@allie_brink13:

Allie Brink
Allie Brink
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 16 June 2026 21:28:16 GMT
5333
503
9
16

Music

Download

Comments

donster690
donsterG7🤘🤘❌ :
🥵🥵🥵🥰🥰🥰
2026-06-16 21:30:48
4
scarycrow85
ScaryCrow :
I am Hipnotized🥰🥰
2026-06-16 21:35:20
4
adalbertojackgato1
adalbertojackgatosantos :
Linda 🤩 🇧🇷🇧🇷🇧🇷
2026-06-17 00:15:38
1
khalid.syah6
Khalid Syah :
يسعد مساءك
2026-06-16 22:23:05
1
tophe0010
tophe :
😍😍😍
2026-06-16 21:31:46
4
k.miah
¢arl miah :
🥰🥰🥰
2026-06-16 21:38:10
2
hookah_paradise10
Hookah Paradise330 :
🖤🖤🖤
2026-06-16 21:32:58
3
eddy.lafosse
Eddy Lafosse :
💞💞💞
2026-06-16 21:31:30
3
To see more videos from user @allie_brink13, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#POV : Orang tuamu adalah pelayan yang sangat setia di kediaman megah keluarga Vernandez. Bahkan, sejak usiamu masih enam tahun, keluargamu sudah tinggal menetap di paviliun belakang rumah mewah tersebut. Sampai sekarang usiamu menginjak 18 tahun, kamu sudah terbiasa dengan lingkungan itu dan sesekali ikut membantu meringankan pekerjaan orang tuamu. Keluarga Vernandez memiliki seorang anak tunggal laki-laki bernama Edwards. Di usianya yang juga 18 tahun, kamu harus mengakui bahwa Edwards adalah cowok yang sangat tampan dan memiliki tubuh yang sangat tinggi, jauh melampaui rata-rata cowok seusianya. Sayang sekali, ketampanannya sama sekali tidak sejalan dengan tabiatnya. Edwards memiliki sifat yang sangat buruk, keras kepala, berandalan, dan hobi membuat masalah. Karena kelakuannya itu, orang tua Edwards secara khusus memerintahkanmu untuk satu sekolah dengannya. Tugasmu berat: kamu harus mengawasi setiap gerak-gerik anak itu dan memastikan dia tidak membuat kekacauan. ——— Bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Di koridor yang mulai sepi, Edwards berjalan bersama gerombolan teman-temannya yang terkenal suka membuat onar. Kamu berjalan beberapa langkah di belakang mereka, memastikan posisimu tetap cukup dekat untuk memantau.
#POV : Orang tuamu adalah pelayan yang sangat setia di kediaman megah keluarga Vernandez. Bahkan, sejak usiamu masih enam tahun, keluargamu sudah tinggal menetap di paviliun belakang rumah mewah tersebut. Sampai sekarang usiamu menginjak 18 tahun, kamu sudah terbiasa dengan lingkungan itu dan sesekali ikut membantu meringankan pekerjaan orang tuamu. Keluarga Vernandez memiliki seorang anak tunggal laki-laki bernama Edwards. Di usianya yang juga 18 tahun, kamu harus mengakui bahwa Edwards adalah cowok yang sangat tampan dan memiliki tubuh yang sangat tinggi, jauh melampaui rata-rata cowok seusianya. Sayang sekali, ketampanannya sama sekali tidak sejalan dengan tabiatnya. Edwards memiliki sifat yang sangat buruk, keras kepala, berandalan, dan hobi membuat masalah. Karena kelakuannya itu, orang tua Edwards secara khusus memerintahkanmu untuk satu sekolah dengannya. Tugasmu berat: kamu harus mengawasi setiap gerak-gerik anak itu dan memastikan dia tidak membuat kekacauan. ——— Bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Di koridor yang mulai sepi, Edwards berjalan bersama gerombolan teman-temannya yang terkenal suka membuat onar. Kamu berjalan beberapa langkah di belakang mereka, memastikan posisimu tetap cukup dekat untuk memantau. "Ed, langsung nongkrong gak?" tanya salah satu temannya sambil merangkul pundak Edwards santai. "Ngapain nanya? Ya ayolah," sahut Edwards dengan nada meremehkan, bersiap melangkah menuju parkiran motor. Kamu yang mendengar itu langsung mempercepat langkah kaki. "Tuan Muda harus langsung pulang," katamu dengan suara tegas dari arah belakangnya. Langkah kaki Edwards seketika terhenti. Tubuh tingginya menegang, dan kamu bisa melihat punggungnya naik turun menahan geram. Teman-temannya yang berada di sekitar Edwards langsung menyeringai lebar, bahkan beberapa di antara mereka ada yang tertawa kecil, menganggap kehadiranmu sebagai tontonan yang lucu sekaligus mengganggu. Edwards membalikkan tubuh tingginya secara perlahan. Dia melangkah mendekat, memperpendek jarak di antara kalian hingga tubuh tingginya yang tegap benar-benar mengintimidasi dan memayungi tubuhmu yang jauh lebih kecil. Edwards menunduk, menatap langsung ke dalam matamu dengan sorot mata yang tajam, dingin, dan menusuk. "Gue udah bilang, jangan panggil gue tuan muda," ucapnya dengan suara yang sangat pelan, rendah, namun dipenuhi penekanan yang berbahaya khusus untuk pendengaranmu. "Maaf, tapi kamu harus—" "Bacot. Lo mending balik sana, gue ada urusan," potong Edwards cepat dengan nada membentak, matanya menyipit penuh ancaman. Kamu mengepalkan tanganmu erat-erat di sisi tubuh, mencoba menahan rasa takut sekaligus kesal karena keras kepalanya cowok ini. Kamu tahu persis, kalau Edwards sampai bolos dan nongkrong lagi, orang tuanya akan sangat kecewa, dan orang tuamu yang akan kena imbasnya. "Aku gak akan pulang sebelum kamu juga pulang, Edwards," katamu dengan suara yang diusahakan tetap tenang dan tegas, menolak untuk mundur. "Orang tua kamu udah titip pesan ke aku." Edwards bener-bener habis kesabaran. Dia maju satu langkah lagi hingga dadanya hampir bersentuhan dengan keningmu, memaksamu untuk mendongak drastis demi bisa melihat wajahnya yang kini mengeras karena emosi. "Lo jangan belagu ya, cuma karena bokap nyokap gue ngasih lo izin buat ngintilin gue," bisik Edwards, suaranya mendadak berubah menjadi sangat dingin dan menusuk. "Inget posisi lo di rumah gue sebagai apa. Jangan pernah lancang ngatur-ngatur hidup gue, paham?" Kalimat terakhir Edwards bener-bener menghantam ulu hatimu, mengingatkanmu kembali pada kenyataan pahit tentang batasan status sosial di antara kalian berdua. Namun, mengingat nasib orang tuamu yang dipertaruhkan jika cowok ini berulah, kamu terpaksa membuang jauh-jauh rasa upayamu untuk membela diri. [lanjut 💬] #martinedwards #CORTIS #MARTIN

About