@.11134701:

محمد زكريا العطوي 111🇷🇴🇵🇸
محمد زكريا العطوي 111🇷🇴🇵🇸
Open In TikTok:
Region: TD
Thursday 18 June 2026 17:09:35 GMT
29479
1573
498
87

Music

Download

Comments

user7491446814454
موس ابکر ابکر زکریا :
2026-06-20 09:36:19
0
user4069023529096
حمدان محمد إبراهيم موسى :
✌️✌️✌️✌️✌️
2026-06-20 08:53:16
0
fkbbb4
ابو بكر تراب :
@96283673
2026-06-19 10:41:02
0
user233069384057
تاج الدين احمدودالجقيب :
لالالالالالالالالالا❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-06-20 09:23:55
0
user395306923843
بشير عمر ادم :
2026-06-20 08:05:30
0
dyyd1l5snr0t
موسى هارون :
لا لا لا لا لا لا 😭😭
2026-06-20 08:30:00
0
111242ww
نمر :
2026-06-19 06:18:51
0
user5993670748692
محمد الخير الحسن زكريا :
🥀🥀⚘️🥀⚘️🥀⚘️🥀⚘️🌹⚘️🥀🥀🌹🌹🌹🌱⚘️⚘️🪻
2026-06-18 18:41:49
1
user9101820543
جبريل شعيب المسيرى :
هههههههه هههههههه هههههههه هههههههه
2026-06-20 07:54:37
0
.3884385
صالح، ابن،حيماد، 388511🇷🇴 :
سبحان الله داشنو
2026-06-20 07:26:04
0
user2538068443057
ادم هنو خليل :
لالالالالا ممنوع خط احمر
2026-06-20 07:35:13
0
user9451322192409
احمدعلي :
لالالالالا
2026-06-20 06:41:16
0
user92930318421742
الضواى جبرين الضواى ابن البادى :
لالا لالا
2026-06-19 11:15:17
0
user2324792571125
محمد على المسيري 💔✌️😥😭 :
2026-06-18 18:27:59
1
user3925757871079
عبدالله معسول﷼♕꧁꧁؉﷽꧂꧂ :
خلاص العروبة بقت نص
2026-06-19 10:40:29
0
user7758106917880
جمال اسمعيل :
لالالالالا لالالالالا لالالالالا لالالالالا لالالالا
2026-06-18 17:16:27
1
user5556322174599
احمد النضيف :
2026-06-18 18:26:21
1
.51154246
احمد الدودو عبد الله 511🚫✊🎵 :
لالالالالالالاأ🚫🚫🚫🚫🚫🚫
2026-06-20 07:03:55
0
user4998332993924
ادم بحر المحمودي :
[ملصق]
2026-06-20 06:25:40
0
user716779247611
حسين حبيب :
2026-06-20 09:49:04
0
oboggtweclb
ابراهيم محمد :
🥰🥰🥰😳😳😳😳
2026-06-20 09:19:51
0
adam50779
الحبو محمد طاهر :
2026-06-20 06:59:02
0
user7596093928445
جبرين سلمان :
لا لا لا لا لا لا لا لا لا لا لا
2026-06-19 06:17:06
0
To see more videos from user @.11134701, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

WALYATALATTHAF (QS. Al-Kahfi: 19) فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا
WALYATALATTHAF (QS. Al-Kahfi: 19) فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا "Maka hendaklah dia memperhatikan manakah makanan yang lebih baik (halal dan baik), lalu hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut (wal-yatalatthaf), dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun." (QS. Al-Kahfi: 19) Aku tidak ingin berbicara tentang khasiatnya. Tidak pula tentang fadilah atau keistimewaan yang sering dicari manusia. Karena terkadang kita terlalu sibuk mencari apa yang bisa kita dapat dari sebuah ayat, hingga lupa bertanya apa yang ingin ayat itu ubah dalam diri kita. "Wal-yatalatthaf..." Satu kata yang tersembunyi di tengah kisah Ashabul Kahfi. Bukan ayat tentang perang. Bukan ayat tentang kekuasaan. Bukan pula ayat tentang mukjizat. Namun justru di tengah kisah para pemuda yang mempertahankan iman, Allah menyisipkan pesan tentang kelembutan. Seolah Allah ingin mengajarkan bahwa menjaga iman tidak cukup hanya dengan keberanian. Ia juga membutuhkan kelembutan hati. "Wal-yatalatthaf..." "Dan hendaklah ia berlaku lemah lembut." Mengapa kata ini begitu menyentuh? Karena manusia sering merasa bahwa kekuatan lahir dari ketegasan yang keras. Padahal banyak hati yang terbuka justru karena kelembutan. Banyak pertengkaran bukan karena kurangnya kebenaran, tetapi karena hilangnya kelembutan dalam menyampaikan kebenaran. Lalu mengapa banyak orang menuliskannya dengan tinta merah? Mungkin bukan hanya karena kisah yang diwariskan dari masa lalu. Mungkin merah itu mengingatkan kita pada darah yang mengalir dalam tubuh. Seakan ayat itu bertanya: "Apakah kelembutan sudah mengalir bersama darahmu?" Karena mudah menulis Walyatalatthaf di dinding rumah. Namun sulit menuliskannya di dalam hati. Mudah mengagumi kaligrafinya. Namun berat mengamalkan maknanya ketika ego terluka. Ketika dihina. Ketika tidak dihargai. Ketika merasa paling benar. Di situlah ayat ini diuji. Muhasabahnya bukan berapa kali kita membaca ayat ini. Tetapi berapa kali kita gagal mengamalkannya. Berapa banyak hati yang terluka oleh lisan kita? Berapa banyak orang yang menjauh karena sikap kita? Berapa banyak nasihat yang ditolak bukan karena salah isinya, tetapi karena keras cara penyampaiannya? Mungkin masalah kita bukan kurang ilmu. Mungkin kita hanya kurang Wal-yatalatthaf. Kurang lembut kepada orang tua. Kurang lembut kepada pasangan. Kurang lembut kepada sesama muslim. Bahkan kurang lembut kepada diri sendiri ketika Allah sedang mendidik kita melalui ujian. Padahal Allah berfirman: فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ "Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka." (QS. Ali 'Imran: 159) Kelembutan bukan tanda kelemahan. Kelembutan adalah jejak rahmat Allah yang tampak pada akhlak seorang hamba. Maka ketika membaca Wal-yatalatthaf, jangan buru-buru mencari rahasianya. Diamlah sejenak. Selamilah dirimu sendiri. Lalu tanyakan kepada hati: "Jika Allah begitu lembut kepadaku sepanjang hidupku, mengapa aku masih begitu keras kepada makhluk-Nya?" Dan mungkin, pada saat itulah makna Wal-yatalatthaf tidak lagi tertulis dengan tinta merah di atas kertas, melainkan tertulis dengan cahaya muhasabah di dalam hati. Wallāhu A'lam biṣ-Ṣawāb Al faqirul ilmi Al hallajz #sunyi #renungan #fy #Tasawuf #tadaburalam

About