@harez.a:

🪴کجە وردیلە🪴🍃
🪴کجە وردیلە🪴🍃
Open In TikTok:
Region: IQ
Saturday 20 June 2026 05:00:02 GMT
1161
122
5
2

Music

Download

Comments

barham.mhamad1
Barham Mhamad :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️🥰🥰
2026-06-20 07:29:38
0
lawenabdullah685
lawen :
جوانە
2026-06-20 10:13:48
0
swltan901
سوڵتان گیان :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-20 15:00:14
0
mukhtarfashion
ملبوسات المختار :
💜💜💜
2026-06-20 06:08:40
0
rasha.almany04
Rasha Almany🇩🇪 :
🌹🌹🌹🌹
2026-06-20 16:16:22
0
To see more videos from user @harez.a, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

DOLLAR COST AVERAGING: SENI MEMBUNUH EGO ATAU CARA TERCEPAT UNTUK MISKIN? Lots of love buat para Sobat Stoik yang sudah paham bedanya menabung saham fundamental baja dengan menyumbang uang rutin ke saham gorengan yang sedang sakaratul maut! Hari ini kita akan membedah salah satu mantra paling suci di dunia investasi: Dollar Cost Averaging (DCA). Di luar sana, lo pasti sering dicekoki narasi bahwa asal lo konsisten menyisihkan uang setiap bulan untuk beli saham, di masa tua nanti lo akan otomatis menjadi miliarder. Narasi itu tidak sepenuhnya salah, namun sangat menyesatkan jika lo tidak memahami akar fundamentalnya. DCA pada dasarnya adalah alat pelumpuh emosi. Pasar modal didesain untuk menghancurkan mental manusia lewat ayunan harga yang brutal. Tidak ada manajer investasi jenius di Wall Street sekalipun yang bisa menebak kapan IHSG akan menyentuh dasar jurang secara presisi. Oleh karena itu, daripada membuang energi berhalusinasi menjadi peramal pasar (timing the market), Smart Money memilih untuk berdamai dengan ketidakpastian. Dengan menyuntikkan nominal dana yang kaku dan rutin setiap bulannya, mereka mengubah posisi mereka menjadi robot. Saat harga mahal, mereka membeli sedikit. Saat pasar hancur berkeping-keping, uang yang sama akan secara otomatis memborong saham di harga diskon besar-besaran. Ini adalah matematika yang sangat elegan. Namun, ada satu hukum rimba yang sering dilanggar oleh ritel: DCA hanya bekerja pada aset yang valuasinya selalu tumbuh dalam jangka panjang. Banyak ritel terjebak dalam denial tingkat tinggi. Ketika saham sampah yang mereka beli karena termakan rumor tiba-tiba anjlok 80%, mereka menolak untuk melakukan Cut Loss. Alih-alih mengakui kesalahan, mereka justru membungkus kebodohan tersebut dengan kedok
DOLLAR COST AVERAGING: SENI MEMBUNUH EGO ATAU CARA TERCEPAT UNTUK MISKIN? Lots of love buat para Sobat Stoik yang sudah paham bedanya menabung saham fundamental baja dengan menyumbang uang rutin ke saham gorengan yang sedang sakaratul maut! Hari ini kita akan membedah salah satu mantra paling suci di dunia investasi: Dollar Cost Averaging (DCA). Di luar sana, lo pasti sering dicekoki narasi bahwa asal lo konsisten menyisihkan uang setiap bulan untuk beli saham, di masa tua nanti lo akan otomatis menjadi miliarder. Narasi itu tidak sepenuhnya salah, namun sangat menyesatkan jika lo tidak memahami akar fundamentalnya. DCA pada dasarnya adalah alat pelumpuh emosi. Pasar modal didesain untuk menghancurkan mental manusia lewat ayunan harga yang brutal. Tidak ada manajer investasi jenius di Wall Street sekalipun yang bisa menebak kapan IHSG akan menyentuh dasar jurang secara presisi. Oleh karena itu, daripada membuang energi berhalusinasi menjadi peramal pasar (timing the market), Smart Money memilih untuk berdamai dengan ketidakpastian. Dengan menyuntikkan nominal dana yang kaku dan rutin setiap bulannya, mereka mengubah posisi mereka menjadi robot. Saat harga mahal, mereka membeli sedikit. Saat pasar hancur berkeping-keping, uang yang sama akan secara otomatis memborong saham di harga diskon besar-besaran. Ini adalah matematika yang sangat elegan. Namun, ada satu hukum rimba yang sering dilanggar oleh ritel: DCA hanya bekerja pada aset yang valuasinya selalu tumbuh dalam jangka panjang. Banyak ritel terjebak dalam denial tingkat tinggi. Ketika saham sampah yang mereka beli karena termakan rumor tiba-tiba anjlok 80%, mereka menolak untuk melakukan Cut Loss. Alih-alih mengakui kesalahan, mereka justru membungkus kebodohan tersebut dengan kedok "Gue lagi DCA nih buat investasi jangka panjang." Ketahuilah, memaksakan DCA pada emiten yang laporan keuangannya berdarah-darah dan tata kelolanya penuh manipulasi adalah sebuah misi bunuh diri finansial. Lo tidak sedang menabung untuk masa depan, lo sedang mendanai perampokan kekayaan lo sendiri secara dicicil. #DollarCostAveraging #IHSG #ValueInvesting #BelajarSaham #Fyp

About