@userhfn318qj4x: #Nigeria Niger

user07885396871
user07885396871
Open In TikTok:
Region: NG
Wednesday 17 June 2026 13:52:29 GMT
480874
14734
123
383

Music

Download

Comments

siyamamuhammad020
Siyama Muhammad 🩺💊💉 :
Gani
2026-08-17 14:27:58
2
usmanbee24
🌴🌴FOR THE LADIES 💯🌴🌴 :
nayyi wlh ko auren ma zanyi
2026-08-23 11:35:24
2
farukb.d
Faruk B.D :
Ni ka ban dariya wai ta kowane hali
2026-08-23 10:50:31
5
muktaryakubukura2
Muktar KURA :
slm barka da N yamma ykk ya akeyinsa
2026-08-23 16:20:24
2
user5263262162473
Kabiru Sadiq Egye :
I'm interested
2026-08-30 21:09:52
1
johnaziagbenyo
Johnson :
ur number please
2026-08-31 09:47:01
1
mustaphamakinta28
M makinta 1991 :
Allah sarki
2026-08-25 12:34:57
1
c.e.o.bash.collec
C E O Bash Collection :
okay to Taya za ayi mu hadu da ita
2026-08-15 20:00:23
4
babamk947
💯🙆🏼‍♂️🙋🏼‍♂️🤷🏼‍♂️🕋 :
😁💯
2026-08-22 12:40:32
1
umarsaidusalihumekazah
umar s salihu scrap panel :
to Yaya za ayi ne amma ni kaxaba min kyakkyawa sosai kaji
2026-08-31 00:32:53
2
nura.yakubu32
dollars boy 🤑🤑💲 💵 🧑‍💻 :
gani
2026-08-22 20:23:34
1
001aromaina
aro maina dyc :
Nigeria
2026-08-21 20:59:29
1
binsani258
MAJIDADI 🥰😍 :
yn
2026-08-24 19:47:29
1
suya.monie
suya monie🍗001 :
Ganinan
2026-08-31 00:27:35
1
eth___sa___abaya
ETH___SA___ABAYA👗🥻 :
SUBHANALLAH
2026-08-30 20:32:33
1
iliyasu.adamu.blac
Small zino for life :
gani
2026-08-24 14:29:35
1
johnaziagbenyo
Johnson :
good morning
2026-08-31 09:46:47
1
hussainideba1
hussaini 001 :
gani
2026-08-30 17:58:17
1
stillfzara
Still F zara :
A, Ina Zansameta
2026-08-30 17:12:57
1
sani09122689898
sani rabiu bastari :
nml nml
2026-08-22 21:56:16
1
harunabdulazeez14gmail.c
haroun abdel aziz :
a nayarda taya za ayi🥰🥰
2026-08-30 17:36:09
1
yunus.umar.abdul
Yunusa umar Abdullahi :
kudin kawai
2026-08-22 21:29:01
1
nura.salisu430
Nura Salisu :
Wallahi ganinan ainataki zanzo akirata
2026-08-27 14:37:20
1
dankasuwa4131
Dankasuwa :
ganinan ashirye nake
2026-08-30 22:20:05
1
adda84071
ADDA :
slm ykk Brd
2026-08-22 05:38:00
1
To see more videos from user @userhfn318qj4x, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dugaan gangguan kesehatan terhadap 77 penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Global dan MA Global Karangan mulai berdampak pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mulia Hiroku Gakkou. Satgas MBG Trenggalek kini mengawasi SPPG tersebut setelah meneruskan laporan kejadian kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. SPPG Yayasan Mulia Hiroku Gakkou Karangan juga menghadapi risiko pembekuan sementara atau suspend. Namun, Satgas MBG belum menyimpulkan makanan MBG sebagai penyebab gangguan kesehatan. Tim gabungan memilih melakukan investigasi menyeluruh dengan memeriksa kondisi kesehatan penerima manfaat dan mengaudit proses produksi makanan di dapur SPPG. Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, mengatakan pihaknya menerima laporan pada Selasa (15/9/2026) pagi. Puluhan siswa dan guru saat itu mengeluhkan diare serta sakit perut. “Tadi pagi kami menerima laporan langsung dari para penerima manfaat di SMP dan MA Global,” kata Sunarto. Keluhan tersebut muncul sehari setelah para penerima manfaat menyantap menu MBG dari SPPG Karangan pada Senin (14/9/2026). Satgas Sisir Seribu Siswa, 77 Orang Mengeluh Sakit Pendataan awal Satgas MBG mencatat 77 penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan. MA Global menyumbang 