@h.h.assagaf: . Al-Habib Abubakar Al-Adani Al-Masyhur menjelaskan makna ungkapan dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang ulama besar dan pendiri Tarekat Qadiriyah yang dijuluki sebagai Sulthonul Auliya (Raja Para Wali), beliau berkata: "قدمي هذه على رقبة كل ولي" "Qadami hadzihi 'ala raqabati kulli waliyyullah" Artinya: Kakiku berada di atas leher setiap wali. Apa maknanya..? Sebagian pengikutnya memahaminya: Ini adalah kaki fisiknya (kaki yang sebenarnya), dan kakinya itulah yang berada di atas leher para wali Allah. Hal ini karena kedudukan beliau lebih tinggi dan lebih utama dibandingkan dengan para wali lainya. Dengan ungkapan itu, mereka (para pengikutnya) menganggap beliau meninggikan dirinya melebihi seluruh hamba Allah. Dan inilah pemahaman yang dahulu tersebar luas. Namun, ketika kita merujuk pada ilmu fiqih tahawulat (penafsiran makna) dan hakikat ungkapan, kita akan mengetahui bahwa perkataan para ulama sufi bersifat kiasan dan simbolik, bukan dimaksudkan secara harfiah apa adanya. Maka yang dimaksudkan Syeikh Jailani dengan kata “kakiku” adalah: jalan yang telah aku susun dan metode yang telah aku tempuh, hal itu menjadi amanah yang harus dipikul oleh setiap wali Allah. Dalam bahasa Arab kita sering dengar kalimat: أنا في رقبتك "Aku di lehermu". Maksudnya “Aku menjadi tanggung jawabmu”, atau أنا دمي في رقبة فلان "Darahku ada di leher si fulan". Maksudnya "Aku menjadikan diriku menjadi tanggung jawab si fulan". Jadi, ungkapan beliau di atas disampaikan dengan makna seperti itu: kata “kakiku” berarti jalanku. Sebab bagi mereka, makna “kaki” melambangkan perjalanan dan upaya dalam berdakwah kepada Allah — baik melalui lisan, tulisan, maupun langkah perjalanan. Jadi maksud sebenarnya dari ungkapan beliau "kakiku berada di atas leher setiap wali" adalah: jalan dan ajaran yang telah dirumuskan oleh Imam Abdul Qadir Al-Jailani dalam membina jalur tarekat sufi berdasarkan syarat-syarat yang benar, adalah amanah yang harus dipelihara dan dipikul oleh para wali serta orang-orang saleh. Ungkapan beliau ini adalah salah satu perkataan masyhur dari Imam Abdul Qadir Al-Jailani — pendiri tarekat Qadiriyah dan ulama besar yang diakui keilmuannya di seluruh dunia Islam. Sayangnya, banyak orang memahaminya secara harfiah, padahal ia adalah ungkapan kiasan dan simbolik, bukan makna lahiriah. Berikut penjelasan lengkapnya: Jika diartikan secara harfiah, orang akan mengira bahwa Imam Abdul Qadir bermaksud: "Kaki fisikku berada di atas leher para wali lain, sehingga kedudukanku lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih utama dibandingkan mereka semua." Pemahaman ini keliru dan tidak sesuai dengan akhlak beliau yang sangat rendah hati, serta bertentangan dengan ajaran Islam yang melarang menyombongkan diri. Menurut penjelasan para ulama dan ahli tarekat, ini adalah ungkapan kiasan yang memiliki arti mulia: "Kakiku" = Jalan, Metode, dan Ajaran Kesimpulan: Jadi arti sebenarnya dari perkataan Imam Abdul Qadir Al-Jailani "Kakiku berada di atas leher setiap wali" adalah: jalan ajaran, metode ibadah, dan tata cara mendekatkan diri kepada Allah yang telah beliau susun dan lalui ini, adalah amanah yang harus dipelihara, dipegang teguh, dan dijalankan oleh setiap wali Allah serta orang-orang saleh sesudah beliau." Adapun ajaran yang dibawanya adalah ajaran yang lurus, bersambung ke Rasulallah saw, dan wajib dijaga kemurniannya agar tidak disimpangkan oleh generasi selanjutnya. Wallahu'alam
Hasan.Husen.Assagaf
Region: ID
Wednesday 17 June 2026 23:55:30 GMT
Music
Download
Comments
Sayyid Jakfar Sadik :
Penjelasan yg benar2 mencerahkan.
2026-06-18 09:34:34
1
مصطفى احمد الحبشي :
الحبيب ابوبكر العدني رحمك الله يا شيخنا طبت حياً وميتا ستظل نصائحك ضوء تنير طريق من يريد بلوغ
باب الصراط المستقيم اللهم يا ربنا في ذا الهوى اهدنا باب الصراط المستقيم #
2026-06-18 19:10:15
0
sometinc. :
nah.. alhamdulillah ❤️❤️
2026-06-18 18:53:09
0
B-21 RAIDER :
alhamdulillah
2026-06-18 12:27:17
0
Gogo :
جزاكم الله خيرا على هذا الفيديو
2026-06-18 09:52:53
0
imambuhari42 :
masyaallah tabarokallah
2026-06-18 12:41:23
0
Ahmed :
💚💚💚
2026-06-18 17:47:02
0
To see more videos from user @h.h.assagaf, please go to the Tikwm
homepage.