@itx_ubiiiiiiid01: #چھینہ_بس_مریں_نہ💔🙏😔 #سرائیکی_وسیب #چھینہ_تیڈے_بعد_اینڈ_ہے_بس😘😚 #چھینہ_تیڈی_زندگی_دی_خیر_ہووے_ادا❤️💚 #چھینہ_تیڈے_بعد_قیامت_ہے_بس😘😚

🦋✨ صرف چھینہ چلسی ✨🦋
🦋✨ صرف چھینہ چلسی ✨🦋
Open In TikTok:
Region: PK
Tuesday 16 June 2026 08:38:44 GMT
3271
326
5
10

Music

Download

Comments

khanzada399701
Itx Jutt :
😢😢😢
2026-06-21 01:48:55
0
waseemrid0
Muhammad Waseem :
💔💔💔
2026-06-18 18:11:40
0
jam_akhtar29
Akhtar :
🥰🥰🥰
2026-06-16 08:43:22
0
ashrafbhatti730
اشرف بھٹی🥷🥷 :
❤️❤️❤️
2026-06-16 08:40:24
0
user3681503030039
😭😭❤️❤️ :
🥰🥰🥰
2026-06-27 08:54:40
0
To see more videos from user @itx_ubiiiiiiid01, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mbah Riyan (Ibnu Harjo Al-Jawi): Ulama Kudus Tukang Bangunan & Pemancing Ikan : Penerima MUI Award 2026 Mbah Riyan yang bernama asli: Supriyanto juga dikenal dengan Ibnu Harjo Al-Jawi  adalah seorang ulama muhaqqiq (ahli penyunting kritis naskah/manuskrip klasik Islam) asal Kudus, Jawa Tengah, yang meraih MUI Award 2026 kategori Karya Tulis Islam.  Sosoknya viral dan mencuri perhatian publik karena memilih hidup bersahaja sebagai tukang bangunan dan pemancing di sungai, meski karya-karya tahqiq kitabnya diakui serta dipelajari oleh akademisi Islam tingkat internasional. Beliau tinggal di pemukiman desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. ● Profil Ringkas Ibnu Harjo Al-Jawi (Mbah Riyan) • Nama Lengkap / Popular: Ibnu Harjo Al-Jawi / Mbah Riyan (dikenal juga sebagai Mbah Riyan Al-Mastur). • Nama Panggilan Masa Kuliah: Supri. • Asal: Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus, Jawa Tengah. • Profesi Sehari-hari: Tukang bangunan, pekerja fisik, dan pemancing. • Keahlian Utama: Muhaqqiq (Peneliti, penyunting, dan penyelaras manuskrip kitab klasik/turats). • Penghargaan: Penerima MUI Award 2026 Kategori Karya Tulis Islam (diumumkan Minggu, 26 Juli 2026). • Latar Belakang Pendidikan & Kehidupan:  Seorang hafidz Al-Qur'an. Pernah menempuh pendidikan di Jakarta sambil berjualan kebab di dekat Masjid Al-Ikhlas Pasar Minggu untuk membiayai hidupnya. ● Karya Keilmuan dan Kiprah Internasional Meski hidup jauh dari sorotan media, karya tahqiq Ibnu Harjo Al-Jawi menjadi rujukan penting di berbagai pusat studi Islam dunia. Ia tercatat telah menyelesaikan 12 jilid kitab tahqiq dan lebih dari 100 karya ilmiah. Beberapa karya dan rekam jejak ilmiahnya meliputi: 1. Tahqiq Kitab Fathul Mu'in 2. Diterbitkan oleh penerbit khusus kitab kuning At-Turmusy (Turmusi.id). Dalam meneliti kitab fikih populer ini, Mbah Riyan mengomparasikan 7 naskah kitab cetak dan 1 manuskrip kuno untuk menemukan redaksi teks yang paling otentik. 3. Tahqiq Kitab Tahrir 4. Mbah Riyan pernah memaparkan secara langsung hasil tahqiq terhadap Kitab Tahrir karya Syekhul Islam Zakariya Al-Anshari di hadapan ulama besar Mesir, Syekh Abdul Aziz As-Syahawi (sebagaimana didokumentasikan akun Instagram @maktabah_turmusy). 5. Karya-Karya Rujukan Lainnya: ◦ Al-Istihsan, Haqiqatuhu wa Hujjiyyatuhu ◦ Rodd Al-Hadits Al-Dha'if bi Al-Kulliyyah ◦ Is'af Al-Muthaali' (karya Syekh Mahfudz At-Tarmasi) ◦ Tahqiq Al-Kalimat fi Al-Ushul Al-Fiqhiyyah ◦ Al-Taufiq Al-Jaliy Bain Al-Asy'ariy wa Al-Hanbaliy ● Alasan Disebut
