@abrar1630: Tired of sharing your space with uninvited creepy crawlies? 🕷️🦗 This Multi-Purpose Pest Control Kit is your ultimate solution! Effective against roaches, ants, spiders, bed bugs, and 40+ other household pests. Perfect for both indoor and outdoor application, keeping your home protected. Plus, it's Pet & Family Friendly When Used As Directed. Easy to mix, makes a full gallon of ready-to-use spray mixture. Get ready for peace of mind. Tap to shop now! #fyp #foryourpage #DealsForYouDays #AIGC #Moras

Abrar|UGC Creator
Abrar|UGC Creator
Open In TikTok:
Region: US
Friday 19 June 2026 23:53:03 GMT
14014
51
0
17

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @abrar1630, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kasus kematian Winda Lorenza Gowasa di Medan yang terjadi pada awal Agustus 2026 sedang diselidiki intensif karena penuh kejanggalan dan penolakan klaim bunuh diri oleh pihak keluarga. Korban ditemukan tewas akibat luka tembak dari senjata api dinas milik suaminya, Bripka IH, yang bertugas di Polsek Medan Sunggal. Sementara polisi menyelidiki dugaan bunuh diri, pihak keluarga mencium adanya indikasi pembunuhan. Berikut adalah sejumlah kejanggalan dalam kematian Winda Lorenza Gowasa yang disorot oleh keluarga dan publik: 1. Luka Memar di Tubuh KorbanKeluarga menemukan sejumlah luka memar pada tubuh Winda.Temuan ini memicu dugaan kuat bahwa korban sempat mengalami penganiayaan fisik sebelum terjadi penembakan, sehingga narasi murni bunuh diri diragukan. 2. Keterlambatan Kabar ke Pihak KeluargaBerdasarkan laporan media lokal seperti Radar Nusantara, peristiwa penembakan diduga terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.Namun, suami korban baru mengabari orang tua dan keluarga Winda sekitar pukul 18.00 WIB (terdapat jeda waktu 4 jam yang tidak jelas). 3. Akses Keluarga Dibatasi dan Dijaga KetatSesaat setelah kejadian, orang tua dan keluarga dekat korban tidak diperbolehkan melihat atau menjenguk jenazah Winda.Lokasi kejadian dan area jenazah langsung mendapatkan penjagaan ketat dari pihak kepolisian, yang dinilai tidak wajar oleh keluarga. 4. Klaim Kronologi Senjata yang MencurigakanPenjelasan awal menyebutkan senpi diletakkan di dalam tas, lalu korban mengambilnya saat suami lengah.Pihak keluarga merasa tidak masuk akal jika korban nekat mengakhiri hidup menggunakan senjata api suaminya tanpa alasan yang jelas. Perkembangan Penyelidikan Terkini Pemeriksaan Propam: Bripka IH saat ini sedang ditahan dan diperiksa secara intensif oleh Satreskrim dan Seksi Propam Polrestabes Medan. Evaluasi Senpi: Polisi juga mendalami kelalaian penyimpanan senjata api dinas yang berujung pada kematian korban. Menunggu Labfor: Polda Sumut dan Polrestabes Medan telah menurunkan tim gabungan dan masih menunggu hasil resmi Laboratorium Forensik (Labfor) serta autopsi untuk memastikan motif serta arah proyektil peluru. #nias #kasus #polisi #medan #pulaunias
Kasus kematian Winda Lorenza Gowasa di Medan yang terjadi pada awal Agustus 2026 sedang diselidiki intensif karena penuh kejanggalan dan penolakan klaim bunuh diri oleh pihak keluarga. Korban ditemukan tewas akibat luka tembak dari senjata api dinas milik suaminya, Bripka IH, yang bertugas di Polsek Medan Sunggal. Sementara polisi menyelidiki dugaan bunuh diri, pihak keluarga mencium adanya indikasi pembunuhan. Berikut adalah sejumlah kejanggalan dalam kematian Winda Lorenza Gowasa yang disorot oleh keluarga dan publik: 1. Luka Memar di Tubuh KorbanKeluarga menemukan sejumlah luka memar pada tubuh Winda.Temuan ini memicu dugaan kuat bahwa korban sempat mengalami penganiayaan fisik sebelum terjadi penembakan, sehingga narasi murni bunuh diri diragukan. 2. Keterlambatan Kabar ke Pihak KeluargaBerdasarkan laporan media lokal seperti Radar Nusantara, peristiwa penembakan diduga terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.Namun, suami korban baru mengabari orang tua dan keluarga Winda sekitar pukul 18.00 WIB (terdapat jeda waktu 4 jam yang tidak jelas). 3. Akses Keluarga Dibatasi dan Dijaga KetatSesaat setelah kejadian, orang tua dan keluarga dekat korban tidak diperbolehkan melihat atau menjenguk jenazah Winda.Lokasi kejadian dan area jenazah langsung mendapatkan penjagaan ketat dari pihak kepolisian, yang dinilai tidak wajar oleh keluarga. 4. Klaim Kronologi Senjata yang MencurigakanPenjelasan awal menyebutkan senpi diletakkan di dalam tas, lalu korban mengambilnya saat suami lengah.Pihak keluarga merasa tidak masuk akal jika korban nekat mengakhiri hidup menggunakan senjata api suaminya tanpa alasan yang jelas. Perkembangan Penyelidikan Terkini Pemeriksaan Propam: Bripka IH saat ini sedang ditahan dan diperiksa secara intensif oleh Satreskrim dan Seksi Propam Polrestabes Medan. Evaluasi Senpi: Polisi juga mendalami kelalaian penyimpanan senjata api dinas yang berujung pada kematian korban. Menunggu Labfor: Polda Sumut dan Polrestabes Medan telah menurunkan tim gabungan dan masih menunggu hasil resmi Laboratorium Forensik (Labfor) serta autopsi untuk memastikan motif serta arah proyektil peluru. #nias #kasus #polisi #medan #pulaunias

About