@liangjiaoqi: USB electric Polishing sat-39 tools for grinding, cutting, sanding|#tool #rotary #polishing #tiktok #tiktokshop

liangjiaoqi
liangjiaoqi
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 20 June 2026 18:00:00 GMT
516
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @liangjiaoqi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Selat Hormuz, urat nadi minyak dunia, lagi di ujung tanduk, dan ini ngasih efek domino berupa melonjaknya harga minyak mentah secara fatal. Kenapa Indonesia khawatir? Sebanyak 19% impor minyak secara nasional diperoleh melalui Selat Hormuz. Kondisinya makin parah karena saat ini 2 Kapal minyak kargo milik PT Pertamina (Persero) masih terjebak di pelayaran sempit Teluk Persia itu. Menteri ESDM memastikan bahwa sekarang Indonesia sudah memulai melaksanakan impor dari AS secara bertahap sebagai pengganti berhentinya impor dari Timur Tengah. Tapi masalah utamanya bukan cuma cari minyak pengganti, tapi kita nggak punya tempat simpannya! Saat ini cadangan BBM nasional kita secara resmi cuma tercatat tahan buat 23 hari, jauh di bawah standar International Energy Agency (IEA) yang menetapkan standar 90 hari cadangan. (Di slide gue kurangin 1 hari jadi 22 hari karena waktu terus berjalan!). Buat ngejar standar aman 90 hari itu, praktisi senior industri migas memperkirakan RI butuh tambahan 56 tangki penyimpanan berkapasitas 2 juta barel. Lo tau berapa biayanya? Diproyeksikan bakal menghabiskan biaya Rp378,65 triliun! Coba bandingin sama negara tetangga. Singapura santai karena mewajibkan perusahaan menjaga stok 90 hari, bahkan Filipina masih punya cadangan 51,5 hari. Sementara kita? Kita ada di posisi juru kunci yang paling rentan kena cekik inflasi energi. Geser slide buat ngelihat seberapa kritis posisi kita dibanding negara Asia lainnya! Dengan nyawa BBM yang kritis ini, sektor saham apa yang menurut lo bakal paling hancur duluan kalau harga bensin dalam negeri beneran dinaikkan? Komen di bawah!👇 Source : Bloomberg Technoz & CNBC Indonesia #Geopolitik #Energi #SelatHormuz #Oil #Fyp
Selat Hormuz, urat nadi minyak dunia, lagi di ujung tanduk, dan ini ngasih efek domino berupa melonjaknya harga minyak mentah secara fatal. Kenapa Indonesia khawatir? Sebanyak 19% impor minyak secara nasional diperoleh melalui Selat Hormuz. Kondisinya makin parah karena saat ini 2 Kapal minyak kargo milik PT Pertamina (Persero) masih terjebak di pelayaran sempit Teluk Persia itu. Menteri ESDM memastikan bahwa sekarang Indonesia sudah memulai melaksanakan impor dari AS secara bertahap sebagai pengganti berhentinya impor dari Timur Tengah. Tapi masalah utamanya bukan cuma cari minyak pengganti, tapi kita nggak punya tempat simpannya! Saat ini cadangan BBM nasional kita secara resmi cuma tercatat tahan buat 23 hari, jauh di bawah standar International Energy Agency (IEA) yang menetapkan standar 90 hari cadangan. (Di slide gue kurangin 1 hari jadi 22 hari karena waktu terus berjalan!). Buat ngejar standar aman 90 hari itu, praktisi senior industri migas memperkirakan RI butuh tambahan 56 tangki penyimpanan berkapasitas 2 juta barel. Lo tau berapa biayanya? Diproyeksikan bakal menghabiskan biaya Rp378,65 triliun! Coba bandingin sama negara tetangga. Singapura santai karena mewajibkan perusahaan menjaga stok 90 hari, bahkan Filipina masih punya cadangan 51,5 hari. Sementara kita? Kita ada di posisi juru kunci yang paling rentan kena cekik inflasi energi. Geser slide buat ngelihat seberapa kritis posisi kita dibanding negara Asia lainnya! Dengan nyawa BBM yang kritis ini, sektor saham apa yang menurut lo bakal paling hancur duluan kalau harga bensin dalam negeri beneran dinaikkan? Komen di bawah!👇 Source : Bloomberg Technoz & CNBC Indonesia #Geopolitik #Energi #SelatHormuz #Oil #Fyp

About