Mbah Riyan (Ibnu Harjo Al-Jawi): Ulama Kudus Tukang Bangunan & Pemancing Ikan : Penerima MUI Award 2026 Mbah Riyan yang bernama asli: Supriyanto juga dikenal dengan Ibnu Harjo Al-Jawi adalah seorang ulama muhaqqiq (ahli penyunting kritis naskah/manuskrip klasik Islam) asal Kudus, Jawa Tengah, yang meraih MUI Award 2026 kategori Karya Tulis Islam. Sosoknya viral dan mencuri perhatian publik karena memilih hidup bersahaja sebagai tukang bangunan dan pemancing di sungai, meski karya-karya tahqiq kitabnya diakui serta dipelajari oleh akademisi Islam tingkat internasional. Beliau tinggal di pemukiman desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. ● Profil Ringkas Ibnu Harjo Al-Jawi (Mbah Riyan) • Nama Lengkap / Popular: Ibnu Harjo Al-Jawi / Mbah Riyan (dikenal juga sebagai Mbah Riyan Al-Mastur). • Nama Panggilan Masa Kuliah: Supri. • Asal: Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus, Jawa Tengah. • Profesi Sehari-hari: Tukang bangunan, pekerja fisik, dan pemancing. • Keahlian Utama: Muhaqqiq (Peneliti, penyunting, dan penyelaras manuskrip kitab klasik/turats). • Penghargaan: Penerima MUI Award 2026 Kategori Karya Tulis Islam (diumumkan Minggu, 26 Juli 2026). • Latar Belakang Pendidikan & Kehidupan: Seorang hafidz Al-Qur'an. Pernah menempuh pendidikan di Jakarta sambil berjualan kebab di dekat Masjid Al-Ikhlas Pasar Minggu untuk membiayai hidupnya. ● Karya Keilmuan dan Kiprah Internasional Meski hidup jauh dari sorotan media, karya tahqiq Ibnu Harjo Al-Jawi menjadi rujukan penting di berbagai pusat studi Islam dunia. Ia tercatat telah menyelesaikan 12 jilid kitab tahqiq dan lebih dari 100 karya ilmiah. Beberapa karya dan rekam jejak ilmiahnya meliputi: 1. Tahqiq Kitab Fathul Mu'in 2. Diterbitkan oleh penerbit khusus kitab kuning At-Turmusy (Turmusi.id). Dalam meneliti kitab fikih populer ini, Mbah Riyan mengomparasikan 7 naskah kitab cetak dan 1 manuskrip kuno untuk menemukan redaksi teks yang paling otentik. 3. Tahqiq Kitab Tahrir 4. Mbah Riyan pernah memaparkan secara langsung hasil tahqiq terhadap Kitab Tahrir karya Syekhul Islam Zakariya Al-Anshari di hadapan ulama besar Mesir, Syekh Abdul Aziz As-Syahawi (sebagaimana didokumentasikan akun Instagram @maktabah_turmusy). 5. Karya-Karya Rujukan Lainnya: ◦ Al-Istihsan, Haqiqatuhu wa Hujjiyyatuhu ◦ Rodd Al-Hadits Al-Dha'if bi Al-Kulliyyah ◦ Is'af Al-Muthaali' (karya Syekh Mahfudz At-Tarmasi) ◦ Tahqiq Al-Kalimat fi Al-Ushul Al-Fiqhiyyah ◦ Al-Taufiq Al-Jaliy Bain Al-Asy'ariy wa Al-Hanbaliy ● Alasan Disebut "Mbah Riyan Al-Mastur" Di tengah masyarakat, Mbah Riyan dijuluki sebagai Al-Mastur (sosok yang menyembunyikan/menutupi kelebihannya). ● Karakter kepribadiannya meliputi: • Sederhana dan Low Profile: Pilihannya untuk bekerja kasar sebagai tukang bangunan dan pergi memancing seusai bekerja menunjukkan kebersahajaannya. • Menolak Undangan Panggung: Saat diundang secara resmi oleh MUI ke Jakarta untuk menerima MUI Award 2026, Mbah Riyan secara halus menolak hadir. Ketua MUI Bidang Infokomdigi, KH Masduki Baidlowi, mengonfirmasi hal tersebut dalam siaran live MUI TV. • Fokus pada Manfaat, Bukan Popularitas: Ia memilih menghindari panggung publik dan personal branding media sosial, serta lebih fokus memproduksi karya ilmiah yang berdampak jangka panjang bagi khazanah Islam. • Lulusan terbaik Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Dan Arab, (LIPIA) Jakarta angkatan 2013. #mbahriyan #ibnuharjoaljawi #maktabahturmusy #tahqiqkitab #supriyantobinharjo

About