@happ.ppiness:

Bolehlahh
Bolehlahh
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 18 June 2026 06:40:19 GMT
29
2
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @happ.ppiness, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sampai sekarang, masih banyak orang yang panik dan buru-buru ambil keputusan terbesar dalam hidupnya cuma gara-gara gerah ditanya “kapan nikah” atau “kapan punya momongan” sama tetangga dan saudara.  Padahal, yang bakal menjalani segala macemnya, bayar tagihan, dan begadang ngerawat anak itu kamu sendiri, bukan mereka yang cuma bisa berkomentar. Dampaknya ga main2. Menuruti tekanan sosial saat mental, finansial, dan emosionalmu belum matang itu adalah bentuk kebodohan yang merugikan semua pihak. Lewat video tadi, kita ditampar sama realitas keras: 1️⃣ Merugikan Diri Sendiri: Hidupmu yang tadinya tenang, malah jadi jauh lebih menderita setelah menikah karena belum siap menghadapi badai dinamika rumah tangga dan stresnya mencari nafkah. 2️⃣ Merugikan Anak: Anak yang lahir dari orang tua yang belum selesai dengan dirinya sendiri cenderung diasuh secara asal-asalan. Akibatnya, mental anak jadi rusak sejak kecil karena jadi pelampiasan stres orang tuanya. Jangan pernah menyalahkan orang lain atau lingkungan atas kehancuran hidupmu, kalau kamu sendiri yang memilih untuk mendengarkan omongan mereka dibanding logika dan kesiapan diri. Pernikahan dan memiliki anak itu adalah komitmen jangka panjang, bukan perlombaan lari yang harus buru-buru mencapai garis finish. Menuju rumah tangga harmonis itu butuh kesiapan yang matang, bukan kepanikan.  Jadi, kalau emang belum siap, lebih baik tahan dulu dan fokus perbaiki kapasitas diri. Bodo amat sama omongan orang, karena mereka gak akan pernah ikut bertanggung jawab atas nasib keluargamu ke depan. Gimana menurut pendapatmu? Kalo setuju tulis di komentar yaa👇
Sampai sekarang, masih banyak orang yang panik dan buru-buru ambil keputusan terbesar dalam hidupnya cuma gara-gara gerah ditanya “kapan nikah” atau “kapan punya momongan” sama tetangga dan saudara. Padahal, yang bakal menjalani segala macemnya, bayar tagihan, dan begadang ngerawat anak itu kamu sendiri, bukan mereka yang cuma bisa berkomentar. Dampaknya ga main2. Menuruti tekanan sosial saat mental, finansial, dan emosionalmu belum matang itu adalah bentuk kebodohan yang merugikan semua pihak. Lewat video tadi, kita ditampar sama realitas keras: 1️⃣ Merugikan Diri Sendiri: Hidupmu yang tadinya tenang, malah jadi jauh lebih menderita setelah menikah karena belum siap menghadapi badai dinamika rumah tangga dan stresnya mencari nafkah. 2️⃣ Merugikan Anak: Anak yang lahir dari orang tua yang belum selesai dengan dirinya sendiri cenderung diasuh secara asal-asalan. Akibatnya, mental anak jadi rusak sejak kecil karena jadi pelampiasan stres orang tuanya. Jangan pernah menyalahkan orang lain atau lingkungan atas kehancuran hidupmu, kalau kamu sendiri yang memilih untuk mendengarkan omongan mereka dibanding logika dan kesiapan diri. Pernikahan dan memiliki anak itu adalah komitmen jangka panjang, bukan perlombaan lari yang harus buru-buru mencapai garis finish. Menuju rumah tangga harmonis itu butuh kesiapan yang matang, bukan kepanikan. Jadi, kalau emang belum siap, lebih baik tahan dulu dan fokus perbaiki kapasitas diri. Bodo amat sama omongan orang, karena mereka gak akan pernah ikut bertanggung jawab atas nasib keluargamu ke depan. Gimana menurut pendapatmu? Kalo setuju tulis di komentar yaa👇

About