@diu.llinh: Sunset in Ha Noi 🌇 #hanoi #sunset

Linh cục đá 🧊
Linh cục đá 🧊
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 18 June 2026 14:06:08 GMT
271
19
2
15

Music

Download

Comments

_duytran_
DuyChan :
!
2026-06-20 20:46:44
1
To see more videos from user @diu.llinh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kapal yang belum 100% siap bertempur. IJN Shinano (信濃) adalah sebuah kapal induk raksasa milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) yang bertugas pada masa Perang Dunia II. Nama kapal ini diambil dari nama provinsi kuno di Jepang, yaitu Provinsi Shinano. Kapal ini memegang rekor sebagai kapal induk terbesar yang dibangun pada masa Perang Dunia II, sekaligus menjadi kapal perang terbesar yang pernah ditenggelamkan oleh kapal selam sepanjang sejarah militer modern. Shinano awalnya dirancang dan diletakkan lunasnya sebagai kapal tempur (battleship) ketiga dari Kelas Yamato setelah IJN Yamato dan IJN Musashi. Setelah kekalahan telak Jepang dalam Pertempuran Midway pada tahun 1942, Jepang kehilangan banyak kapal induk utamanya. Akibatnya, armada militer Jepang memutuskan untuk mengubah fungsi lambung Shinano yang belum selesai menjadi sebuah kapal induk raksasa dengan lapisan baja pelindung yang sangat tebal. Dengan berat benaman mencapai lebih dari 65.000 ton, Shinano dirancang bukan sebagai kapal induk penyerang utama, melainkan sebagai kapal induk pendukung logistik benteng berjalan yang mampu membawa pasokan bahan bakar, amunisi, dan suku cadang untuk armada pesawat kapal induk lainnya. Setelah melewati masa pembangunan yang dipercepat akibat situasi perang yang mendesak, IJN Shinano resmi diluncurkan pada 8 Oktober 1944 dan memasuki masa penugasan (commissioned) pada 19 November 1944. Pada akhir November 1944, karena ancaman bom dari pesawat B-29 Amerika Serikat di Galangan Kapal Yokosuka kian meningkat, Shinano diperintahkan untuk berlayar menuju Pangkalan Kure demi menyelesaikan proses persenjataan dan perlengkapan interior kapal. Pada tanggal 28 November 1944, Shinano memulai pelayaran perdana rahasianya dengan dikawal oleh tiga kapal perusak (destroyer). Namun, dalam perjalanan di lepas Pantai Semenanjung Kii, pergerakan armada Jepang ini berhasil dideteksi oleh kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Archerfish (SS-311), yang kebetulan sedang melakukan patroli rutin di area tersebut. Pada dini hari tanggal 29 November 1944, USS Archerfish melepaskan enam buah torpedo, di mana empat di antaranya berhasil menghantam lambung kanan Shinano. Faktor-faktor berikut mempercepat tenggelamnya kapal: -Struktur sekat kedap air kapal yang belum selesai diperbaiki dan diuji sepenuhnya. -Pompa air yang belum berfungsi optimal karena kapal belum siap tempur 100%. -Kurangnya pelatihan dan kepanikan dari kru kapal dalam menangani kerusakan makro (damage control). Hanya berselang 10 hari setelah resmi ditugaskan, IJN Shinano akhirnya terbalik dan karam di Samudra Pasifik. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa sekitar 1.435 kru kapal dan menjadikannya salah satu kegagalan logistik militer paling masif dalam sejarah Perang Dunia II. Spesifikasi kapal ini -Berat:65.800 ton dan 73.000 ton jika muatan penuh. -Panjang:266 meter. -Lebar:36,3 meter. -Kecepatan:27 knot atau 50km/jam. -persenjataan:16x meriam anti pesawat 127mm,145x meriam otomatis 25mm,12x peluncur roket anti pesawat 120mm. -Kapasitas pesawat:Dirancang untuk menampung 42 hingga 120 pesawat, termasuk pesawat cadangan untuk pangkalan. #ijnshinano #aircraftcarrier #jepang #fypppp #fypp
