@glorioustwinsofficial: Thank you lord for June edition Dress by @debbie654Debbycountybridals please patronize her🙏🏻

Glorioustwins
Glorioustwins
Open In TikTok:
Region: NG
Tuesday 16 June 2026 22:04:36 GMT
215850
29981
192
602

Music

Download

Comments

oluwajerry697
Jerry :
I feel like this song is for me
2026-06-17 06:45:39
76
yinka_1010
yinka_1010 :
I still dey contemplate who to marry among two of you
2026-06-17 23:24:17
18
ogooluwatwinz555
Ogooluwatwinz0571 :
More grace ejire
2026-06-19 09:51:44
1
roselineayanbiyi
Mrs J J :
many people said we look alike with glorious twins na true?
2026-06-18 16:25:15
11
aunty.d14
Aunty D :
more strength and anointing with prosperity ijn
2026-06-16 22:11:08
27
lawrentaebosei
Lawrentaebosei :
my loves
2026-06-19 08:49:12
1
user1262755692019
Lois Njoku-Aliyu :
see as her twin dey look am with passion
2026-06-17 15:59:35
27
toniaadeshina22
Tonia Adeshina :
Oluwa dide SI Oro mi Ki nri iwosan gba Ni agbara Olorun amin
2026-06-17 00:30:04
20
.ifeoluwa26
💫IFEOLUWA 🦋🦋 :
i love you, our new generation💯🤭
2026-06-16 22:18:23
6
bukkiescakesandmore771
Oluwabukola :
emi mimo dide tori mi
2026-06-16 22:38:12
6
user4616111142518
fashion designer in eleyele :
i believe in God 🙏
2026-06-16 22:21:01
7
maulynmideva27
🌟Karesh🌟 :
I love these girls🥰more grace
2026-06-17 08:16:08
6
woliabbey3003
queserasera :
i love you guys more anointing🥰🥰🥰🥰
2026-06-17 09:15:40
4
stellassignaturerealty
IBADAN PROPERTIES FOR SALE :
My ovaries 🥰❤️
2026-06-17 10:28:42
7
oyindamolaoluwatu
slimshady :
more anointing ejire mi i love u guys
2026-06-18 12:58:46
1
sophiaedafe1
Sofiiiiiaaaaaa💕💕💕 :
Yes lord
2026-06-17 22:00:05
1
akinlotankorede
Anuoluwapo 💘💗 :
i love Kenny natural voice
2026-06-18 11:45:09
1
t.best162
👑MØZEH👑 :
Love you guys
2026-06-17 14:25:33
1
user4616111142518
fashion designer in eleyele :
my believe in God
2026-06-16 22:20:47
4
debbie654
debbie654Debbycountybridals :
Love you guys more strength and anointing 🔥🥰😍
2026-06-17 13:16:19
2
user7418631979832
Holuwarantimi_23 :
love u twins
2026-06-16 22:11:18
1
harjike00012
harjike0001 :
More anointing
2026-06-16 22:09:19
2
jocie45
Pretty Damcel Pretty :
God please when my enemies thinks things are not working for me prove yourself as God 🙏
2026-06-18 02:42:32
2
ypg_heri
ᕼEᖇITᗩGE🎗️ :
Thank you God❤️
2026-06-16 22:24:03
2
etabunorprecious
precious gold :
I really love u guys, Massive twins ❣️❣️❣️❣️
2026-06-17 11:24:47
3
To see more videos from user @glorioustwinsofficial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov: Hari-harimu sudah terasa hampir di neraka. Jungkook yang tegas namun sudah seperti hiperkritis. Terlalu menuntut kamu harus sempurna tiap pemotretan. Dari kesalahan kecil, kini membuat hidupmu rumit. Setiap hari kamu dibuat repot dengan permintaan Jungkook. Terkadang ia meminta staff mengubah jadwal pemotretan, mengganti tema di tengah jalan, bahkan tak tanggung-tanggung mengomentari penampilanmu di luar jam kerja. Rasanya hidup berdampingan dengan amarah. Meski menyesal, dalam hatimu ruang kesal lebih luas dan siap menampung kata-kata makian untuk Jungkook. Pagi di hari Minggu harusnya tenang bukan? Kamu meringkuk di balik selimut, rambut berantakan dengan wajah bantal. Kicauan burung serta bias matahari tak dihiraukan. Tapi ketenangan itu diganggu oleh dering ponselmu. Tanganmu terangkat meraba-raba meja di sebelah ranjang, lalu mematikan daya ponsel agar tak ada yang mengusik hari liburmu. “Harusnya mereka biarkan aku tidur sampai