@userh13152526: merusak kamis yang cerah #yangsetiasetiaaja

ᴢeʟᴛeʀ🪸🫧
ᴢeʟᴛeʀ🪸🫧
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 18 June 2026 04:28:27 GMT
38612
2166
70
2749

Music

Download

Comments

anakkeciil__
anakkeciil__ :
2026-06-18 13:26:50
3
99girls_
Maxiliaa🎀 :
Yayayaya
2026-06-18 13:50:15
2
kesayangaannnmuu
kesayangaannnmuu :
Moliiii, pulangggg
2026-06-18 10:50:51
15
sativanih
ᎴλᎿᎥᏉλ :
2026-06-18 12:15:58
1
fuckbiz
Tik Toker :
plng ski ee su sama dng tmng pung kisah
2026-06-18 10:31:44
1
modeplengerr
sandro :
sakit tapi mo bagemana
2026-06-18 12:23:01
1
melky7051
melky :
tegah skali e😂😂😂
2026-06-18 14:11:27
0
zinetsu040
one_fuck😑 :
2026-06-18 13:03:01
0
ikan.asin545
Not Found :
mana sampe g bisa lepas lagi🤣
2026-06-18 13:29:45
3
ryanturu12
Daongbungkus☘️ :
saki itu ka😂
2026-06-18 09:38:27
0
grldpattinasarany
pvgerツ :
2026-06-18 10:39:54
0
depadia_
Biji ruku🗿 :
2026-06-18 12:44:06
0
empaatbelaas_
Celoo__ :
2026-06-18 10:57:36
0
ardian9020
☄️ :
kasar ee
2026-06-18 14:45:31
0
To see more videos from user @userh13152526, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

