@justice_forthe_voiceless: At least eight volunteer swimmers dove into the crashing waves to rescue the victims. One woman was airlifted by helicopter to hospital while the other was rushed by stretcher to an ambulance. Tragically, Harshita died soon after being pulled from the waves. Her friend Mahial was in critical condition in hospital – but then sadly passed away on Saturday. My deepest condolences to all their loved ones 🙏 #SAMA28 #heartbreaking #fyp #foryoupage #creatorsearchinsights

♡ Say my name ♡💋
♡ Say my name ♡💋
Open In TikTok:
Region: ZA
Tuesday 16 June 2026 19:48:36 GMT
6140
59
7
6

Music

Download

Comments

zavala.085
zavala 08 :
o no eran amiga de mi hijo
2026-06-19 17:46:34
0
jenniferdiaz2825
jenniferdiaz2825 :
My condolences to their family and friends may they rest in peace
2026-06-17 15:13:41
2
shantalmagiera1986
shantal magiera :
omg so young still bbys barely a woman yet they died so soon Rest well my dears 🥺🥺🌷🌷🙏🙏🩷🩷
2026-06-17 00:14:47
4
julie.govender1
Julie Govender :
so sad
2026-06-17 15:17:31
0
mientjies8
mientjies :
My condolences to the families. They very young but only god can answer that .
2026-06-17 10:07:45
0
usernishaappolis
Nisha Appolis :
💔😭
2026-06-16 19:56:11
0
tiny.pather
Tiny Pather :
😪😪😪😪
2026-06-17 15:19:18
0
To see more videos from user @justice_forthe_voiceless, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About