@absher.eg: المكان فين فى شرم الشيخ 📍 🇪🇬 #فنادق_شرم #شرم_الشيخ #سياحة #فنادق_شرم_الشيخ #مصر🇪🇬

أبشر هوليداى-Absher holiday👑
أبشر هوليداى-Absher holiday👑
Open In TikTok:
Region: EG
Friday 19 June 2026 16:45:28 GMT
18901
669
102
19

Music

Download

Comments

yousef.elnsag
yousef elnsag :
الفنار
2026-07-09 15:58:57
1
elfrnsyhemaa5
"ابراهيم"Hema :
بكام الدخول
2026-07-10 20:34:04
1
hdusjehekoie
🦂BODA.STORY🦂 :
الفنار
2026-07-09 17:10:10
1
sara.hussein480
Sara Hussein :
الفنار انا اصلن فيها
2026-06-27 22:57:55
1
omarderballa2
Mora_مورا :
الفناره
2026-07-19 16:29:20
1
mhmdelsheshiny
7a Mo 😈 :
هضبه ام السيد الفنار شرم العشق 💙
2026-06-25 19:05:13
3
bentalsaeed1
🌗moon_light🙋‍♀️ :
ده الفنار الهضبه ف حد ف شرم مايعرفهوش
2026-06-20 08:39:23
4
user781yx8j47b
مصطفي ابو سمره :
الفنار الهضبه
2026-06-26 05:29:34
1
user29266570568584
مصطفي جاد :
الفنار هضبه😉💗
2026-07-03 13:54:15
1
bakmdmd
محمودابوتمارا :
فنار❤️🥰👍
2026-06-27 16:56:03
1
ayoosh8638
Ayoosh🥰 :
الفنار
2026-07-04 23:31:12
1
mostafa.goda27
Mostafa Goda :
الفنار يابرنس♥️
2026-07-01 13:32:36
1
eslamhamada604
☠️Esl(El⚡Bahrawy⚡) am✨ :
أروع مكان في شرم الفنار واحلي مكان للغطس
2026-07-01 20:45:20
1
bodaahmed555
سہاگہتہڤیے پہنڤہسیہے :
اخر شارع الفنار
2026-07-01 19:18:21
1
user4239616630213
الماظه بيه💕🔒 :
طب حد يعرف اي الكتابه اللي مكتوبه ع الفنار ده 👌👌👌❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-06-20 16:42:17
0
m_ohamade
محمد بيه 🧑‍✈️ :
محتاج شغل في شرم الشيخ في فنادق ليا
2026-06-20 20:43:21
1
ahmedelabasy13
Ahmed Elabasy🫆 :
الفنار
2026-06-29 10:21:06
1
ahmed.e.sakr
;"AHMED E SAKR", :
الفنار
2026-06-27 14:37:57
1
ahmedalzayatalzayat
Ahmed,♥️, aLzeayT :
الفناار♥️🥰
2026-06-19 21:49:16
2
jojo825267603
G-M💍❤️✝️ :
الفنار❤️
2026-06-20 07:19:29
1
amrfathymohmud
Amr Fathy MoHmud :
الفنار الهضبه
2026-06-20 12:34:49
2
mody71135
مـــ𝕸𝕺𝕯𝖄ـــودي🥀 :
الهضبه امام الفنار❤️
2026-06-25 22:16:10
1
user942150276mohmed
اابن قبيلة الفداوي ✊ 2 2 2 ☝️ :
الفنار الهضبه
2026-06-25 16:54:36
1
amrgomaa126
A | GOM3a :
الفنار اللي عند الديسكوهات
2026-06-21 23:15:41
1
montasera.aziem
Montaser 🇦🇪🇪🇬 :
الهضبه شارع الفنار
2026-06-20 00:01:36
1
To see more videos from user @absher.eg, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Berkat bantuan besar dari Sunghoon kamu dapat menempuh pendidikan tinggi sekarang. Beratus-ratus kilometer jalanan telah kalian tempuh guna hidup di bawah atap yang sama. Terhitung genap enam bulan lamanya kamu tinggal berdua dengannya. Selama ini tidak ada satupun hal yang mengganggu ketenangan kalian. Setiap pagi Sunghoon selalu membuka mata beberapa menit lebih awal darimu. “Pagi, (Y/N),” sapanya lembut kala matamu terbuka. “Pagi, Tuan,” balasmu dengan suara serak khas bangun tidur. “Mau jalan-jalan sama saya?” Kamu menggeleng dengan senyum tipis. Ujung selimut kamu tarik ke atas ketika merasakan sapuan udara pada sekelumit bagian kulit di pundak. Malam kemarin adalah waktu yang mendebarkan bagi kalian berdua setelah sekian lama.  “Saya ingin istirahat saja. Nanti siang harus ke kampus. Ada ujian, Tuan,” tolakmu halus terhadap ajakannya. Suara embusan terdengar berat dari rongga hidung Sunghoon. Pria itu tampak kecewa. Terlihat dari bagaimana ia menyembunyikan wajah pada ceruk lehermu seraya mengeratkan pelukan. Rasa lekat pertemuan jasmani saat ini menimbulkan sengatan listrik dari dalam dada. “Selesai kelas jam berapa?” tanyanya teredam. “Jam empat sore, Tuan.” Sunghoon menarik kepalanya. Ia menatapmu dengan wajah menekuk. “Lama sekali. Saya baru pulang kemarin, (Y/N). Kamu tidak ingin menemani saya hari ini?” Entah kenapa kamu terbawa suasana untuk tergelak ringan. Lihatlah pria yang paling ditakuti banyak orang ini. Kedudukannya sebagai penerus tunggal perusahaan migas di negeri dan puncak terkuat bangsa vampir tampak manja diri hanya padamu. “Maaf, Tuan. Saya–“ Kalimatmu terputus lantaran kecupan kilat dari Sunghoon. Ia menatap lama dengan pandangan yang tidak bisa diartikan sekarang.  “Nanti ayah saya ingin datang berkunjung.” Sunghoon menahan kalimatnya sejenak. Ia memastikan melalui netranya bahwa kamu akan baik-baik saja mendengar kalimat yang hendak diucapkan. “Ada ibu kamu… dan adik kamu.” Kamu sontak menahan napas untuk beberapa detik lamanya. Kata adik itu terdengar tak nyaman. Dua bulan lalu kamu mendapat kabar bahwa ibumu melahirkan seorang anak—hasil persanggamaan dengan ayah Sunghoon. “Kalau kamu tidak mau menemui mereka saya bisa–“ “Tidak apa-apa, Tuan. Saya ingin bertemu dengan ibu,” potongmu teguh. Sunghoon tahu kamu tidak semudah itu menerima kenyataan yang ada. Pasalnya hubungan kalian sempat renggang lantaran ibumu yang mendesak untuk pergi meninggalkan Sunghoon. Namun ada pengondisian tertentu yang membuatmu lebih memilih tuanmu sendiri. Sebuah rasa keterikatan yang dalam seolah menarikmu untuk terus bergantung pada Sunghoon. Mengetahui bagaimana selama ini ibumu menjalin kasih dengan Tuan Park tak ayal membuat benakmu risau. Sunghoon memberi kecupan singkat di permukaan bibirmu. “Kalau begitu nanti sore saya jemput.” Kamu membalas dengan porsi yang sama. Tanganmu meraih pipi kiri Sunghoon sebelum memajukan wajah guna menempatkan kecup singkat di sana. Pagi ini kalian menikmati waktu nyaman melalui sentuhan ringan sebelum Sunghoon melepasmu sejenak guna melaksanakan ujian. Di tepi pedestrian fakultas, mobil Sunghoon berhenti. Ia merapikan anak rambutmu yang sempat keluar dari jepitan sebelum menarik lembut tengkukmu. Usai memadu lembut bibirnya padamu, Sunghoon tersenyum. “Selesai kelas langsung hubungi saya.” “Baik, Tuan.” Ketika mobil Sunghoon hilang dari pandangan, tiba-tiba saja kamu tersentak kala membalikkan badan. Mulutmu hampir saja mengumpat jika seseorang di hadapanmu ini tidak melayangkan tatapan datar. Kamu mundur satu langkah. “Ada apa lagi?” Seorang laki-laki bertubuh tegap menyodorkan sebuah kotak. Tanpa perlu banyak bicara, kamu menerimanya dan lekas membuka.  Matamu terkunci pada objek di dalamnya.  Kalung salib. “Kalungkan pada Sunghoon malam ini, (Y/N).” “Jungwon aku–“ “Aku percaya padamu. Tolong lakukan demi kehidupan kita. Aku yakin kamu bisa melakukannya,” sergah Jungwon meraih kedua tanganmu. Ia tersenyum manis setelah mengecupnya. “Aku mencintaimu,” pungkas Jungwon. (+(1-4)) #SUNGHOON #ENHYPEN
POV: Berkat bantuan besar dari Sunghoon kamu dapat menempuh pendidikan tinggi sekarang. Beratus-ratus kilometer jalanan telah kalian tempuh guna hidup di bawah atap yang sama. Terhitung genap enam bulan lamanya kamu tinggal berdua dengannya. Selama ini tidak ada satupun hal yang mengganggu ketenangan kalian. Setiap pagi Sunghoon selalu membuka mata beberapa menit lebih awal darimu. “Pagi, (Y/N),” sapanya lembut kala matamu terbuka. “Pagi, Tuan,” balasmu dengan suara serak khas bangun tidur. “Mau jalan-jalan sama saya?” Kamu menggeleng dengan senyum tipis. Ujung selimut kamu tarik ke atas ketika merasakan sapuan