@ventures.studio: Now they think we’re in Step Up and battle people in underground train stations Come do Hip Hip at #venturesstudios Book your class now link in bio ! #fyp #dancer #hiphop #relatablevideos

Ventures Studio London
Ventures Studio London
Open In TikTok:
Region: GB
Friday 19 June 2026 12:08:00 GMT
140432
26979
22
2888

Music

Download

Comments

z_crissalifeou
crizz :
It feels so tuff
2026-06-24 09:15:27
411
saitstoes11
🦎aytt :
Cuz we also do dance battles in the middle of the street too ✌
2026-07-22 21:33:39
2
kerttu.kettunen
kerttu.kettunen :
Real
2026-07-24 14:01:01
0
lifestyleofmaya_
lifestyleofmaya :
I do this too fym
2026-07-13 07:03:18
5
e.miini
elsa :
Ayy this ate
2026-06-26 12:21:55
9
rhondalbarnwell
i am blessed :
great energy ladies❤️💯💓
2026-07-18 16:45:20
0
yhtak74
Kat ♋️👩🏾‍🦲 :
No fr 😂😂😂😂
2026-07-12 23:51:55
0
cvntieux
chi :
@ja 𐙚 @erdennnnnnnnnn HAHAHAHAHA
2026-06-26 00:20:08
4
priveeel1
priveeel1 :
@marit.hermanns
2026-06-28 11:15:47
0
francija18
Franceska :
@ssanta
2026-06-25 20:31:07
0
leonaaaa.gus
𝓛𝓮𝓸𝓷𝓪 :
@georgina.gjk
2026-06-26 06:13:10
1
hallo_imelias
Hallo_imelias :
🔥🔥🔥
2026-06-27 22:17:56
0
ellanoor_ghekiere
ella-noor :
@𝓮𝓵𝓵𝓪-𝓷𝓸𝓸𝓻
2026-06-29 07:50:10
0
islav.privv
islaa.v :
@isla๑˚₊
2026-06-25 21:50:39
0
jaleahhh_
Jaleah.xo :
😛
2026-07-14 05:06:23
0
To see more videos from user @ventures.studio, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ HADITS PALSU TENTANG MAULID NABI MUHAMMAD Benarkah orang yang merayakan maulid akan mendapat syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Terdapat sebuah hadis yang sering dijadikan sebagai dalil pendukung maulid. Teks haditsnya, مَنْ عَظَّمَ مَولِدِى كُنتُ شَفيعًا لَه يَومَ القِيَامَة. وَمَنْ اَنْفَقَ دِرهَمًـا فِى مَولِدِى فَكَاَنَّمـَا اَنفَقَ جَبَلًا مِن ذَهَبٍ فِى سَبِيلِ اللهِ “Siapa yang mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafaat kepadanya kelak pada hari kiamat, dan siapa mendermakan satu dirham untuk menghormati kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan satu gunung emas di dalam perjuangan fi sabilillah.” Jika ditelusuri di dalam kitab-kitab Hadits maupun kitab-kitab ulama salaf yang mu’tabarah (kitab rujukan standar ilmiyah), maka hadits di atas tidak akan pernah ditemukan. Sebab baru belakangan ini saja Hadits tersebut memiliki sumber rujukan yang jelas. Adalah kitab Madarij al-Su’ud karya ulama Nusantara Syeikh Nawawi al-Bantani yang menyebutkannya. Namun Syeikh Nawawi al-Bantani juga tidak menyebutkan dari mana sumber Hadits tersebut berasal dan siapa perawinya. Sehingga kemudian Hadits seperti di atas dalam kajian ilmu Hadits disebut sebagai Hadits yang la ashla lahu atau laisa lahu ashl (tidak ada dasarnya). Hadits-hadits yang la ashla lahu seperti ini, tidak bisa dibenarkan karena tergolong sebagai Hadits maudhu’ (palsu).  Rasulullah ﷺ  bersabda: مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ ”Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka”. (HR. Bukhari & Muslim). Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ القِيَامَةِ؟ “Ya Rasulullah, siapakah orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaat anda di hari kiamat?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، أَلَّا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلَ مِنْكَ، لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ خَالِصَةً مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ Wahai Abu Hurairah, sudah saya duga, tidak ada seorangpun yang bertanya kepadaku tentang masalah ini sebelum-mu. Karena saya tahu, kamu sangat semangat untuk mendapatkan hadits. Lalu beliau bersabda, “Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengikrarkan laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam dirinya.” (HR. Bukhari 99 dan yang lainnya). Makna “mengikrarkan laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam hatinya” adalah mentauhidkan Allah. Anda tahu bagaimana jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Beliau tidak menjawab, “Orang yang bebahagia karena mendapatkan syafaatku adalah mereka yang memperingati hari kelahiranku…!!?” Namun jawaban beliau adalah, “Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengikrarkan laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam dirinya.” Mereka yang mendapat syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mereka yang mentauhidkan Allah, dan bukan mereka yang merayakan peringatan maulid beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. #salaf #salafi #manhajsalaf #dakwahsalaf #maulidnabi
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ HADITS PALSU TENTANG MAULID NABI MUHAMMAD Benarkah orang yang merayakan maulid akan mendapat syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Terdapat sebuah hadis yang sering dijadikan sebagai dalil pendukung maulid. Teks haditsnya, مَنْ عَظَّمَ مَولِدِى كُنتُ شَفيعًا لَه يَومَ القِيَامَة. وَمَنْ اَنْفَقَ دِرهَمًـا فِى مَولِدِى فَكَاَنَّمـَا اَنفَقَ جَبَلًا مِن ذَهَبٍ فِى سَبِيلِ اللهِ “Siapa yang mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafaat kepadanya kelak pada hari kiamat, dan siapa mendermakan satu dirham untuk menghormati kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan satu gunung emas di dalam perjuangan fi sabilillah.” Jika ditelusuri di dalam kitab-kitab Hadits maupun kitab-kitab ulama salaf yang mu’tabarah (kitab rujukan standar ilmiyah), maka hadits di atas tidak akan pernah ditemukan. Sebab baru belakangan ini saja Hadits tersebut memiliki sumber rujukan yang jelas. Adalah kitab Madarij al-Su’ud karya ulama Nusantara Syeikh Nawawi al-Bantani yang menyebutkannya. Namun Syeikh Nawawi al-Bantani juga tidak menyebutkan dari mana sumber Hadits tersebut berasal dan siapa perawinya. Sehingga kemudian Hadits seperti di atas dalam kajian ilmu Hadits disebut sebagai Hadits yang la ashla lahu atau laisa lahu ashl (tidak ada dasarnya). Hadits-hadits yang la ashla lahu seperti ini, tidak bisa dibenarkan karena tergolong sebagai Hadits maudhu’ (palsu). Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ ”Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka”. (HR. Bukhari & Muslim). Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ القِيَامَةِ؟ “Ya Rasulullah, siapakah orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaat anda di hari kiamat?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، أَلَّا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلَ مِنْكَ، لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ خَالِصَةً مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ Wahai Abu Hurairah, sudah saya duga, tidak ada seorangpun yang bertanya kepadaku tentang masalah ini sebelum-mu. Karena saya tahu, kamu sangat semangat untuk mendapatkan hadits. Lalu beliau bersabda, “Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengikrarkan laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam dirinya.” (HR. Bukhari 99 dan yang lainnya). Makna “mengikrarkan laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam hatinya” adalah mentauhidkan Allah. Anda tahu bagaimana jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Beliau tidak menjawab, “Orang yang bebahagia karena mendapatkan syafaatku adalah mereka yang memperingati hari kelahiranku…!!?” Namun jawaban beliau adalah, “Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengikrarkan laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam dirinya.” Mereka yang mendapat syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mereka yang mentauhidkan Allah, dan bukan mereka yang merayakan peringatan maulid beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. #salaf #salafi #manhajsalaf #dakwahsalaf #maulidnabi

About