@debbyandfamily01: Come with us to go enjoy ourselves ๐Ÿ˜

Debbyandfamily
Debbyandfamily
Open In TikTok:
Region: NG
Thursday 18 June 2026 10:05:10 GMT
892522
156516
1210
1370

Music

Download

Comments

queen.mira235
๐Ÿฅน๐ŸŽ€Anita๐Ÿฆ…๐Ÿ’ž :
Peculiar na alte ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜‚
2026-06-19 05:13:44
4113
helenenemali
๐Ÿ–ค๐ŸŒบๆตทไผฆ ๐ŸŒบ๐Ÿ–ค :
Hello guysssss
2026-06-18 12:24:59
5131
sweetsoul574
sweet soul ๐Ÿ’ฆโค๏ธ๐ŸŒˆ :
Who notice blessing and odowgu at the ending part ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜‚
2026-06-18 10:37:46
3947
bigrachelle02
Racheal๐ŸŽ€ :
Debby Debby you Dey ignore the signs untilll u see wonders
2026-06-19 03:52:12
1002
deeylerhscollection
Fadeelah Abdulrasheed :
This their last born fine o! โค๏ธ
2026-06-18 11:35:03
3182
pretty.preshy68
Pretty Preshy :
Blessing don dey enter odogwu eyes oo ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜‚
2026-06-18 11:15:21
1156
michelle2pi
Michelle๐ŸŽ€ :
Wetin pretty blessing dey do for there?
2026-06-18 12:03:15
50
wizzyjnr13
wizzyjnr13 :
Blessings blessings
2026-06-18 10:39:05
189
happy.rockson
Happy Rockson :
30 likes for 30 likes
2026-06-18 10:59:00
12
mas1nda
Miss T๐ŸŒน :
My conclusion is that Blessing and Odogwu are siblings ๐Ÿ˜…
2026-07-12 19:38:57
0
gloryromeo536
verysweetgirl#VSG :
make i no talk first
2026-07-12 20:19:44
0
jennysfyneasf
๐ŸŽ€๐Ÿ’—๐Ÿ’MissJennifer ๐Ÿชกโœ‚๏ธ :
i come in piece ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
2026-07-11 23:51:15
2
jecintaukamaka
jecintaukamaka :
our husband the marri too wife's
2026-07-11 17:27:39
0
patience_490
pee๐ŸŒธ๐ŸŒธ :
why is she always there?
2026-06-19 11:44:50
26
luci_fer606
Luci.fer๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ญ :
Pecu Pecu,I like this your dressing o
2026-06-18 11:17:12
481
jedidiah7704
Jedโ˜ ๏ธ๐Ÿ’ซ :
1. It's an escalator 2. it's cotton candy
2026-06-18 10:12:43
2095
not.quency
que**y โœจ :
Debby you to fine oo
2026-06-27 12:38:06
5
To see more videos from user @debbyandfamily01, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada masa di mana aku ingin membiarkan pesan terakhirku tetap menggantung dalam centang satu, agar aku tak pernah tahu bahwa ia telah sampai kepadamu. Namun rasa ingin tahuku selalu lebih besar daripada keberanianku untuk hidup dalam ketidakpastian. Lalu dua garis kecil itu berubah warna. ๐‘ซ๐’–๐’‚ ๐’„๐’†๐’๐’•๐’‚๐’๐’ˆ ๐’ƒ๐’Š๐’“๐’–. Aku tahu pesanku telah sampai. Kau telah membaca pesan rindu yang kutulis. Kau mengetahui seluruh isi hatiku yang selama ini kusimpan. Kau tahu betapa banyak keberanian yang harus kukumpulkan hanya untuk menyapamu sekali lagi. Namun kau mungkin tidak pernah tahu berapa kali pesan itu kutulis sebelum akhirnya kukirim.  Berapa kali aku menghapus satu kalimat karena takut terdengar memaksa.ย  Berapa kali aku mengganti satu kata karena takut kau salah mengerti.ย  Berapa kali ibu jariku menggantung di atas tombol kirim, lalu mengurungkan niat karena takut balasanmu bukan lagi seperti dulu. Aku ingin pesan itu terdengar biasa. Seolah-olah aku baik-baik saja. Seolah-olah namamu tidak lagi membuat dadaku sesak.ย  Padahal setiap kalimat yang kau baca adalah hasil dari begitu banyak keraguan yang akhirnya kalah oleh rindu. Lalu diam-diam aku berharap akan muncul dua kata yang selalu mampu membuat jantungku berdebar. ๐‘†๐‘’๐‘‘๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”๐‘’๐‘ก๐‘–๐‘˜... Aku membayangkan jemarimu sedang memilih kata-kata. Aku membayangkan kau membaca ulang pesanku sekali lagi sebelum mulai membalasnya. Aku membayangkan kau berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang ingin kau katakan. Untuk beberapa saat, harapan itu terasa begitu nyata. Aku bahkan sempat tersenyum sendiri. Namun waktu terus berjalan. Centang biru tetap sama. Tulisan yang sejak tadi kunantikan tak pernah muncul. Ternyata kau tidak membalas pesanku. Pesan rindu yang kurangkai dengan hati-hati. Pesan yang kutulis dengan seluruh keberanian yang berhasil kukumpulkan setelah sekian lama memilih diam. Pesan yang membawa begitu banyak perasaan yang selama ini kusimpan sendiri. Kau membacanya. Kau mengetahui semuanya. Namun kau memilih meninggalkannya tetap menjadi dua centang biru.
Ada masa di mana aku ingin membiarkan pesan terakhirku tetap menggantung dalam centang satu, agar aku tak pernah tahu bahwa ia telah sampai kepadamu. Namun rasa ingin tahuku selalu lebih besar daripada keberanianku untuk hidup dalam ketidakpastian. Lalu dua garis kecil itu berubah warna. ๐‘ซ๐’–๐’‚ ๐’„๐’†๐’๐’•๐’‚๐’๐’ˆ ๐’ƒ๐’Š๐’“๐’–. Aku tahu pesanku telah sampai. Kau telah membaca pesan rindu yang kutulis. Kau mengetahui seluruh isi hatiku yang selama ini kusimpan. Kau tahu betapa banyak keberanian yang harus kukumpulkan hanya untuk menyapamu sekali lagi. Namun kau mungkin tidak pernah tahu berapa kali pesan itu kutulis sebelum akhirnya kukirim. Berapa kali aku menghapus satu kalimat karena takut terdengar memaksa.ย  Berapa kali aku mengganti satu kata karena takut kau salah mengerti.ย  Berapa kali ibu jariku menggantung di atas tombol kirim, lalu mengurungkan niat karena takut balasanmu bukan lagi seperti dulu. Aku ingin pesan itu terdengar biasa. Seolah-olah aku baik-baik saja. Seolah-olah namamu tidak lagi membuat dadaku sesak.ย  Padahal setiap kalimat yang kau baca adalah hasil dari begitu banyak keraguan yang akhirnya kalah oleh rindu. Lalu diam-diam aku berharap akan muncul dua kata yang selalu mampu membuat jantungku berdebar. ๐‘†๐‘’๐‘‘๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”๐‘’๐‘ก๐‘–๐‘˜... Aku membayangkan jemarimu sedang memilih kata-kata. Aku membayangkan kau membaca ulang pesanku sekali lagi sebelum mulai membalasnya. Aku membayangkan kau berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang ingin kau katakan. Untuk beberapa saat, harapan itu terasa begitu nyata. Aku bahkan sempat tersenyum sendiri. Namun waktu terus berjalan. Centang biru tetap sama. Tulisan yang sejak tadi kunantikan tak pernah muncul. Ternyata kau tidak membalas pesanku. Pesan rindu yang kurangkai dengan hati-hati. Pesan yang kutulis dengan seluruh keberanian yang berhasil kukumpulkan setelah sekian lama memilih diam. Pesan yang membawa begitu banyak perasaan yang selama ini kusimpan sendiri. Kau membacanya. Kau mengetahui semuanya. Namun kau memilih meninggalkannya tetap menjadi dua centang biru.

About