udara pada sekelumit bagian kulit di pundak. Malam kemarin adalah waktu yang mendebarkan bagi kalian berdua setelah sekian lama. “Saya ingin istirahat saja. Nanti siang harus ke kampus. Ada ujian, Tuan,” tolakmu halus terhadap ajakannya. Suara embusan terdengar berat dari rongga hidung Sunghoon. Pria itu tampak kecewa. Terlihat dari bagaimana ia menyembunyikan wajah pada ceruk lehermu seraya mengeratkan pelukan. Rasa lekat pertemuan jasmani saat ini menimbulkan sengatan listrik dari dalam dada. “Selesai kelas jam berapa?” tanyanya teredam. “Jam empat sore, Tuan.” Sunghoon menarik kepalanya. Ia menatapmu dengan wajah menekuk. “Lama sekali. Saya baru pulang kemarin, (Y/N). Kamu tidak ingin menemani saya hari ini?” Entah kenapa kamu terbawa suasana untuk tergelak ringan. Lihatlah pria yang paling ditakuti banyak orang ini. Kedudukannya sebagai penerus tunggal perusahaan migas di negeri dan puncak terkuat bangsa vampir tampak manja diri hanya padamu. “Maaf, Tuan. Saya–“ Kalimatmu terputus lantaran kecupan kilat dari Sunghoon. Ia menatap lama dengan pandangan yang tidak bisa diartikan sekarang. “Nanti ayah saya ingin datang berkunjung.” Sunghoon menahan kalimatnya sejenak. Ia memastikan melalui netranya bahwa kamu akan baik-baik saja mendengar kalimat yang hendak diucapkan. “Ada ibu kamu… dan adik kamu.” Kamu sontak menahan napas untuk beberapa detik lamanya. Kata adik itu terdengar tak nyaman. Dua bulan lalu kamu mendapat kabar bahwa ibumu melahirkan seorang anak—hasil persanggamaan dengan ayah Sunghoon. “Kalau kamu tidak mau menemui mereka saya bisa–“ “Tidak apa-apa, Tuan. Saya ingin bertemu dengan ibu,” potongmu teguh. Sunghoon tahu kamu tidak semudah itu menerima kenyataan yang ada. Pasalnya hubungan kalian sempat renggang lantaran ibumu yang mendesak untuk pergi meninggalkan Sunghoon. Namun ada pengondisian tertentu yang membuatmu lebih memilih tuanmu sendiri. Sebuah rasa keterikatan yang dalam seolah menarikmu untuk terus bergantung pada Sunghoon. Mengetahui bagaimana selama ini ibumu menjalin kasih dengan Tuan Park tak ayal membuat benakmu risau. Sunghoon memberi kecupan singkat di permukaan bibirmu. “Kalau begitu nanti sore saya jemput.” Kamu membalas dengan porsi yang sama. Tanganmu meraih pipi kiri Sunghoon sebelum memajukan wajah guna menempatkan kecup singkat di sana. Pagi ini kalian menikmati waktu nyaman melalui sentuhan ringan sebelum Sunghoon melepasmu sejenak guna melaksanakan ujian. Di tepi pedestrian fakultas, mobil Sunghoon berhenti. Ia merapikan anak rambutmu yang sempat keluar dari jepitan sebelum menarik lembut tengkukmu. Usai memadu lembut bibirnya padamu, Sunghoon tersenyum. “Selesai kelas langsung hubungi saya.” “Baik, Tuan.” Ketika mobil Sunghoon hilang dari pandangan, tiba-tiba saja kamu tersentak kala membalikkan badan. Mulutmu hampir saja mengumpat jika seseorang di hadapanmu ini tidak melayangkan tatapan datar. Kamu mundur satu langkah. “Ada apa lagi?” Seorang laki-laki bertubuh tegap menyodorkan sebuah kotak. Tanpa perlu banyak bicara, kamu menerimanya dan lekas membuka. Matamu terkunci pada objek di dalamnya. Kalung salib. “Kalungkan pada Sunghoon malam ini, (Y/N).” “Jungwon aku–“ “Aku percaya padamu. Tolong lakukan demi kehidupan kita. Aku yakin kamu bisa melakukannya,” sergah Jungwon meraih kedua tanganmu. Ia tersenyum manis setelah mengecupnya. “Aku mencintaimu,” pungkas Jungwon. (+(1-4)) #SUNGHOON #ENHYPEN

About