Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@nhunghoamypham:
NHUNG MỸ PHẨM 🌻
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 16 June 2026 15:33:05 GMT
153
2
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.52MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.52MB
)
Watermark .mp4 (
2.63MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nhunghoamypham, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Srf practice ha #bushragulfam
Đồ của con nít chơi 😖#xhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh #viral
Con đèn này ẻm tiện quá, lại có 3 màu lựa chọn #denhoc #denled #dendantuong #dendecor #viralvideo
#cejour-là
i lobe them but theyre deffo too tight 🤣🤣🤣
gibran suruh petani pikul combine harvester? Sebuah potongan video dialog antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan seorang petani bernama Rukamto di Gorontalo mendadak viral dan memicu gelombang perbincangan hangat di media sosial. Momen tersebut menuai sorotan tajam netizen setelah sang Wakil Presiden melontarkan pertanyaan tak terduga terkait pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan) modern combine harvester di lapangan. Kejadian bermula saat Rukamto menyampaikan keluh kesah para petani di daerahnya. Combine Harvester Berapa Beratnya? Viral Gibran Bilang 'Kenapa Tak Digendong' ke Petani, Tuai Sorotan Tajam Netizen Meskipun bantuan alsintan, sepertu combine harvester alais mesin pemanen padi dari pemerintah dinilai sudah sangat mencukupi, mereka menghadapi kendala besar lain. Yakni minimnya infrastruktur jalan usaha tani dan jembatan penghubung permanen. Akibatnya, alat-alat berat seperti jonder (traktor roda empat) dan combine harvester tersebut kesulitan masuk ke area persawahan. "Yang kurang jalannya Pak. Jadi dari jalan menuju ke sawah itu komben atau jonder itu masih kesulitan," keluh Rukamto. Mendengar hal tersebut, Gibran lantas menanyakan penyebab kendala di lapangan. Rukamto menjelaskan bahwa karena belum adanya jembatan kecil permanen (box culvert), petani terpaksa memutar otak dengan memboyong papan atau tangga kayu sebagai jembatan darurat. Untuk memindahkan titian kayu seberat itu dari satu petak sawah ke petak lainnya, dibutuhkan tenaga sedikitnya enam orang. Mereka akan bergotong royong memikul jembatan darurat secara manual, sementara mesin pemanennya didorong pelan-pelan di atas titian. Usai dijelaskan oleh Rukamto terkait sulitnya membawa alsintan seperti combine harvester ke sawah, namun respons yang diberikan oleh Gibran cukup mengejutkan. "Kenapa enggak digendong itu combine- nya?" tanya Gibran. #fyp #gibran
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy