@diemxinhh01: Váy xẻ tà 2 bên tôn dáng, che hõm hônggg đỉnhh thế nhỉ #diemxinhh #chanvay

Diễm Xinhh 🎀
Diễm Xinhh 🎀
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 18 June 2026 14:53:49 GMT
88
2
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @diemxinhh01, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pabrik Hebel di Tegal Didemo, Warga Tuntut Hentikan Bau dan Debu Pabrik hebel atau bata ringan di Kabupaten Tegal didemo warga, Jumat, 19 September 2025.  Puluhan warga Desa Margaayu Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik tersebut.  Menurut Waryo, salah satu warga Desa Margaayu, ada empat tuntutan utama yang mereka sampaikan kepada manajemen pabrik tersebut. Pertama, polusi udara yang menimbulkan bau menyengat. Kedua, asap serta debu dari produksi hebel yang mengganggu pernapasan warga.  Ketiga, jam operasional 24 jam membuat suara mesin bising dan mengganggu istirahat.
Pabrik Hebel di Tegal Didemo, Warga Tuntut Hentikan Bau dan Debu Pabrik hebel atau bata ringan di Kabupaten Tegal didemo warga, Jumat, 19 September 2025. Puluhan warga Desa Margaayu Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik tersebut. Menurut Waryo, salah satu warga Desa Margaayu, ada empat tuntutan utama yang mereka sampaikan kepada manajemen pabrik tersebut. Pertama, polusi udara yang menimbulkan bau menyengat. Kedua, asap serta debu dari produksi hebel yang mengganggu pernapasan warga. Ketiga, jam operasional 24 jam membuat suara mesin bising dan mengganggu istirahat. "Keempat, terkait kearifan lokal, kami ingin bahan baku seperti pasir bisa disuplai dari warga setempat,” ungkap Waryo. Mereka menuntut agar pabrik hebel atau bata ringan tersebut tidak lagi mengeluarkan bau menyengat, asap, dan debu yang dinilai meresahkan masyarakat sekitar. Aksi yang diikuti bapak-bapak, ibu-ibu, hingga pemuda desa ini sempat memanas. Massa merobohkan pintu gerbang yang berukuran besar lantaran tidak segera dibuka pihak perusahaan. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Tegal dan TNI. Dia menyatakan, meski tidak bisa memastikan apakah penyakit batuk dan flu yang dialami warga akibat pabrik, bau menyengat yang ditimbulkan jelas mengganggu pernapasan, termasuk anak-anak dan lansia. “Kami berharap supaya bau menyengat ditiadakan. Tidak ada asap dan debu lagi. Setiap adzan supaya produksi dihentikan. Dan kearifan lokal harus direalisasikan,” tandasnya. Senada, Mangun, warga lainnya meminta jam produksi tidak 24 jam penuh. “Kalau bisa hanya pagi sampai sore saja. Karena suara mesin produksi sangat mengganggu warga di sekitar pabrik yang sedang beristirahat,” pintanya. Sementara itu, Romiyatun, seorang ibu rumah tangga, mengaku sempat mengalami gangguan kesehatan akibat bau menyengat dari pabrik. "Saya pernah muntah-muntah saat salat Subuh karena bau dari pabrik itu. Baunya sangat menyengat, membuat sesak napas. Kami tidak menghalangi perusahaan mencari uang, tapi lingkungan harus bersih dari bau, asap, dan debu,” keluhnya. Menanggapi aksi warga, Humas Pabrik Dance D. Pellondou menegaskan pihak perusahaan sudah mengantongi izin lengkap dan melakukan pengendalian dampak lingkungan sesuai aturan. “Masalah asap dan debu sudah melalui uji lab. Kami sudah melakukan upaya pencegahan, mulai dari pemasangan terpal, penyiraman lokasi pabrik, hingga penataan stok material. Jika memang ada kekurangan, kami akan melakukan perbaikan berkala,” jelas Dance. Ia juga menilai aspirasi warga terkait permintaan penghentian produksi saat adzan merupakan masukan yang baik. "Itu usulan bagus, nanti akan kita evaluasi supaya tidak mengganggu masyarakat yang sedang beribadah. Kami juga berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan statemen yang tidak jelas, karena kami selalu terbuka untuk mediasi,” ucapnya. Unjuk rasa ini berakhir damai setelah kedua belah pihak duduk bersama. Pihak perusahaan sepakat menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen memperbaiki kekurangan serta mengakomodir keluhan warga. Mediasi tersebut disaksikan sejumlah saksi, dan warga pun membubarkan diri tanpa insiden anarkis. (Yeri Noveli)

About