@_talkintacos: Our Viral Homemade Guacmole!! #food #viral

TalkinTacos
TalkinTacos
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 18 June 2026 14:29:23 GMT
57280
410
6
29

Music

Download

Comments

jannetcapelo6
jannetcapelo6 :
q es lo blanco
2026-08-09 00:39:40
1
kaylee12903
🎋ay :) :
Come to Houston
2026-06-18 23:24:33
1
starbrite80
StarBrite :
Was that milk?! Can I ask why you add that….very interesting
2026-06-18 17:46:12
1
seuz326
。.。 :
𝒚 𝒍𝒂 𝒔𝒂𝒍?
2026-06-23 02:41:04
0
edgar.garca765
Edgar García :
leche?
2026-06-20 22:48:49
0
user8561754769970
فقار احمد :
😳😳😳
2026-07-08 10:54:47
0
To see more videos from user @_talkintacos, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Denny Tondano menjelaskan, krisis air yang terjadi di kawasan Nongsa tidak terlepas dari penurunan produksi air akibat kondisi kemarau. Menurutnya, produksi air di Nongsa yang biasanya mencapai sekitar 90 liter per detik kini turun menjadi sekitar 25 liter per detik.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Denny Tondano menjelaskan, krisis air yang terjadi di kawasan Nongsa tidak terlepas dari penurunan produksi air akibat kondisi kemarau. Menurutnya, produksi air di Nongsa yang biasanya mencapai sekitar 90 liter per detik kini turun menjadi sekitar 25 liter per detik. "Kondisinya hari ini memang sudah turun dan produksi memang turun jauh. Hari ini kita support dengan booster yang kita pasang mengarah ke sini dari Duriangkang. Jadi saat ini, Nongsa didukung dari Duriangkang," ujar Denny. Ia menegaskan, pasokan air untuk data center yang telah beroperasi di kawasan Nongsa tidak berasal dari sistem air baku Nongsa. Menurut Denny, sejumlah data center memperoleh pasokan dari sumber dan sistem pengolahan air masing-masing. "Hari ini, mereka sedang menyiapkan SWRO. Kalau yang sudah jalan, contoh di sini mereka dapat dari KIE. Di situ mereka ada pengolahan sendiri," katanya. Denny juga menjelaskan, kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) memiliki kolam penampungan air hujan yang kemudian diolah untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan tersebut. "KIE mereka punya semacam kolam, mereka tadah hujan di situ, dan mereka produksi di situ. Cukup besar produksinya, itu yang mereka pakai saat ini," ujarnya. Data Center Juga Disebut Belum Mengambil Air dari Duriangkang Denny memastikan pasokan dari Waduk Duriangkang saat ini tidak dialirkan untuk kebutuhan data center. Ia menyebut pembangunan fasilitas pendukung kebutuhan air data center memang tengah dipersiapkan. Dalam tahap pertama, terdapat rencana pembangunan dengan kapasitas masing-masing 800, 400, totalnya 1.200 liter per detik. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar delapan bulan hingga satu tahun. "Duriangkang tidak ada yang masuk ke data center," tegasnya. Sementara kawasan selain data center, seperti Nongsa Digital Point (NDP), dan resort-resort di sana memang sudah sedari dulu disuplai dari waduk. "Duriangkang belum dipasang hari ini, kalau untuk data center. Tapi kalau untuk resort dan lain-lain, dari dulu kan memang sudah tersambung," kata Denny. Sementara itu, Denny mengatakan kondisi sejumlah waduk di Batam masih relatif aman. Namun, Waduk Nongsa menjadi salah satu kawasan yang mengalami penurunan produksi cukup signifikan. "Tinggal Nongsa memang yang sangat kecil airnya, dan itu yang kita support dari Duriangkang hari ini," katanya. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp

About