@frasesypoemasaqui: Libro: En la orilla de tus besos - Lyra. disponible en Amazon 🩵 #frasesdeamor #relaciondepareja #amorsano #frasesparadedicaratunovia #frasesdepareja

Frases y poemas ✨
Frases y poemas ✨
Open In TikTok:
Region: ES
Thursday 18 June 2026 23:27:34 GMT
622033
58842
168
29043

Music

Download

Comments

jeni_fer43
J E N I F E R :
Aveces amar también es dejar ir
2026-08-05 19:21:22
119
soyjoseito15
Joseito VM :
Eso lo intente una vez y créanme es mil veces mejor dejar ir
2026-08-10 14:54:03
13
jaime.jose75
jaime jose :
esas son las palabras q necesitamos animo
2026-08-11 07:33:10
0
yasfranmina
(€@?04-08 Yasmina 💞 :
hay cosas que nose pueden arreglar
2026-08-10 22:50:50
1
daniel_sanchez_1998
Daniel Sánchez :
yo prefiero estar con una nueva persona porque si estoy mal un millón de veces seguiré un millón de veces mas si no la corto
2026-07-15 23:45:01
26
fernandohamoni
Arabito :
y eso es lo que ell@ quiere?
2026-08-10 04:18:55
2
caro_00.0
𝓨𝓮𝓲𝓵𝔂𝓒𝓪𝓻𝓸𝓵𝓲𝓷𝓪 :
Y aquí seguiré respetandolo y esperando como si fuera a volver...
2026-08-08 03:05:49
2
bismarck_suarez_2004
bismarck_suarez_2004 :
No normalicemos lo que nos va destruyendo poco a poco, no normalícemos los que nos va quitando nuestra vida… suelten, suelten de una vez, vivan, disfruten la soledad, disfruten su yo, su vida solos… viajen, conozcan otras ciudades, otros amigos, otros amores, suelen, suelten… un día no estaremos 🙂‍↕️🙂‍↕️🙂‍↕️❤️
2026-07-16 02:32:59
4
angel_xca0
angel :
j...
2026-08-10 19:33:38
0
yas800403
Yas💋 :
@Leo Turcios💋🛺💨❤️
2026-08-06 03:58:50
2
monchevera
Monse☆ 🎀 :
@Julian Barros
2026-08-05 10:19:22
1
danielarojas66151
Daniela Rojas 🍓 :
@Andino Pereira ❤️
2026-08-10 17:34:07
1
elizabethquintanilla984
Sus Villagra 🍒✨️ :
@🦦 A. Villagra 🦦 🥹❤️‍🩹
2026-08-05 18:45:15
1
elizabethvillegas9486
𝕰𝖑𝖎𝖟𝖆𝖇𝖊𝖙𝖍 :
@Alexander Valdes 🩷♾️
2026-06-23 02:44:46
1
toby_danielg
tobias :
@JuerzaJJ siempre contigo mi amor❤️
2026-07-13 22:38:00
2
eegv6
Esmeralda :
@ERicKIN siempre lo dije 🥰
2026-06-24 03:32:55
1
jo_se2121
🐐 :
@𝓜𝓪𝓻𝓲́𝓪ᥫ᭡
2026-06-21 22:48:16
1
alda36423
alda :
@Paola 🐌
2026-06-24 21:29:56
1
loreee_444
LoreeeBerbeo_444🍓🥷🏻 :
@Yenny Zambrano Siempre seras tu mi niña hermosa 🥺💚👩🏻‍🤝‍👩🏼
2026-06-22 04:04:08
1
samuel.guerra372
HALA MADRID :
💞💞
2026-06-22 00:09:14
1
angel12arr
angel12arr :
@𝕯𝖆𝖓𝖓𝖆✯ 🫶✨😞
2026-06-22 23:55:24
1
juliey_77
juliey_77 :
@Ivan🕷️❤️❤️❤️
2026-06-20 20:26:27
1
galvedpsps2
SARAI♡ :
@Axel.rhlm siempre me amor siempre a ti te elijo 🥺💗
2026-08-05 06:10:33
1
To see more videos from user @frasesypoemasaqui, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov: Sudah tiga tahun lamanya kamu mengabdi sebagai sekretaris pribadi di perusahaan ternama, mendampingi seorang pria bernama Jay. Pria itu adalah sosok atasan yang teramat ideal, tutur katanya selalu lembut namun tetap memancarkan ketegasan yang disegani semua orang.  Sikap dewasa, perhatian kecil, serta  kebaikannya yang konsisten selama bertahun-tahun tanpa sadar telah menyusupkan benih-benih rasa yang lebih dari sekadar profesionalitas di dalam hati mu. Kamu perlahan menaruh hati padanya. Pagi ini, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, kamu datang terlambat. Pikiran mu kalut karena harus merawat adik perempuan mu yang tiba-tiba demam tinggi. Dengan napas terengah-engah dan perasaan bersalah yang membuncah, kamu mengetuk pintu ruang kerja Jay lalu melangkah masuk.
Pov: Sudah tiga tahun lamanya kamu mengabdi sebagai sekretaris pribadi di perusahaan ternama, mendampingi seorang pria bernama Jay. Pria itu adalah sosok atasan yang teramat ideal, tutur katanya selalu lembut namun tetap memancarkan ketegasan yang disegani semua orang. Sikap dewasa, perhatian kecil, serta kebaikannya yang konsisten selama bertahun-tahun tanpa sadar telah menyusupkan benih-benih rasa yang lebih dari sekadar profesionalitas di dalam hati mu. Kamu perlahan menaruh hati padanya. Pagi ini, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, kamu datang terlambat. Pikiran mu kalut karena harus merawat adik perempuan mu yang tiba-tiba demam tinggi. Dengan napas terengah-engah dan perasaan bersalah yang membuncah, kamu mengetuk pintu ruang kerja Jay lalu melangkah masuk. "M-maaf, Pak Jay... Saya sangat minta maaf karena terlambat masuk kerja hari ini," ucap mu penuh penyesalan sambil menundukan kepala di depan meja kerjanya. Jay yang sedang memeriksa tumpukan dokumen perlahan menghentikan kegiatannya. Dia mendongak, menatap mu lurus. Tidak ada kilat amarah atau raut kesal di wajah tampannya, melainkan helaan napas pelan yang hangat. "Duduk dulu," ujar Jay lembut namun tegas, mengarahkan pandangannya ke kursi yang berada tepat di depan mejanya. Kamu menelan ludah, perlahan menarik kursi tersebut dan duduk dengan canggung. "Sekali lagi saya minta maaf, Pak. Tadi pagi adik saya---" "Bagaimana keadaan adik kamu sekarang?" potong Jay tenang, menyela kalimat mu sebelum sempat kamu selesaikan. Sepasang matanya menatap mu dengan sorot kepedulian yang begitu tulus. "Sudah agak mendingan, Pak. Tadi sudah saya kompres dan beri obat sebelum saya tinggal," jawab mu pelan. Jay mengangguk-angguk kecil, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kerja. Tatapannya kemudian terangkat, mengamati wajah mu secara menyeluruh sebelum akhirnya terkunci tepat di dahi kiri mu. Kerutan tipis mendadak muncul di dahinya. "Dahi kamu kenapa tergores begitu?" tanya Jay, suaranya merendah penuh perhatian. Kamu refleks menyentuh dahi kiri mu yang terasa sedikit perih. "Ah, ini... Tadi saya panik takut terlambat, jadi kurang hati-hati saat naik motor dan sempat terjatuh, Pak." Jay menghela napas panjang, lalu memajukan diri ke depan meja. "Lain kali jangan membiasakan diri terburu-buru seperti itu," tutur Jay lembut namun menyiratkan ketegasan. "Saya tidak pernah menuntut kamu untuk mengabaikan keselamatan diri sendiri hanya demi jam kerja. Kesehatan kamu dan keluarga kamu jauh lebih penting daripada ketepatan waktu di kantor ini." Mendengar tutur katanya yang begitu hangat dan menenangkan, rasa bersalah di dalam dadamu perlahan meluruh, berganti dengan debaran halus yang semakin sulit kamu kuasai. "Terima kasih banyak, Pak Jay... dan saya sungguh minta maaf sekali lagi atas kelalaian saya," ucap mu tulus sambil mengangguk pelan. "Kalau begitu, saya izin pamit ke meja kerja saya di luar untuk mulai membereskan dokumen." Kamu beranjak berdiri, bersiap memutar badan untuk melangkah keluar dari ruangan ber-AC tersebut. Namun, baru satu langkah kaki mu beranjak--- "Tunggu sebentar," panggil Jay. Suara baritonnya yang tenang sukses menghentikan pergerakan mu seketika. Kamu mematung di tempat, berbalik menatapnya dengan raut bingung. "Iya, Pak Jay? Ada dokumen yang perlu saya siapkan?" Jay tidak langsung menjawab. Pria itu beranjak dari kursi kebesarannya, melangkah perlahan memutari meja kerja kayu yang tebal, lalu berjalan mendekat hingga berhenti tepat di samping tempat mu berdiri. Matanya merayap turun, menatap lurus ke arah kaki mu. "Bisa kamu duduk kembali sebentar?" minta Jay lembut. "Saya mau lihat pergelangan kaki kamu. Waktu kamu berjalan masuk ke ruangan saya tadi, saya sadar langkah kamu sedikit pincang." Pipi rasanya mendadak memanas. Perhatiannya yang begitu mendetail membuat mu merasa semakin tidak enak hati. Kamu refleks bergeser mundur satu langkah, berusaha menolak secara halus. [ lanjut di komentar ] #jay #enhypen #pov

About