@a9_aor: قَميصُكَ المِنشوُرِ في السماءِ 🙇🏻‍♀️💔💔 #الامام_الحسين_عليه_السلام #مرقد_الامام_الحسين #كربلاء #شيعه_الامام_علي #محرم

بنت اݪسَـٰٖـ๋͜ــادِه
بنت اݪسَـٰٖـ๋͜ــادِه
Open In TikTok:
Region: IQ
Wednesday 17 June 2026 10:21:10 GMT
730
131
1
5

Music

Download

Comments

rouh_2009_4
عاشقه الامام الحسين³¹³ :
استمري مبدعة😫🤎💋✨ .
2026-06-17 10:26:18
1
To see more videos from user @a9_aor, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Tengah dinilai masih belum merata. Cakupan program baru menyentuh sekitar 60 persen wilayah, sementara daerah pedesaan yang memiliki kebutuhan tinggi justru belum terlayani secara optimal. Isu ini mengemuka dalam pelantikan DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Sulawesi Tengah yang berlangsung di Hotel Gransya, Sabtu (18/4/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan arah pengembangan program ke depan, dengan fokus memperluas jangkauan hingga ke desa-desa. Ketua DPW GAPEMBI Sulteng, Zaenal Abidin Ishak, menyebut pelaksanaan MBG selama ini lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Ia menilai perlu ada langkah percepatan agar masyarakat di desa juga mendapatkan akses yang sama terhadap makanan bergizi. Menurutnya, prioritas ke depan adalah memastikan tidak ada lagi anak-anak di wilayah terpencil yang mengalami kekurangan asupan harian. Upaya itu, kata dia, harus didukung dengan koordinasi yang solid antarstruktur organisasi hingga tingkat daerah. Di sisi lain, Ketua Umum DPP GAPEMBI, Alven Stony, menyoroti tantangan yang dihadapi para pelaku usaha dalam menjalankan program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa banyak mitra harus mengeluarkan biaya operasional lebih dulu, bahkan dengan cara berutang, sebelum adanya pengembalian. Kondisi tersebut, lanjutnya, kerap tidak diketahui publik yang menganggap program MBG langsung memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Padahal, di lapangan masih banyak yang berjuang menjaga keberlangsungan operasional. Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak serta keterbukaan dalam menyampaikan kendala yang dihadapi. “Program ini besar dan tentu memiliki tantangan. Karena itu, kami membuka ruang komunikasi agar setiap persoalan bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Tengah dinilai masih belum merata. Cakupan program baru menyentuh sekitar 60 persen wilayah, sementara daerah pedesaan yang memiliki kebutuhan tinggi justru belum terlayani secara optimal. Isu ini mengemuka dalam pelantikan DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Sulawesi Tengah yang berlangsung di Hotel Gransya, Sabtu (18/4/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan arah pengembangan program ke depan, dengan fokus memperluas jangkauan hingga ke desa-desa. Ketua DPW GAPEMBI Sulteng, Zaenal Abidin Ishak, menyebut pelaksanaan MBG selama ini lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Ia menilai perlu ada langkah percepatan agar masyarakat di desa juga mendapatkan akses yang sama terhadap makanan bergizi. Menurutnya, prioritas ke depan adalah memastikan tidak ada lagi anak-anak di wilayah terpencil yang mengalami kekurangan asupan harian. Upaya itu, kata dia, harus didukung dengan koordinasi yang solid antarstruktur organisasi hingga tingkat daerah. Di sisi lain, Ketua Umum DPP GAPEMBI, Alven Stony, menyoroti tantangan yang dihadapi para pelaku usaha dalam menjalankan program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa banyak mitra harus mengeluarkan biaya operasional lebih dulu, bahkan dengan cara berutang, sebelum adanya pengembalian. Kondisi tersebut, lanjutnya, kerap tidak diketahui publik yang menganggap program MBG langsung memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Padahal, di lapangan masih banyak yang berjuang menjaga keberlangsungan operasional. Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak serta keterbukaan dalam menyampaikan kendala yang dihadapi. “Program ini besar dan tentu memiliki tantangan. Karena itu, kami membuka ruang komunikasi agar setiap persoalan bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

About