sore,” gerutumu dengan suara tak begitu jelas artikulasinya. Minus 5, bercanda ingyah. Selimut ditarik lebih tinggi, menutup seluruh tubuh. Selang beberapa menit terdengar ketukan dari pintu depan. Kamu mengerang, wajah sudah kusut ingin menangis karena kesal. Kamu bangkit dari kasur, berjalan gontai dengan kaki terseok menuju sumber suara. Saat pintu terbuka, tubuhmu langsung kaku dan mata sepenuhnya melek. Jungkook. Lelaki itu berdiri dengan tatapan tajam yang langsung dilempar padamu. Penampilannya rapi, dengan jas hitam. Di hari Minggu.  “Kenapa panggilanku direject?” tanyanya, suara mengintimidasi. Kamu berdehem, membebaskan kata-kata yang tertahan di tenggorokan. “Ehem! Ini bukannya hari Minggu? Saya rasa tidak ada jadwal penting,” jawabmu.  Kening Jungkook berkerut, ia mengeluarkan ponsel dari saku jasnya kemudian mengarahkan layar putih itu ke hadapanmu. “Baca.” Matamu menyipit, kepala sedikit dimajukan untuk melihat huruf-huruf kecil dalam sana. “Hari ini kau harus ikut denganku untuk survey lokasi pemotretan besok.” “Tapi—” “Tidak ada kata 'tapi',Y/N. Kau lupa bahwa aku tidak akan membiarkanmu lolos bahkan sehari pun?” potongnya cepat. “Hah...kalau begitu aku akan bersiap,” ucapmu pasrah. Saat tubuh berbalik ke dalam rumah, Jungkook dengan cepat meraih pergelangan tanganmu.  Belum sempat bereaksi, lengan kekarnya menyeretmu keluar. “Kita sudah terlambat, tidak ada waktu itu bersiap.” Kamu melongo, langkah kaki cepat menyelaraskan ritme dengan Jungkook. Bagaimana mungkin pergi tanpa mandi—atau setidaknya mencuci muka dan menggosok gigi. Tapi dia tak peduli. Rahangnya mengeras, membawamu untuk masuk ke dalam mobilnya. Yang membuatmu bertanya-tanya adalah dia tak datang bersama sekretaris atau asisten pribadinya. Apa benar ini jam kerja?  Mesin mobil dinyalakan, tanpa banyak basa-basi ia menginjak gas dan mobil melaju, membelah hiruk pikuknya kota di hari Minggu. Kamu duduk, tangan sibuk merapikan rambut dan mengusap wajah yang masih bengkak. Ketika Jungkook menoleh, dia berdecak lalu mengarahkan cermin padamu. “Dasar sialan. Harusnya aku siram dia pakai air bekas Puppy,” gerutumu dalam hati.  Lelaki itu menoleh sekali lagi, memperhatikan pakaianmu. Setelan piyama pink lembut dengan motif boneka, kakimu yang hanya beralaskan sendal tipis. Sejenak ada rasa bersalah yang melintas. Namun, ia tak ingin terlihat mengasihani dirimu. Sebaliknya, Jungkook berhenti di sebuah coffee shop. “Tempat pemotretannya...di sini?” tanyamu sembari celingak-celinguk memperhatikan sekitar. Jungkook mengeluarkan kartunya dan memberikannya padamu. “Beli kopi dan roti. Kau harus sarapan, agar kau tidak mati kelaparan karena aku.” Kamu ragu sesaat untuk melangkah keluar dari mobil. Namun, harus ada secuil kebebasan. Dan pada akhirnya, pintu terbuka dan tubuhmu melesat cepat. Jungkook terus memperhatikanmu, melihat bagaimana orang-orang melirik tampilanmu. Tanpa sadar sudut bibirnya tertarik membentuk senyum tipis. ( Lanjut di komentar ) #pov #bts #jungkook #fyp
