@hasan.bisri44: وَارْفَعْ بِوَاوٍ وَبِيَا اجْرُرْ وَانْصِبِ # سَالِمَ جَمْعِ عَامِرٍ وَمُذْنِبٍ “Rofa‘kanlah dengan wawu, jarkan dan nashobkanlah dengan ya’, pada jama' mudzakkar salim seperti lafaz ‘عَامِرُونَ’ dan ‘مُذْنِبُونَ’." Bait ini menjelaskan bahwa jama' mudzakkar salim mempunyai tanda i‘rob sebagai berikut: • Rofa‘ → dengan و (wawu) جاءَ الْمُؤْمِنُونَ Orang-orang mukmin telah datang. • Nashob → dengan ي (ya’) رَأَيْتُ الْمُؤْمِنِينَ Aku melihat orang-orang mukmin. • Jar → dengan ي (ya’) سَلَّمْتُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ Aku mengucapkan salam kepada orang-orang mukmin. 》Kata عَامِرٍ dan مُذْنِبٍ dalam bait adalah contoh isim mufrod yang dapat dijama'kan menjadi عَامِرُونَ/عَامِرِينَ dan مُذْنِبُونَ/مُذْنِبِينَ. “Tegak dalam Prinsip, Rendah dalam Sikap” Kadang hidup menuntut kita berdiri tegak, mempertahankan prinsip dan menunjukkan keberanian. Namun ada saatnya kita menunduk, bukan karena lemah, tetapi karena bijak. Sebagaimana bait Alfiyyah mengajarkan bahwa: perubahan bentuk bukanlah cacat, melainkan kesesuaian dengan keadaan. Demikian pula manusia. #Prinsip #Sikap #perubahan #Nahwu #Alfiyyah