nasihat, dan keteladanan beliau sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga hari kiamat. Al-Fātiḥah untuk Mbah Moen. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

About