@igjoaoricardolisboaa: Chama no WhatsApp da bio para entrar na minha comunidade de jovens empreendedores.

João Ricardo
João Ricardo
Open In TikTok:
Region: BR
Wednesday 17 June 2026 20:20:02 GMT
832
55
6
10

Music

Download

Comments

henry.haubert423
Henry Haubert :
se passou
2026-06-18 16:02:04
0
jesusocaminhoaver25
Arthur_Henrique :
cara,isso foi bizarro😭✌️
2026-06-17 22:45:36
1
fl.lb81
FL :
perdeu a linha
2026-06-18 09:29:46
1
henzo_quip
H'Q :
😭🙏 estamos em 2026 trate as mulheres com igualdade
2026-06-18 15:10:56
0
To see more videos from user @igjoaoricardolisboaa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Pagi ini kamu benar-benar datang ke pertandingan basket Seonghyeon, entah angin apa yang membawamu sampai ke sini. Di bawah, lapangan masih kosong tanpa aktivitas pertandingan, hanya beberapa panitia yang sibuk mengatur persiapan dan mengecek perlengkapan di pinggir lapangan.  Detik berikutnya, pintu ruang ganti terbuka dan para pemain mulai keluar satu per satu untuk melakukan pemanasan. Suara sorakan langsung pecah, semakin ramai saat aura para pemain mulai terasa di lapangan. Di antara teriakan itu, nama Seonghyeon paling sering disebut, bahkan disoraki lebih keras dari yang lain. Seonghyeon keluar dengan penuh percaya diri, wajahnya tenang tanpa ekspresi berlebihan meski sorakan penonton langsung mengarah padanya. Dingin dan stabil, seolah semua perhatian yang ada di sekitarnya bukan sesuatu yang perlu ia tanggapi. Seonghyeon sempat menoleh ke arah tribun, dan tanpa sengaja matanya langsung bertabrakan dengan matamu. Dia tidak bereaksi lebih, hanya sebuah senyum tipis yang nyaris sulit ditangkap. lalu alisnya terangkat sedikit seolah memberi tanda “gue lihat lo.” Setelah itu, dia kembali berjalan ke lapangan dengan tenang, tapi senyum kecil itu masih tersisa sesaat di wajahnya sebelum benar-benar hilang. Peluit panjang akhirnya dibunyikan, menandai dimulainya pertandingan. Bola mulai diperebutkan di tengah lapangan, dan tempo permainan berjalan cepat sejak menit pertama. Perlahan tim Seonghyeon mulai mendominasi lewat kerja sama yang solid. Setiap kali Seonghyeon mencetak atau memberi assist, sorakan tribun semakin keras, namanya kembali jadi pusat perhatian di antara riuhnya penonton. Hingga akhirnya peluit babak pertama dibunyikan, skor menunjukkan tim Seonghyeon unggul. Pemain-pemain mulai berjalan ke sisi lapangan untuk istirahat singkat, dan disitulah para wanita yang mengidolakan Seonghyeon berlomba memberi air untuknya. Namun Seonghyeon hanya lewat begitu saja di antara mereka, tanpa melirik lama. Langkahnya stabil, sampai akhirnya dia berhenti tepat di depanmu.  “Mana air gue?” ucapnya datar, tapi ada nada santai yang seperti sudah yakin kamu memang yang dia cari dari awal. Tanpa banyak kata, kamu meraih botol air putih yang memang sengaja kamu letakkan di samping kursimu sejak tadi. Gerakanmu cepat, lalu kamu menyodorkannya ke arah Seonghyeon. Seonghyeon langsung mengambilnya tanpa ragu, Dia membuka tutupnya pelan, lalu meneguk air itu.  Semua mata tertuju pada interaksi kalian, disana Seonghyeon seolah menunjukkan bahwa kamulah pacar kandungnya. Beberapa bisikan langsung terdengar dari sekitar tribun, sementara Seonghyeon tidak terganggu sedikit pun. Ia sedikit menurunkan botolnya, lalu menatapmu lebih lama dari sebelumnya, seakan sengaja membiarkan semua orang paham tanpa perlu penjelasan apa pun. “Makasih ya udah datang,” ucap Seonghyeon pelan. Namun tatapannya lebih tenang dari biasanya saat melihatmu. “Kemenangan kali ini gue kasih ke lo.” Kamu hanya membalas dengan anggukan kecil, tanpa banyak ekspresi, Seonghyeon memperhatikan itu sebentar, lalu sudut bibirnya terangkat tipis sebelum akhirnya sedikit mengalihkan pandangan ke lapangan yang masih ramai oleh sisa sorakan. “Tunggu di sini ya,” ucapnya kemudian. Ia sedikit mencondongkan badan ke arahmu, tatapannya singkat tapi dalam. “Masih ada babak berikutnya. Lo harus lihat kemenangan gue.” Sebelum benar-benar pergi, Seonghyeon mengusap pelan kepalamu dengan gerakan singkat tapi lembut, seperti refleks yang tidak dia tahan. “Lo cantik banget hari ini,” gumamnya pelan. Setelah itu ia langsung berbalik, melangkah kembali ke arah lapangan tanpa menunggu reaksimu lebih lama. Wajahmu terasa panas seketika, suara di sekitarmu seperti menjauh, dan tatapanmu tetap terpaku ke arah Seonghyeon yang sudah berjalan kembali ke lapangan. “Cowok gila,” gumammu pelan, hampir seperti protes yang tidak benar-benar kamu maksudkan sepenuhnya. #seonghyeon #pov #fyp #cortis #eomseonghyeon