[1] Malam ini lampu-lampu taman di halaman mansion keluargamu menyala terang, menerangi hamparan rumput yang dipangkas sempurna. Dari jendela kamar di lantai dua, pemandangan kota terlihat samar di kejauhan, dipenuhi gedung-gedung tinggi dan cahaya yang tidak pernah benar-benar tidur. Di dalam kamar yang luas itu, hanya terdengar suara pelan pendingin ruangan. Kamu duduk di depan meja belajar mahoni yang menghadap jendela besar, berbagai buku persiapan ujian tertata rapi di rak-rak tinggi, sementara sederet penghargaan akademik berdiri memenuhi salah satu sudut ruangan. Namun perhatianmu tidak tertuju pada semua itu, matamu justru tertuju pada satu vas kristal di atas meja yang di dalamnya terdapat bunga lily putih. Lagi. Kamu mengembuskan napas pelan, sudah hampir dua minggu. Setiap pagi, bunga lily selalu muncul di rumahmu terkadang dikirim melalui kurir pribadi dan bisa tiba-tiba berada di ruang tamu saat kamu bangun. Tidak pernah ada kartu, tidak pernah ada nama tetapi kamu tahu persis siapa pengirimnya. Juhoon, mantanmu. Orang yang seharusnya sudah keluar dari hidupmu berbulan-bulan lalu, jari-jarimu menyentuh kelopak bunga itu perlahan. Dulu saat kalian masih bersama, Juhoon pernah berkata kalau bunga lily mengingatkannya padamu. Elegan. Sulit didekati. Dan terlalu mudah hilang jika tidak dijaga, kamu sempat menganggap itu romantis namun sekarang terasa menyeramkan. Pintu kamar terbuka tanpa ketukan.
[1] Malam ini lampu-lampu taman di halaman mansion keluargamu menyala terang, menerangi hamparan rumput yang dipangkas sempurna. Dari jendela kamar di lantai dua, pemandangan kota terlihat samar di kejauhan, dipenuhi gedung-gedung tinggi dan cahaya yang tidak pernah benar-benar tidur. Di dalam kamar yang luas itu, hanya terdengar suara pelan pendingin ruangan. Kamu duduk di depan meja belajar mahoni yang menghadap jendela besar, berbagai buku persiapan ujian tertata rapi di rak-rak tinggi, sementara sederet penghargaan akademik berdiri memenuhi salah satu sudut ruangan. Namun perhatianmu tidak tertuju pada semua itu, matamu justru tertuju pada satu vas kristal di atas meja yang di dalamnya terdapat bunga lily putih. Lagi. Kamu mengembuskan napas pelan, sudah hampir dua minggu. Setiap pagi, bunga lily selalu muncul di rumahmu terkadang dikirim melalui kurir pribadi dan bisa tiba-tiba berada di ruang tamu saat kamu bangun. Tidak pernah ada kartu, tidak pernah ada nama tetapi kamu tahu persis siapa pengirimnya. Juhoon, mantanmu. Orang yang seharusnya sudah keluar dari hidupmu berbulan-bulan lalu, jari-jarimu menyentuh kelopak bunga itu perlahan. Dulu saat kalian masih bersama, Juhoon pernah berkata kalau bunga lily mengingatkannya padamu. Elegan. Sulit didekati. Dan terlalu mudah hilang jika tidak dijaga, kamu sempat menganggap itu romantis namun sekarang terasa menyeramkan. Pintu kamar terbuka tanpa ketukan. "Mama masuk." Ibumu berjalan masuk mengenakan setelan rumah berwarna krem yang bahkan terlihat lebih mahal daripada pakaian pesta kebanyakan orang, tatapannya langsung jatuh pada vas bunga di meja. "Lagi?" Kamu hanya mengangguk, ibumu mendekat lalu membaca kartu kecil yang kali ini terselip di balik vas. Kosong, seperti biasanya. "Keluarga Kim belum mengajarinya cara menerima penolakan rupanya." Nada bicara ibumu terdengar datar, tetapi justru itu yang membuatnya terdengar lebih tajam. Kamu menahan senyum kecil saat ibu mengatakan seperti itu. Keluarga Juhoon, salah satu keluarga terkaya di negara ini, saingan bisnis keluargamu selama bertahun-tahun. Hubungan kalian dulu bahkan sempat menjadi bahan pembicaraan di kalangan elit, banyak yang menganggap hubungan dua pewaris perusahaan besar itu akan berakhir dengan pernikahan. Nyatanya tidak, hubungan kalian hancur lebih dulu dan yang membuat semuanya lebih buruk adalah fakta bahwa sekarang Juhoon sering terlihat bersama putri keluarga Han. Foto mereka memenuhi artikel bisnis dan hiburan, makan malam bersama, acara amal bersama, pertandingan golf bersama dan masih banyak lagi. Seolah-olah mereka pasangan sempurna, namun anehnya meski sudah memiliki seseorang di sisinya, Juhoon tetap mengirim bunga kepadamu. Setiap hari. Tanpa alasan. "Kalau dia masih mengganggumu, Ayah bisa bicara dengan Direktur Kim." Kamu menggeleng. "Tidak perlu." Ibumu memperhatikan wajahmu selama beberapa detik, seolah mencoba membaca sesuatu yang bahkan kamu sendiri tidak mengerti. Lalu tiba-tiba ponselmu bergetar, satu pesan masuk. Nama pengirim yang muncul membuat tubuhmu langsung menegang. Juhoon. Pesan pertama darinya setelah hampir tiga bulan, kamu membuka pesan itu perlahan hanya satu kalimat. [Juhoon] Aku lihat lampu kamarmu masih menyala. Seketika jantungmu berhenti sesaat, tatapanmu bergerak perlahan menuju jendela besar di depan kamar ke arah gerbang utama mansion. Di sana terlihat sebuah sedan hitam terparkir di seberang jalan. Diam, sejak entah kapan. Layar ponselmu kembali menyala, pesan kedua masuk. [Juhoon] Jangan lihat terlalu lama, aku tahu kamu lagi lihat ke arahku. Untuk pertama kalinya malam itu, bunga lily di atas meja jadi tidak lagi terlihat seperti hadiah, melainkan sebuah peringatan. #juhoon #cortis #pov #alternativeuniverse #4u

About