@media_online3: Medan – Satresnarkoba Polrestabes Medan kembali berhasil membongkar praktek pembuatan narkotika jenis vape, atau yang lebih dikenal dengan sebutan POD Getar. pelaku yang ditangkap, mencampurkan POD Getar dengan kandungan narkoba, dengan vape non narkoba yang banyak dijual dipasaran. Dalam operasi, petugas mengamankan satu orang serta menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait aktivitas peredaran dan pengemasan ulang pot getar. Pengungkapan kasus tersebut berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Banten Gang Buntu, Kecamatan Sunggal, Kota Medan. Operasi yang dilakukan Tim 6 Subnit I Unit II Satresnarkoba Polrestabes Medan itu, berawal dari informasi yang diberikan masyarakat kepada Polisi, terkait dengan aktivitas mencurigakan pelaku. “Kami melakukan penyelidikan selama beberapa hari di sekitar lokasi penangkapan, setelah mendapat informasi dari masyarakat. Pelaku yakni R (26) warga Kec.Binjai Timur, kota Binjai kami tangkap di rumah kost yang ditempatinya,” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP kepada wartawan, Kamis (18/6) pagi. Rafli menambahkan, R bukan sekedar pelaku narkoba biasa. Sebab, R memproduksi sendiri narkoba yang ia jual, dengan cara mencampurkan POD Getar dengan kandungan narkoba yang didapat dari bandar, ke Vape yang biasa dijual di pasaran. Usai mencampur POD Getar dengan kandungan narkoba dengan vape biasa, pelaku kemudian mengemas kembali seluruh POD Getar, dan menjualnya kepada para pembeli. “Dari satu POD Getar yang dibeli pelaku dari bandar, ia mengemasnya kembali menjadi 3 POD Getar. Ini tujuannya jelas untuk mendapat keuntungan yang berlipat ganda, tanpa memperdulikan faktor apapun bagi pemakai, dan ini jelas melanggar Undang – Undang tentang Narkotika. Kami juga temukan beberapa alat untuk memproduksi ulang POD Getar, termasuk alat pres, jarum suntik, plastik klip, dan beberapa peralatan lain,” tambah Rafli. Selain menyita peralatan untuk membuat POD Getar, dalam kasus ini petugas juga menyita 17 POD Getar dari berbagai merk, 38 catridge kosong, 6 device vape, 3 botol liquid, mesin impulse sealer, dan sejumlah telepon genggam. Petugas, kini juga tengah berkoordinasi dengan Labfor Polda Sumut, guna pengecekan seluruh barang bukti, sembari terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku yang lebih besar. “Kasus ini masih kami kembangkan, kami sedang mengejar bandar yang memasok POD Getar kepada pelaku dan sudah kami kantongi identitasnya. Untuk POD Getar yang dijual pelaku, hasil tes awal positif narkoba. Kami pastikan bagaimanapun pelaku narkoba bertransformasi, kami akan ungkap,” pungkas Rafli.

Kincirnews.com
Kincirnews.com
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 19 June 2026 22:38:41 GMT
67562
169
0
115

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @media_online3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🇮🇱BREAKING: MAJOR DEVELOPMENT IN ISRAEL. Netanyahu’s grip on power is facing a serious new threat. 🇮🇱Israeli opposition leader Gadi Eisenkot is signaling a major shift, opening the door to forming a new government with the parliamentary backing of Arab Israeli parties—potentially breaking the political deadlock and ending Benjamin Netanyahu’s time as prime minister. 🇮🇱Following Tuesday’s election, Netanyahu’s bloc holds just 53 of the 120 seats in Israel’s parliament, short of the 61 needed for a majority. Eisenkot’s opposition bloc holds 48 seats, while two Arab parties control another 19. Together, they would have 67 seats—enough to replace Netanyahu. 🇮🇱In a new statement, Eisenkot declared that Israeli voters had rejected Netanyahu’s government and called for a new governing coalition. He also pledged to end what he described as the culture of lies under Netanyahu. 🇮🇱Arab Joint List lawmaker Ahmad Tibi has indicated his party is prepared to support a government that removes Netanyahu, even without formally joining the coalition. 🇮🇱Netanyahu is pushing back, declaring that forming a government with the Arab parties is “forbidden.” 🇮🇱Major obstacles remain, including opposition from some of Eisenkot’s potential coalition partners. No new government has been formed. 🇮🇱But after years in power, Netanyahu now faces a real possibility of being forced out—and the votes to make it happen may be there.#breakingnewsgoviral #isreal #isrealelection
🇮🇱BREAKING: MAJOR DEVELOPMENT IN ISRAEL. Netanyahu’s grip on power is facing a serious new threat. 🇮🇱Israeli opposition leader Gadi Eisenkot is signaling a major shift, opening the door to forming a new government with the parliamentary backing of Arab Israeli parties—potentially breaking the political deadlock and ending Benjamin Netanyahu’s time as prime minister. 🇮🇱Following Tuesday’s election, Netanyahu’s bloc holds just 53 of the 120 seats in Israel’s parliament, short of the 61 needed for a majority. Eisenkot’s opposition bloc holds 48 seats, while two Arab parties control another 19. Together, they would have 67 seats—enough to replace Netanyahu. 🇮🇱In a new statement, Eisenkot declared that Israeli voters had rejected Netanyahu’s government and called for a new governing coalition. He also pledged to end what he described as the culture of lies under Netanyahu. 🇮🇱Arab Joint List lawmaker Ahmad Tibi has indicated his party is prepared to support a government that removes Netanyahu, even without formally joining the coalition. 🇮🇱Netanyahu is pushing back, declaring that forming a government with the Arab parties is “forbidden.” 🇮🇱Major obstacles remain, including opposition from some of Eisenkot’s potential coalition partners. No new government has been formed. 🇮🇱But after years in power, Netanyahu now faces a real possibility of being forced out—and the votes to make it happen may be there.#breakingnewsgoviral #isreal #isrealelection

About