34 orang, terdiri dari 27 siswa dan 7 guru. Sedangkan SMP Global mencatat 43 orang, terdiri dari 41 siswa dan 2 guru. Satgas MBG kemudian turun ke lokasi bersama Koordinator Wilayah, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas setempat. Tim memeriksa kondisi para penerima manfaat sekaligus menelusuri kondisi siswa lainnya. Tim medis juga melakukan penelusuran epidemiologi terhadap sekitar 1.000 siswa penerima manfaat di kawasan tersebut. “Berdasarkan hasil penyisiran tim medis, keluhan fisik sementara ini hanya terdeteksi pada 77 orang tersebut,” terang Sunarto. Satgas Audit Dapur SPPG Yayasan Mulia Hiroku Gakkou Setelah menerima laporan, Satgas MBG mengarahkan pemeriksaan ke dapur SPPG Yayasan Mulia Hiroku Gakkou Karangan. Tim investigasi memeriksa seluruh tahapan pengolahan makanan untuk mencari titik yang berpotensi menimbulkan masalah. Sunarto mengatakan tim menggunakan mekanisme pemeriksaan menyeluruh seperti audit mutu. “Untuk menuntaskan kasus seperti ini, kami menerapkan prosedur pemeriksaan menyeluruh mirip audit,” tegasnya. Petugas memeriksa rantai pasok mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga distribusi makanan kepada siswa. Hasil pemeriksaan tersebut akan membantu Satgas menentukan apakah menu MBG berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan atau terdapat faktor lain yang perlu ditelusuri. Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium Surabaya Menu MBG pada Senin (14/9/2026) terdiri dari ayam bumbu rendang tanpa santan, acar timun dan wortel, tempe goreng, serta buah melon. Petugas mengambil sampel sisa makanan untuk menjalani pemeriksaan mikrobiologi di laboratorium. Satgas mengirim sampel tersebut ke Surabaya karena laboratorium di sana memiliki fasilitas pemeriksaan yang lebih lengkap. “Petugas sudah mengambil sampel makanan dan langsung mengaturnya untuk dikirim ke laboratorium Surabaya yang fasilitasnya lengkap,” tutur Sunarto. Pemeriksaan laboratorium akan membantu tim mendeteksi kemungkinan keberadaan patogen atau bakteri yang dapat memicu gangguan saluran pencernaan. Sunarto juga menjelaskan keterbatasan fasilitas laboratorium milik Pemkab Trenggalek. “Laboratorium Pemkab Trenggalek saat ini baru mampu menguji parameter terbatas, seperti bakteri E. coli,” ungkapnya. Sementara itu, laboratorium di Surabaya memiliki fasilitas pemeriksaan yang lebih lengkap untuk menganalisis berbagai kemungkinan sumber cemaran. Laporan Masuk BGN, SPPG Karangan Terancam Suspend Insiden ini juga membawa konsekuensi terhadap SPPG Yayasan Mulia Hiroku Gakkou Karangan. Satgas MBG Trenggalek telah melaporkan kejadian tersebut kepada BGN Pusat di Jakarta. #SPPGKarangan #BadanGiziNasional #KasusMBGTrenggalek #BeritaTrenggalek #BiozTV
Dugaan gangguan kesehatan terhadap 77 penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Global dan MA Global Karangan mulai berdampak pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mulia Hiroku Gakkou. Satgas MBG Trenggalek kini mengawasi SPPG tersebut setelah meneruskan laporan kejadian kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. SPPG Yayasan Mulia Hiroku Gakkou Karangan juga menghadapi risiko pembekuan sementara atau suspend. Namun, Satgas MBG belum menyimpulkan makanan MBG sebagai penyebab gangguan kesehatan. Tim gabungan memilih melakukan investigasi menyeluruh dengan memeriksa kondisi kesehatan penerima manfaat dan mengaudit proses produksi makanan di dapur SPPG. Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, mengatakan pihaknya menerima laporan pada Selasa (15/9/2026) pagi. Puluhan siswa dan guru saat itu mengeluhkan diare serta sakit perut. “Tadi pagi kami menerima laporan langsung dari para penerima manfaat di SMP dan MA Global,” kata Sunarto. Keluhan tersebut muncul sehari setelah para penerima manfaat menyantap menu MBG dari SPPG Karangan pada Senin (14/9/2026). Satgas Sisir Seribu Siswa, 77 Orang Mengeluh Sakit Pendataan awal Satgas MBG mencatat 77 penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan. MA Global menyumbang 34 orang, terdiri dari 27 siswa dan 7 guru. Sedangkan SMP Global mencatat 43 orang, terdiri dari 41 siswa dan 2 guru. Satgas MBG kemudian turun ke lokasi bersama Koordinator Wilayah, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas setempat. Tim memeriksa kondisi para penerima manfaat sekaligus menelusuri kondisi siswa lainnya. Tim medis juga melakukan penelusuran epidemiologi terhadap sekitar 1.000 siswa penerima manfaat di kawasan tersebut. “Berdasarkan hasil penyisiran tim medis, keluhan fisik sementara ini hanya terdeteksi pada 77 orang tersebut,” terang Sunarto. Satgas Audit Dapur SPPG Yayasan Mulia Hiroku Gakkou Setelah menerima laporan, Satgas MBG mengarahkan pemeriksaan ke dapur SPPG Yayasan Mulia Hiroku Gakkou Karangan. Tim investigasi memeriksa seluruh tahapan pengolahan makanan untuk mencari titik yang berpotensi menimbulkan masalah. Sunarto mengatakan tim menggunakan mekanisme pemeriksaan menyeluruh seperti audit mutu. “Untuk menuntaskan kasus seperti ini, kami menerapkan prosedur pemeriksaan menyeluruh mirip audit,” tegasnya. Petugas memeriksa rantai pasok mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga distribusi makanan kepada siswa. Hasil pemeriksaan tersebut akan membantu Satgas menentukan apakah menu MBG berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan atau terdapat faktor lain yang perlu ditelusuri. Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium Surabaya Menu MBG pada Senin (14/9/2026) terdiri dari ayam bumbu rendang tanpa santan, acar timun dan wortel, tempe goreng, serta buah melon. Petugas mengambil sampel sisa makanan untuk menjalani pemeriksaan mikrobiologi di laboratorium. Satgas mengirim sampel tersebut ke Surabaya karena laboratorium di sana memiliki fasilitas pemeriksaan yang lebih lengkap. “Petugas sudah mengambil sampel makanan dan langsung mengaturnya untuk dikirim ke laboratorium Surabaya yang fasilitasnya lengkap,” tutur Sunarto. Pemeriksaan laboratorium akan membantu tim mendeteksi kemungkinan keberadaan patogen atau bakteri yang dapat memicu gangguan saluran pencernaan. Sunarto juga menjelaskan keterbatasan fasilitas laboratorium milik Pemkab Trenggalek. “Laboratorium Pemkab Trenggalek saat ini baru mampu menguji parameter terbatas, seperti bakteri E. coli,” ungkapnya. Sementara itu, laboratorium di Surabaya memiliki fasilitas pemeriksaan yang lebih lengkap untuk menganalisis berbagai kemungkinan sumber cemaran. Laporan Masuk BGN, SPPG Karangan Terancam Suspend Insiden ini juga membawa konsekuensi terhadap SPPG Yayasan Mulia Hiroku Gakkou Karangan. Satgas MBG Trenggalek telah melaporkan kejadian tersebut kepada BGN Pusat di Jakarta. #SPPGKarangan #BadanGiziNasional #KasusMBGTrenggalek #BeritaTrenggalek #BiozTV

About