Kapal yang belum 100% siap bertempur. IJN Shinano (信濃) adalah sebuah kapal induk raksasa milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) yang bertugas pada masa Perang Dunia II. Nama kapal ini diambil dari nama provinsi kuno di Jepang, yaitu Provinsi Shinano. Kapal ini memegang rekor sebagai kapal induk terbesar yang dibangun pada masa Perang Dunia II, sekaligus menjadi kapal perang terbesar yang pernah ditenggelamkan oleh kapal selam sepanjang sejarah militer modern. Shinano awalnya dirancang dan diletakkan lunasnya sebagai kapal tempur (battleship) ketiga dari Kelas Yamato setelah IJN Yamato dan IJN Musashi. Setelah kekalahan telak Jepang dalam Pertempuran Midway pada tahun 1942, Jepang kehilangan banyak kapal induk utamanya. Akibatnya, armada militer Jepang memutuskan untuk mengubah fungsi lambung Shinano yang belum selesai menjadi sebuah kapal induk raksasa dengan lapisan baja pelindung yang sangat tebal. Dengan berat benaman mencapai lebih dari 65.000 ton, Shinano dirancang bukan sebagai kapal induk penyerang utama, melainkan sebagai kapal induk pendukung logistik benteng berjalan yang mampu membawa pasokan bahan bakar, amunisi, dan suku cadang untuk armada pesawat kapal induk lainnya. Setelah melewati masa pembangunan yang dipercepat akibat situasi perang yang mendesak, IJN Shinano resmi diluncurkan pada 8 Oktober 1944 dan memasuki masa penugasan (commissioned) pada 19 November 1944. Pada akhir November 1944, karena ancaman bom dari pesawat B-29 Amerika Serikat di Galangan Kapal Yokosuka kian meningkat, Shinano diperintahkan untuk berlayar menuju Pangkalan Kure demi menyelesaikan proses persenjataan dan perlengkapan interior kapal. Pada tanggal 28 November 1944, Shinano memulai pelayaran perdana rahasianya dengan dikawal oleh tiga kapal perusak (destroyer). Namun, dalam perjalanan di lepas Pantai Semenanjung Kii, pergerakan armada Jepang ini berhasil dideteksi oleh kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Archerfish (SS-311), yang kebetulan sedang melakukan patroli rutin di area tersebut. Pada dini hari tanggal 29 November 1944, USS Archerfish melepaskan enam buah torpedo, di mana empat di antaranya berhasil menghantam lambung kanan Shinano. Faktor-faktor berikut mempercepat tenggelamnya kapal: -Struktur sekat kedap air kapal yang belum selesai diperbaiki dan diuji sepenuhnya. -Pompa air yang belum berfungsi optimal karena kapal belum siap tempur 100%. -Kurangnya pelatihan dan kepanikan dari kru kapal dalam menangani kerusakan makro (damage control). Hanya berselang 10 hari setelah resmi ditugaskan, IJN Shinano akhirnya terbalik dan karam di Samudra Pasifik. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa sekitar 1.435 kru kapal dan menjadikannya salah satu kegagalan logistik militer paling masif dalam sejarah Perang Dunia II. Spesifikasi kapal ini -Berat:65.800 ton dan 73.000 ton jika muatan penuh. -Panjang:266 meter. -Lebar:36,3 meter. -Kecepatan:27 knot atau 50km/jam. -persenjataan:16x meriam anti pesawat 127mm,145x meriam otomatis 25mm,12x peluncur roket anti pesawat 120mm. -Kapasitas pesawat:Dirancang untuk menampung 42 hingga 120 pesawat, termasuk pesawat cadangan untuk pangkalan. #ijnshinano #aircraftcarrier #jepang #fypppp #fypp

About