@beritainspira_: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 Wita. BMKG menyebut gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas sesar aktif dengan pusat gempa berada 42 kilometer tenggara Palu pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan kuat dirasakan hingga Palu, Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong. Warga panik berhamburan keluar rumah dan berkumpul di area terbuka untuk menghindari risiko gempa susulan. Editor Video & Naskah: Rakha/Berita Inspira

beritainspira
beritainspira
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 16 June 2026 12:13:17 GMT
35884
418
17
53

Music

Download

Comments

chenshi61
陈实 🌊 :
ya allah lindungi saudara2 di palu semoga aman semuanya
2026-06-16 12:50:35
4
1234678adcssdf
🙈 :
1
2026-06-16 12:16:54
0
stefaurnjn5
udin suka takoyaki :
kayaknya ini AI
2026-06-17 06:46:57
0
yyhatthiya91
🐍R@Tu¥¥H🐍 :
semoga baik2 aja.. 😥😥
2026-06-16 14:19:31
0
lapulgaayy
amrysr :
ke 2
2026-06-16 12:18:25
0
l.oezhiel
L - oezhiel :
smg semua dlm lindungan Allah
2026-06-16 14:00:28
1
sann_xxyz
sann :
baru up
2026-06-16 12:20:04
0
leo.setiawan601
Bukan siapa_siapa :
:ya allah lindungi saudara2 di palu semoga aman semuanya
2026-06-16 12:52:12
0
zarxxx99
zar :
pertama
2026-06-16 12:15:41
0
jangkrik_p
Jangkrik Putihh :
tumben dpt dikit komen dan like
2026-06-16 12:17:24
0
kanjuthurung123
🔥K🅰️NJUT HURUNG🔥 :
simulasi kah.?
2026-06-16 14:39:51
0
l.oezhiel
L - oezhiel :
kpm ini
2026-06-16 14:00:02
0
oasis1234.5
Oasis🌸 :
kemaren di cianjur sekarang di palu 😞
2026-06-16 12:51:59
0
honeymthoughtkafu
honeymthoughtkaful :
pukul bp waktu msia ek?
2026-06-16 14:51:29
0
To see more videos from user @beritainspira_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas:
Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas: "Indonesia harus lepas dari cap negara konsumen." Beliau sedang memosisikan diri sebagai visioner yang membongkar jalan makroekonomi kita. Jika kita mau berpikir kritis dan analitis, kurs Rp17.800 ini sejatinya adalah "karpet merah" bagi kita untuk meraup Dollar. Mari kita bedah pakai data perbandingan cuan nyata (Kurs Rp15.000 vs Rp17.800): 📦 1. Briket Arang Batok Kelapa (Pasar Timur Tengah & Eropa) Harga jual di mata bule tetap $1.30/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp6.500/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih meroket jadi Rp10.140/kg! Poin Mind-Blowing: Sekali kirim 1 kontainer mini (18 ton), kalian dapat bonus cuan gratis Rp65,5 Juta murni karena selisih kurs! 📦 2. Minyak Nilam (Bahan Baku Parfum Eropa) Harga jual tetap $60/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp200.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih melonjak ke Rp368.000/kg! Poin Mind-Blowing: Jual barang yang sama ke orang yang sama. Kirim 100 kg saja, otomatis kantongin tambahan bonus Rp16,8 Juta tanpa perlu capek nego harga. 📦 3. Vanili Kering Premium (Pasar Global) Harga jual tetap $160/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp600.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih tembus Rp1.048.000/kg! Poin Mind-Blowing: Margin keuntungan bersih tembus di atas Rp1 Juta per kilogram! Ada bonus gratis Rp448 ribu per kilo yang langsung masuk ke rekening kalian. Secara diplomatis, ini adalah realita yang harus kita hadapi. Negara sudah memberikan visi, membukakan jalan makroekonomi, dan meretas peluang agar kita bisa mandiri. Sangat disayangkan jika karpet merah sudah digelar lebar-lebar, namun energi anak mudanya malah habis untuk mengeluhkan keranjang checkout barang impor.

About