Pov: Hari-harimu sudah terasa hampir di neraka. Jungkook yang tegas namun sudah seperti hiperkritis. Terlalu menuntut kamu harus sempurna tiap pemotretan. Dari kesalahan kecil, kini membuat hidupmu rumit. Setiap hari kamu dibuat repot dengan permintaan Jungkook. Terkadang ia meminta staff mengubah jadwal pemotretan, mengganti tema di tengah jalan, bahkan tak tanggung-tanggung mengomentari penampilanmu di luar jam kerja. Rasanya hidup berdampingan dengan amarah. Meski menyesal, dalam hatimu ruang kesal lebih luas dan siap menampung kata-kata makian untuk Jungkook. Pagi di hari Minggu harusnya tenang bukan? Kamu meringkuk di balik selimut, rambut berantakan dengan wajah bantal. Kicauan burung serta bias matahari tak dihiraukan. Tapi ketenangan itu diganggu oleh dering ponselmu. Tanganmu terangkat meraba-raba meja di sebelah ranjang, lalu mematikan daya ponsel agar tak ada yang mengusik hari liburmu. “Harusnya mereka biarkan aku tidur sampai sore,” gerutumu dengan suara tak begitu jelas artikulasinya. Minus 5, bercanda ingyah. Selimut ditarik lebih tinggi, menutup seluruh tubuh. Selang beberapa menit terdengar ketukan dari pintu depan. Kamu mengerang, wajah sudah kusut ingin menangis karena kesal. Kamu bangkit dari kasur, berjalan gontai dengan kaki terseok menuju sumber suara. Saat pintu terbuka, tubuhmu langsung kaku dan mata sepenuhnya melek. Jungkook. Lelaki itu berdiri dengan tatapan tajam yang langsung dilempar padamu. Penampilannya rapi, dengan jas hitam. Di hari Minggu. “Kenapa panggilanku direject?” tanyanya, suara mengintimidasi. Kamu berdehem, membebaskan kata-kata yang tertahan di tenggorokan. “Ehem! Ini bukannya hari Minggu? Saya rasa tidak ada jadwal penting,” jawabmu. Kening Jungkook berkerut, ia mengeluarkan ponsel dari saku jasnya kemudian mengarahkan layar putih itu ke hadapanmu. “Baca.” Matamu menyipit, kepala sedikit dimajukan untuk melihat huruf-huruf kecil dalam sana. “Hari ini kau harus ikut denganku untuk survey lokasi pemotretan besok.” “Tapi—” “Tidak ada kata 'tapi',Y/N. Kau lupa bahwa aku tidak akan membiarkanmu lolos bahkan sehari pun?” potongnya cepat. “Hah...kalau begitu aku akan bersiap,” ucapmu pasrah. Saat tubuh berbalik ke dalam rumah, Jungkook dengan cepat meraih pergelangan tanganmu. Belum sempat bereaksi, lengan kekarnya menyeretmu keluar. “Kita sudah terlambat, tidak ada waktu itu bersiap.” Kamu melongo, langkah kaki cepat menyelaraskan ritme dengan Jungkook. Bagaimana mungkin pergi tanpa mandi—atau setidaknya mencuci muka dan menggosok gigi. Tapi dia tak peduli. Rahangnya mengeras, membawamu untuk masuk ke dalam mobilnya. Yang membuatmu bertanya-tanya adalah dia tak datang bersama sekretaris atau asisten pribadinya. Apa benar ini jam kerja? Mesin mobil dinyalakan, tanpa banyak basa-basi ia menginjak gas dan mobil melaju, membelah hiruk pikuknya kota di hari Minggu. Kamu duduk, tangan sibuk merapikan rambut dan mengusap wajah yang masih bengkak. Ketika Jungkook menoleh, dia berdecak lalu mengarahkan cermin padamu. “Dasar sialan. Harusnya aku siram dia pakai air bekas Puppy,” gerutumu dalam hati. Lelaki itu menoleh sekali lagi, memperhatikan pakaianmu. Setelan piyama pink lembut dengan motif boneka, kakimu yang hanya beralaskan sendal tipis. Sejenak ada rasa bersalah yang melintas. Namun, ia tak ingin terlihat mengasihani dirimu. Sebaliknya, Jungkook berhenti di sebuah coffee shop. “Tempat pemotretannya...di sini?” tanyamu sembari celingak-celinguk memperhatikan sekitar. Jungkook mengeluarkan kartunya dan memberikannya padamu. “Beli kopi dan roti. Kau harus sarapan, agar kau tidak mati kelaparan karena aku.” Kamu ragu sesaat untuk melangkah keluar dari mobil. Namun, harus ada secuil kebebasan. Dan pada akhirnya, pintu terbuka dan tubuhmu melesat cepat. Jungkook terus memperhatikanmu, melihat bagaimana orang-orang melirik tampilanmu. Tanpa sadar sudut bibirnya tertarik membentuk senyum tipis. ( Lanjut di komentar ) #pov #bts #jungkook #fyp

About