POV: Pagi ini kamu benar-benar datang ke pertandingan basket Seonghyeon, entah angin apa yang membawamu sampai ke sini. Di bawah, lapangan masih kosong tanpa aktivitas pertandingan, hanya beberapa panitia yang sibuk mengatur persiapan dan mengecek perlengkapan di pinggir lapangan. Detik berikutnya, pintu ruang ganti terbuka dan para pemain mulai keluar satu per satu untuk melakukan pemanasan. Suara sorakan langsung pecah, semakin ramai saat aura para pemain mulai terasa di lapangan. Di antara teriakan itu, nama Seonghyeon paling sering disebut, bahkan disoraki lebih keras dari yang lain. Seonghyeon keluar dengan penuh percaya diri, wajahnya tenang tanpa ekspresi berlebihan meski sorakan penonton langsung mengarah padanya. Dingin dan stabil, seolah semua perhatian yang ada di sekitarnya bukan sesuatu yang perlu ia tanggapi. Seonghyeon sempat menoleh ke arah tribun, dan tanpa sengaja matanya langsung bertabrakan dengan matamu. Dia tidak bereaksi lebih, hanya sebuah senyum tipis yang nyaris sulit ditangkap. lalu alisnya terangkat sedikit seolah memberi tanda “gue lihat lo.” Setelah itu, dia kembali berjalan ke lapangan dengan tenang, tapi senyum kecil itu masih tersisa sesaat di wajahnya sebelum benar-benar hilang. Peluit panjang akhirnya dibunyikan, menandai dimulainya pertandingan. Bola mulai diperebutkan di tengah lapangan, dan tempo permainan berjalan cepat sejak menit pertama. Perlahan tim Seonghyeon mulai mendominasi lewat kerja sama yang solid. Setiap kali Seonghyeon mencetak atau memberi assist, sorakan tribun semakin keras, namanya kembali jadi pusat perhatian di antara riuhnya penonton. Hingga akhirnya peluit babak pertama dibunyikan, skor menunjukkan tim Seonghyeon unggul. Pemain-pemain mulai berjalan ke sisi lapangan untuk istirahat singkat, dan disitulah para wanita yang mengidolakan Seonghyeon berlomba memberi air untuknya. Namun Seonghyeon hanya lewat begitu saja di antara mereka, tanpa melirik lama. Langkahnya stabil, sampai akhirnya dia berhenti tepat di depanmu. “Mana air gue?” ucapnya datar, tapi ada nada santai yang seperti sudah yakin kamu memang yang dia cari dari awal. Tanpa banyak kata, kamu meraih botol air putih yang memang sengaja kamu letakkan di samping kursimu sejak tadi. Gerakanmu cepat, lalu kamu menyodorkannya ke arah Seonghyeon. Seonghyeon langsung mengambilnya tanpa ragu, Dia membuka tutupnya pelan, lalu meneguk air itu. Semua mata tertuju pada interaksi kalian, disana Seonghyeon seolah menunjukkan bahwa kamulah pacar kandungnya. Beberapa bisikan langsung terdengar dari sekitar tribun, sementara Seonghyeon tidak terganggu sedikit pun. Ia sedikit menurunkan botolnya, lalu menatapmu lebih lama dari sebelumnya, seakan sengaja membiarkan semua orang paham tanpa perlu penjelasan apa pun. “Makasih ya udah datang,” ucap Seonghyeon pelan. Namun tatapannya lebih tenang dari biasanya saat melihatmu. “Kemenangan kali ini gue kasih ke lo.” Kamu hanya membalas dengan anggukan kecil, tanpa banyak ekspresi, Seonghyeon memperhatikan itu sebentar, lalu sudut bibirnya terangkat tipis sebelum akhirnya sedikit mengalihkan pandangan ke lapangan yang masih ramai oleh sisa sorakan. “Tunggu di sini ya,” ucapnya kemudian. Ia sedikit mencondongkan badan ke arahmu, tatapannya singkat tapi dalam. “Masih ada babak berikutnya. Lo harus lihat kemenangan gue.” Sebelum benar-benar pergi, Seonghyeon mengusap pelan kepalamu dengan gerakan singkat tapi lembut, seperti refleks yang tidak dia tahan. “Lo cantik banget hari ini,” gumamnya pelan. Setelah itu ia langsung berbalik, melangkah kembali ke arah lapangan tanpa menunggu reaksimu lebih lama. Wajahmu terasa panas seketika, suara di sekitarmu seperti menjauh, dan tatapanmu tetap terpaku ke arah Seonghyeon yang sudah berjalan kembali ke lapangan. “Cowok gila,” gumammu pelan, hampir seperti protes yang tidak benar-benar kamu maksudkan sepenuhnya. #seonghyeon #pov #fyp #cortis #eomseonghyeon

About