@msa....11: #ضحك #محمد الأسمري 🇸🇦 #أحبكم_يااغلا_متابعين #تيك_توك#_أبها_عسيرالهول_بلسمر_جده_الرياض_الطائف_مكه المكرمه_المدينه المنورة _ الدمام _خلق _احط _هاشتا قات

محمد الأسمري  🇸🇦
محمد الأسمري 🇸🇦
Open In TikTok:
Region: SA
Wednesday 17 June 2026 19:38:40 GMT
106
1
2
1

Music

Download

Comments

user8013816200375
همسة مطر :
🤣🤣
2026-06-17 21:08:58
1
To see more videos from user @msa....11, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku tidak cukup percaya pada mampuku dalam menjalani peranku sebagai putri berharga seseorang, tapi aku percaya pada Tuhanku yang Maha Memampukan. Tuhan, ayah ibu sudah tidak muda lagi. Dan aku juga bukan lagi anak kecil yang selalu tenang berdiri di belakang keduanya. Aku kini, telah berdiri didepan ibu dan dibelakang ayah. Dan suatu saat aku akan tiba pada masa dimana aku akan berdiri di depan keduanya.  Mampukan aku, Tuhanku, mampukan aku. Beberapa hari lalu, aku kembali melihati gambar-gambar lama, dan aku berhenti pada beberapa lembar foto yang tertanda beberapa tahun silam. Betapa, tercekiknya aku dibuat. Ayah ibu, sudah tidak seperti sebagaimana dulu.  Rambut ayah, sudah lebih banyak putihnya hari ini. Kulitnya tidak sekencang dulu. Tubuhnya juga tidak setegap dulu. Matanya juga tidak sebening dulu. Ibu, mulai sering sakit-sakitan. Ibu, tidak lagi selincah dulu.  Tuhan, apa yang terjadi pada ayah dan ibuku? Apa, apa yang terjadi?  Maka demi Engkau, Tuhanku, izinkan aku membahagiakan keduanya di sisa hidup mereka yang semoga masih tersisa seribu tahun lagi. Sampaikanlah mereka pada masa dimana aku bisa memenangi hidup ini. Sampaikanlah Tuhanku, sampaikanlah. Aku telah menerima cinta mereka sepanjang hidup. Aku telah tumbuh dalam penjagaan mereka dan aku telah hidup dari doa, lelah, keringat, darah dan air mata mereka yang tidak kurang-kurang. Maka, sekali lagi, demi Engkau Tuhanku mampukan aku dalam membahagiakan keduanya—dunia akhirat.  Aku ingin, ayah dan ibu bisa merasa dicintai juga, meski aku tahu sampai kapanpun aku tidak akan pernah sanggup membalas separuh apalagi seluruhnya seluruhnya. Tapi sungguh, aku ingin mencoba. Ayah ibu, layak, menjadi orang tua yang selalu berbahagia. Layak, lebih dari layak.  Maka mampukan aku, Tuhanku, mampukan aku, wahai Engkau Tuhanku yang Maha memampukan. Dimampukan. Pasti—dimampukan. #dhiyandjournal
Aku tidak cukup percaya pada mampuku dalam menjalani peranku sebagai putri berharga seseorang, tapi aku percaya pada Tuhanku yang Maha Memampukan. Tuhan, ayah ibu sudah tidak muda lagi. Dan aku juga bukan lagi anak kecil yang selalu tenang berdiri di belakang keduanya. Aku kini, telah berdiri didepan ibu dan dibelakang ayah. Dan suatu saat aku akan tiba pada masa dimana aku akan berdiri di depan keduanya.  Mampukan aku, Tuhanku, mampukan aku. Beberapa hari lalu, aku kembali melihati gambar-gambar lama, dan aku berhenti pada beberapa lembar foto yang tertanda beberapa tahun silam. Betapa, tercekiknya aku dibuat. Ayah ibu, sudah tidak seperti sebagaimana dulu.  Rambut ayah, sudah lebih banyak putihnya hari ini. Kulitnya tidak sekencang dulu. Tubuhnya juga tidak setegap dulu. Matanya juga tidak sebening dulu. Ibu, mulai sering sakit-sakitan. Ibu, tidak lagi selincah dulu.  Tuhan, apa yang terjadi pada ayah dan ibuku? Apa, apa yang terjadi?  Maka demi Engkau, Tuhanku, izinkan aku membahagiakan keduanya di sisa hidup mereka yang semoga masih tersisa seribu tahun lagi. Sampaikanlah mereka pada masa dimana aku bisa memenangi hidup ini. Sampaikanlah Tuhanku, sampaikanlah. Aku telah menerima cinta mereka sepanjang hidup. Aku telah tumbuh dalam penjagaan mereka dan aku telah hidup dari doa, lelah, keringat, darah dan air mata mereka yang tidak kurang-kurang. Maka, sekali lagi, demi Engkau Tuhanku mampukan aku dalam membahagiakan keduanya—dunia akhirat.  Aku ingin, ayah dan ibu bisa merasa dicintai juga, meski aku tahu sampai kapanpun aku tidak akan pernah sanggup membalas separuh apalagi seluruhnya seluruhnya. Tapi sungguh, aku ingin mencoba. Ayah ibu, layak, menjadi orang tua yang selalu berbahagia. Layak, lebih dari layak. Maka mampukan aku, Tuhanku, mampukan aku, wahai Engkau Tuhanku yang Maha memampukan. Dimampukan. Pasti—dimampukan. #dhiyandjournal

About